5 Fakta Keong Sawah, Makanan Sepele yang Ternyata Punya Kandungan Gizi Seperti Daging Sapi

Posted on

Harga daging sapi yang makin melambung memang membuat masyarakat jarang bisa menikmatinya. Bayangkan, dibanding dengan ayam yang hanya dibandrol sekitar 30 ribu, daging sapi memiliki harga lebih dari tiga kali lipat. Saat ini, setidaknya warga butuh sekitar 100 ribu rupiah untuk mendapatkan satu kilo daging sapi. Nominal tersebut tentu hanya bisa dijangkau oleh orang-orang golongan atas. Mirisnya, di Indonesia masih begitu banyak orang yang berasal dari golongan menengah ke bawah. Oleh karena itu, mengkonsumsi daging sapi itu bisa dibilang jarang.

Padahal, semua warga sejatinya membutuhkan nutrisi yang terkandung dalam daging sapi. Ada kendala dengan harga, sejatinya masyarakat bisa menyiasatinya dengan makanan lain yang memiliki nilai gizi yang sama dengan daging sapi. Apa itu? Adalah keong sawah, makanan sepele ini ternyata punya kandungan seperti daging sapi loh. Lantas, inilah beberapa fakta tentang keong sawah yang wajib kamu ketahui.

Disarankan Oleh Menteri Pertanian Agar Dikonsumsi Masyarakat

Menteri Pertanian [image source]

Seperti dibahas sebelumnya, daging sapi memang harganya begitu mahal. Oleh sebab itu, tidak semua masyarakat bisa sering menikmatinya meski semua membutuhkan nutrisinya. Meski demikian, menteri pertanian menyarankan agar masyarakat bisa mengkonsumsi keong sawah sebagai alternatif makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Keong sawah mengandung protein 12%, kalsium 2017 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah. Keong sawah atau sering disebut tutut juga mengandung vitamin yang tinggi, antara lain A dan E. Dengan pengolahan yang tepat, tutut bisa jadi sumber protein hewani yang bermutu dengan harga super murah daripada daging sapi atau kambing.

Merupakan hama padi

Keong Sawah [image source]

Sebelum dikenal sebagai bahan pangan, keong sawah lebih dulu beken dengan julukan hama padi. Pasalnya, binatang yang suka berkubang di sawah tersebut memang selalu menyantap tumbuhan padi. Bukan cuma memakan padi, para pasukan keong sawah juga kerap menggunakan batang padi sebagai tempat bertelur. Perkembangbiakan binatang ini bisa dikatakan sangat cepat, dan itu tentu saja membuat para petani kuwalahan. Untuk mengatasi hama keong sawah, biasanya petani memanfaatkan bebek untuk menyantap binatang kecil itu. Ada pula yang memanfaatkan pestisida untuk memberantas hama tersebut.

Makanan umum yang dikonsumsi di Asia Tenggara

sate keong sawah [image source]

Bukan cuma di Indonesia, ternyata keong sawah memang sudah jadi makanan yang umum dikonsumsi orang-orang di belahan Asia Tenggara. Karena selain memiliki nilai gizi yang tinggi, keong sawah juga bisa diolah sebagai masakan yang berasa lezat. Meski demikian, kita juga patut waspada karena keong sawah adalah inang bagi beberapa penyakit parasit. Selain itu, jika hewan ini diambil di sekitar persawahan, biasanya akan menyimpan sisa pestisida dalam tubuhnya. Yah, memang lebih baik jika kita mengkonsumsi keong sawah yang sudah dibudidayakan saja, sehingga tidak memiliki sisa pestisida.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan