Gambar Via: es.aliexpress.com

Pengertian, Macam-Macam Alur, dan Contohnya

Posted on

Pengertian, Macam-Macam Alur, dan Contohnya – Di dalam satu karya sastra terutama sastra yang berupa tulisan seperti novel, cerpen dan yang lainnya ada satu unsur pembangun di dalamnya atau kerap disebut juga dengan unsur instrinsik. Satu diantara unsur-unsur instrinsik itu yaitu Alur. Apa yang disebut dengan alur? Alur yaitu bagian atau rangkaian jalannya satu buah narasi yang di sampaikan oleh pengarang narasi itu.

Tahapan Alur

Gambar Via: olx.co.id

Di dalam satu buah alur, ada beberapa tahapan yang terbagi ke dalam 5 bagian narasi, yakni:

Perkenalan

Di bagian ini, penulis mulai mengenalkan tokoh-tokoh, lattar yang berada di dalam narasi itu.

Pemunculan masalah

Pada bagian ini, penuliis mulai mengenalkan masalah yang juga akan dihadapi oleh tokoh utamannya.

Menuju konflik

Penulis mulai mengarahkan tokoh utama masuk ke dalam konflik yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Ketegangan

Pada bagian inilah yang menjadi inti dari satu narasi di mana tokoh utama tengah ada di dalam satu masalah yang sangat menegangkan.

Penyelesaian

Setelah melalui puncak masalah, penulis mulai membawa jalan narasi menuju penyelesaian masalah itu. Apakah narasi itu juga akan berakhir bahagia atau malah sebaliknya. Semua itu adalah keputusan penulisnya.

Beragam Macam Jenis Alur

Bila dilihat dari urutan kronologisnya, alur dikelompokan jadi 3 jenis yakni, alur maju, alur mundur serta alur campuran. Berikut ini yaitu beberapa macam dan contoh alur bersumber pada urutan jalan ceritanya.

Alur maju

Pada alur maju atau disebut juga dengan alur progresif, penulis menyajikan jalan ceritanya secara berurutan dimuali dari bagian perkenalan ke bagian penyelesaian secara urut dan tidak diacak. Berikut ini adalah contoh cerita pendek dengan menggunakan alur maju.

Akibat Terlambat

Gambar Via: ciricara.com

Hari itu aku bangun pagi terlambat. Ku lihat jam telah menunjukan pukul 7. Tanpa pikir panjang aku langsung berganti pakaian dan langsung menuju sekolahku. Di perjalanan sekolah, aku memacu kendaraanku dengan sangat kencang. Namun, tiba-tiba dari arah berlawanan ada seorang pejalan kaki yang melintas. Tanpa sempat menghindar lagi, aku pun menumbur dirinya.

Aku tepental dari motorku, sementara orang tersebut jatuh terperosok. Sontak saja orang-orang yang ada di sekitar jalan itu menghampiriku. Mereka geram dengan perbuatanku. Bahkan salah satu dari mereka hendak memukul diriku. “Ayo kita pukuli saja orang ini,” teriak salah seorang. Dengan cepat mereka menarik bajuku. Aku sempat dipukuli beberapa kali hingga wajahku membiru. Namun, beberapa saat kemudian aku mendengar suara seseorang. “Sudah hentikan kita seharusnya jangan main hakim sendiri,” kata seorang pria yang tidak aku kenal itu. “tapi dia telah menabrak pria itu Pak!” “sudah bubar kalian,” pria itu membentak.

Akhirnya mereka semua bubar. Aku merasa sangat beruntung karena ditolong olehnya. “Terimakasih Pak, aku tidak akan selamat jika tidak ada Bapak dan aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku!” kataku mengiba. “Sudahlah sekarang kau pergi antarkan orang yang kau tabrak itu ke klinik” perintah bapak itu. Setelah itu aku langsung pergi membawa orang yang aku tabrak ke klinik untuk diobati. Hingga hari ini aku tidak mengenal siapa pria baik yang menolongku waktu itu.

Alur mundur

Alur mundur adalah proses jalannya cerita secara tidak urut. Biasanya pengarang menyampaikan ceritanya dimulai dari konflik menuju penyelesaian, kemudian menceritakan kembali latar belakang timbulnya konflik tersebut. Contoh cerita menggunakan alur mundur.

Perkelahian

Gambar Via: lifestyle.kompas.com

Ketika Budi hendak memasuki kelasnya, dia melihat orang-orang sedang berkumpul. Ia pun merasa penasaran dan menghampirinya. Betapa terkejut Budi saat itu ketika mengetahui bahwa Andi dan Rian sedang berkelahi. Andi yang sangat marah mendaratkan pukulannya di wajah Rian. Lalu Rian membalasnya dengan menerjang tubuh Andi.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan