5 Peraturan yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Berbagi Foto, Awas Salah Sebar Bisa Masuk Bui!

Posted on

Berbagi foto tentu hal lumrah bagi kita. Apalagi kalau foto sama teman atau keluarga pasti kita sering tuh upload dan kemudian share atau membaginya. Tapi apakah kamu tahu bahwa kebiasaan berbagi tersebut harus melalui ijin pemiliknya atau si orang yang difoto? Karena apabila tanpa persetujuan akan membuat kita bisa terkena denda atau bahkan masuk penjara.

Beberapa waktu lalu ada sebuah aksi kontroversi di mana untuk menertibkan tindakan asusila, kita dianjurkan agar mengambil fotonya, lalu laporkan, dan kemudian upload. Di satu sisi ini mungkin terkesan seperti hal yang bagus, namun di sisi lain ada aturan yang jelas dilanggar. Seperti yang sudah dijelaskan di pembuka tadi bahwa foto yang diupload harus seizin si obyek foto. Agar kita tidak terjebak dan salah kaprah soal berbagi foto, berikut ini beberapa aturan penting berkaitan dengan itu yang harus kamu tahu.

Kode Etik Upload foto yang Menjaga Kita dari Arogansi Tukang Sebar

Upload foto tentu suatu hal yang biasa untuk saat ini. Dari tukang sapu sampai anak SD pasti pernah melakukannya. Memang aksi ini tergolong dalam tindakan yang tidak membahayakan. Tapi ternyata mempunyai aturan yang patut kamu ketahui.

Upload tanpa Ijin sangat dilarang [ image source ]

Pada Pasal 19 s.d. Pasal 23 UUHC dijelaskan bahwa pemotret merupakan “pencipta” yang memiliki hak atas foto-foto yang diambilnya. Akan tetapi perlu kamu tahu, dalam fotografi terdapat pembatasan atas penggunaan hak cipta sebagaimana diatur dalam Pasal 19 UUHC yang berbunyi: Setiap penyebaran harus melalui izin orang yang dipotret atau izin ahli warisnya dalam jangka 10 (sepuluh) tahun.

Jadi hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penyebaran foto harus meminta izin kepada obyek yang ada di dalam foto. Meskipun tukang foto dikatakan pencipta memiliki hak harus tetap izin. Dan apabila melanggar akan dihukum denda 2 tahun penjara, serta denda uang paling banyak 150 juta seperti yang berbunyi pada pasal Pasal 72 ayat (5) UUHC.

Peraturan Privasi Menjaga Rahasia Kita dari Siapa Saja

Siapa sih di dunia ini tidak mempunyai privasi. Kecuali public figure mungkin, tentu semua orang memilikinya ya. Privasi ini tentu saja penting dan seperti sebuah harta berharga kita harus menjaganya. Entah dikunci, tidak dibuka sembarangan, bahkan kalau memungkinkan mengatur keamanannya.

Privacy merupakan hal yang penting untuk kita [ image source ]

UU yang mengatur soal privasi tertulis pada pasal 32 UU ITE tentang larangan bagi setiap orang untuk melakukan interferensi (mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan) terhadap bentuk dokumen elektronik atau informasi elektronik tanpa hak dan dengan cara melawan hukum.

Hak perlindungan ITE ini tentu merupakan bantuan hukum menjaga rahasia kita. Termasuk pacar pun tanpa persetujuan kita tidak boleh lho mengganggu privasi kita. Sedangkan apabila dilanggar terkena pasal Pasal 48 UU ITE yang tentu hukuman penjara minimal 8 tahun dan denda paling murah Rp 3 miliar saja. Menyebar foto seseorang tanpa izin bisa juga masuk dalam ranah ini.

Peraturan Tentang Pencemaran Nama Baik dapat Menjaga Kita

Nama adalah doa, begitu cara orang tua kita memaknai pemberiannya. Dengan harapan agar kelak kita menjadi orang baik sesuai keinginan mereka. Berhubungan dengan nama, pastinya cukup sering ya kita mendengar soal istilah pencemaran nama baik. Entah itu di media atau infotainment yang memang seringĀ  mengangkat berita tersebut.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan