5 Fakta Gedung BEI, Bangunan Megah yang Kemewahannya Bukan Hanya Hisapan Jempol

Posted on

Peristiwa ambruknya lantai menzani Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), tentu membuat banyak orang kaget dan tidak menyangka. Pasalnya, kejadian yang menyebabkan 77 orang terluka tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui jelas penyebabnya. Dan apabila dilihat dari fisik gedungnya yang megah nan mewah tentu menambah ketidakpercayaan, kenapa bangunan seperti ini bisa ambruk.

Gedung Bursa Efek Indonesia sendiri merupakan tempat di mana banyak orang melakukan kegiatan penanaman modal atau jual beli saham. Banyak yang mengatakan bahwa BEI adalah tempat terpenting dalam kegiatan ekonomi Indonesia. Bangunan tersebut tercatat memiliki dua tower utama yang dibangun pada tahun 1994 dan 1998. Lalu seperti apa sebenarnya Gedung BEI ini dan seberapa besar pengaruhnya? Ketahui lewat ulasan berikut.

Baca Juga
5 Fakta Sri Wahyuni Manalip, Si Bupati Cantik Asal Talaud yang Terancam ‘Lepas Seragam’
Marion Jola, Calon Bintang Indonesian Idol yang Cantiknya Bikin Pria Sesak Napas

Merupakan Markas dari Banyak Perusahaan Ternama

Banyak dihuni perusahaan besar [Image Source]

Bagi banyak pengusaha tentu gedung BEI merupakan tempat pas untuk membangun usaha berskala besar. Hal tersebut banyak disebabkan oleh berbagi faktor salah satunya karena bangunan ini berdiri di kawasan super strategis yakni di kawasan Central Business District (SCBD). Jadi tidak heran apabila tempat tersebut dihuni oleh perusahaan-perusahaan besar dalam berbagai bidang. Mulai dari lembaga keuangan, perbankan, perusahaan energi, perusahaan asuransi, hingga konsultan properti ternama. Gedung BEI sendiri diklasifikasikan ke dalam 9 sektor yang masing-masing diperuntukan untuk jenis aktivitas usaha yang berbeda.

Memiliki Sewa yang Super Mahal

Harga sewa super mahal [Image Source]

Sebagai kawasan bisnis terkemuka di Indonesia tentu mengangkat pamor dari gedung BEI. Hal ini kemudian menyebabkan sewa tempat di sana yang super mahal. Hanya perusahaan besar yang mampu menyewa tempat. Mengutip dari Kompas, menurut riset Leads Property Indonesia, harga sewa dasar (asking rent) Gedung BEI sekitar Rp 680.000 per meter persegi per bulan. Harga ini di luar service charge (biaya perawatan). Apabila menggunakan paket lengkap harga bisa bertambah dua sampai tiga kali lipat. Bisa terbayang apabila biaya sewa dibelikan kerupuk berapa banyaknya ya?

Gedung Dilengkapi dengan Fitur-Fitur Canggih

Fitur Canggih di BEI [Image source]

Dengan harga sewa yang mahal tentu lazim jika gedung BEI dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Menurut data, bangunan ini dilengkapi fitur-fitur canggih dalam balutan Building Automation System (BAS). Sistem ini bisa dibilang mengatur semua kerja peralatan yang ada di dalam gedung, sehingga energi yang dikeluarkan oleh gedung menjadi lebih efisien atau hemat. Sistem ini menggunakan komputer untuk mengatur on, off dan alarm semua instalasi.

Bangunannya Berbentuk Menara Kembar

Menara BEI [Image source]

Mengenali Gedung Bursa Efek Indonesia tentu merupakan perkara mudah. Karena apabila orang awam melihat bentuknya sudah ketahuan itu bangunan apa. Hal ini beralasan bahwa desain bangunan ini berbentuk menara kembar atau dua tower berdiri berdampingan. Pada gedung ini terdiri dari dua Tower yang satu dibangun pada tahun 1994 dan Tower II didirikan pada tahun 1998 dengan ketinggian 140 meter mencakup 32 lantai untuk keduanya. Melihat hal itu menjadikannya sebagai salah satu gedung pencakar langit di Jakarta. Tentu merupakan karakteristik yang mudah dipahami ya sobat.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan