Akhirnya Tersibak! Teka-Teki Cara Pembangunan Piramida

Posted on

Lahiya ai??i?? Yang sejak dulu selalu menjadi pertanyaan besar bagi banyak orang awam maupun para ahli adalah cara pembangunan di balik berdirinya sebuah piramida dengan kokoh. Bangunan kuno yang eksistensinya bahkan terlihat dari antariksa itu menimbulkan sebuah pertanyaan; bagaimana bahan bakunya dibawa ke lokasi pembangunan?

Pertanyaan tersebut pun bukan muncul tanpa alasan. Justru pertanyaan itu muncul berdasarkan dari beratnya pekerjaan membawa batuan di gurun. Belum lagi dengan minimnya teknologi yang mendukung di zaman kuno saat itu.

Dibutuhkan bebatuan dalam jumlah besar untuk membangunnya. Sementara itu, alat canggih yang bisa digunakan untuk mengangkutnya melewati gurun pasir belum ada pada zaman Mesir Kuno. Melansir reportase Sains.Kompas.com, Senin (15/01/2018), Daniel Bonn dari University of Amsterdam menyatakan telah berhasil memecahkan teka-teki itu dalam hasil riset yang terbit dalam jurnal Physical Review Letter.

Bersama para rekannya, Bonn menuturkan bahwa orang-orang Mesir Kuno mungkin membawa batuan dengan strategi jitu. Mereka menggunakan alat semacam gerobak untuk membawa batu, lalu menariknya di gurun yang telah dibasahi dengan air.

Baca juga:Ai??Gawat! Ternyata Orang Luar Bisa Ai??Baca Obrolan di Grup WhatsApp

Dalam penelitian tersebut, hasil didapatkan setelah dilakukan percobaan. Dengan menggunakan miniatur gerobak Mesir Kuno dan wadah berisi pasir yang telah dikeringkan di oven, Bonn melakukan eksperimennya di laboratorium.

Air yang ditambahkan pada pasir hingga level basah tertentu akan membentuk ai???jembatan kapilerai???. Tetesan air akan bertindak seperti lem yang merekatkan pasir, membuatnya menjadi kaku dan meminimalisasi gesekan dengan benda yang bergerak di atasnya.

ai???Saya terkejut bahwa total gaya tarik bisa dikurangi hingga 50 persen,ai??? demikian Bonn mengungkapkan temuannya, sebagaimana dikutip dari Washington Post, Senin (27/4/2015).

Lukisan di Kuburan Djehutihotep

Dengan berkurangnya gaya tarik yang dibutuhkan, jumlah orang yang dibutuhkan untuk menarik gerobak berisi batu itu pun menjadi setengah dari total yang dibutuhkan apabila gurun pasir dalam keadaan kering.

Berkurangnya gaya tarik dan gesekan terjadi karena pembasahan menyebabkan peningkatan kekakuan pasir gurun.

ai???Gerobak bergerak lebih mudah pada pasir gurun yang basah karena pasir itu tidak membentuk gundukan di depan gerobak, tidak seperti yang terjadi bila gerobak ditarik di atas pasir kering,ai??? demikian Bonn menguraikan.

Kesimpulan bahwa air memudahkan pengangkutan batu ke lokasi pembangunan piramida diperkuat dengan adanya lukisan di kuburan Djehutihotep.

Advertisements

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan