Airlangga Rangkap Dua Jabatan, JK Kaitan dengan Megawati dan SBY

Posted on

Lahiya – Saat ini, Airlangga masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) di dalam Kabinet Kerja, Presiden Jokowi. Setelah menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Golkar, bisa dipastikan jika Airlangga akan memiliki dua jabatan, atau rangkap jabatan.

Kamis (21/12/2017), Partai Golkar resmi mendaftarkan Airlangga Hartarto di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Airlangga dikukuhkan sebagai Ketua Umum baru Golkar melalui forum Musyawarah nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Pendaftaran dilakukan oleh sejumlah angggota Golkar seperti halnya Bidang Hukum dan Mahkamah Partai.

“Jadi kita mendaftarkan kepengurusan, kan kepengurusan ini hanya pergantian ketua umum saja. Jadi yang kita bawa adalah permohonan adanya pergantian ketua umum,” kata Adies, Sekjen Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Kamis (21/12/2017), seperti yang diwartakan oleh Kompas.com

Dan menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebutkan jika nasib Airlangga di dalam Kabinet Kerja tergantung Presiden Jokowi. Hal tersebut diungkapkan oleh JK usai penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar, JCC, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Baca juga: Penghina Keluarganya Ditangkap, Begini Kata Panglima TNI

“Ya itu kebijakan Presiden,” ujar JK, seperti yang diwartakan oleh Jawapo.com

Meskipun demikian, berdasarkan JK, Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Ketum Golkar mengaku tidak masalah sama sekali merangkap jabatan. Sebab ungkap JK dirinya di tahun 2004 yang lalu ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga sebagai Ketum Golkar.

Bahkan, dikatakan Jusuf Kalla itu rekan politiknya yakni Megawati dan SBY pernah melakukan rangkap jabatan, dan itu tidak masalah bagi kinerjanya.
“Waktu saya wakil presiden dulu, malah saya ketua partai-partai juga, Ibu Megawati‎ (Ketua PDIP) juga ketua partai, Pak SBY juga ketua partai ya presiden juga,” katanya.

Baca juga: Fantastis! Segini Mahalnya Rumah Mewah yang Dihuni Djarot Syaiful Hidayat

Dan sekedar informasi, sebelum mengumumkan menteri di jajaran Kabinet Kerja, Presiden Jokowi menginginkan para jajarannya untuk tidak melakukan rangkap jabatan. Dengan begitu, para pembantu di Kabinet kerja bisa fokus untuk melakukan pekerjaanya sebagai menteri. Sehingga, konsentrasinya untuk mengurusi bidangnya masing-masing tidak terpecah dan bisa fokus.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan