SHARE

Keluarga Jeremy Thomas kini sedang tertimpa musibah. Beberapa hari yang lalu anaknya dianiaya oleh pihak kepolisisan hingga harus masuk rumah sakit. Rupanya kasus ini bukan hanya sebatas kasus penganiayaan sederhana.

Setelah terjadi adu argumen yang pelik antara pihak kepolisian dan keluarga Jeremy Thomas, pada akhirnya Axel Matthew Thomas ditetapkan sebagai tersangka penggunaan narkoba. Berikut selebupdate rangkum kronologis perkembangan kasus anak anak Jeremy Thomas

1. Dianiaya hingga 4 jam dan ditodong dengan pistol

Ina Thomas menjelaskan bahawa anaknya sedang mengalami trauma akibat perlakuan yang diterima dari pihak kepolisian. Ina mengaku hatinya hancur ketika anaknya mengatakan “mah kenapa dari ribuan anak, kenapa harus aku. Aku ditembak-tembak aku pikir perampok ya. Ditembak kaya gitu, aku bisa mati,” dengan mata berkaca-kaca.

Axel juga menegaskan kepada sang ibu kalau yang dituduhkan polisi tidak benar. Axel dituduh menggunakan narkoba, karena ia tak juga mengaku pihak kepolisian memukul dan menganiaya dirinya hingga memakan waktu 4 jam. Axel mengungkapkan jika selama disiksa bajunya dilucuti, ia dipaksa mengakui apa yang tidak dia lakukan. Bahkan polisi sempat beberapa kali menodongkan pistol padanya.

2. Setelah dianiaya ditetapkan sebagai tersangka narkoba

Akibat penyekapan dan penganiayaan, Axel mengalami memar-memar di kepala, tubuh, serta cidera tulang rusuk. Usai mengalami penganiayaan, Axel ditetapkan sebagai tersangka dengan dua alat bukti, salah satunya adalah bukti transfer pembelian narkoba Happy Five seharga Rp 1,5 juta.

Happy Five sendiri biasanya digunakan untuk orang yang susah tidur atau mengalami depresi ringan. Menurut Kabid Humas Kombes Pol Argo Yuwono, Axel kena kena undang-undang psikotropika. Pihak kepolisian bahkan mengungkapkan jika cerita tentang Axel yang dipukuli hanya mengada-ngada belaka.

3. Bukti tes urine Axel Matthew negatif dari narkotika

Pihak polisi bersikeras jika Axel menggunakan narkoba, sementara di sisi lain adik Axel yaitu Valerie Thomas mengunggah bukti hasil tes urine jika kakaknya negatif dari narkoba.

“Dia bukan ditangkap karena narkoba tapi diarahkan dan dipaksa untuk mengaku dan faktanya tidak ada BB apa-apa dia clear dan tidak tersangkut dengan yang nama-nama barang tersebut dan dia itu dipulangkan sama mereka gara-gara mereka pikir ya nggak ada apa-apa. Itu setelah dia ciduk, penyiksaan, pengeroyokan, dan pengambilan barang-barang dia dengan kekerasan. Sepatu, dompet, HP dan bajunya dia. Axel pulang dengan sandal hotel dan dengan baju yang sudah bukan baju dia dan HP sudah tidak ada,” ungkap Jeremy Thomas.

4. Axel Matthew ternyata dijebak teman sendiri

Terkait kasus ini, Diduga Axel dijebak oleh temannya sendiri. Jeremy menuturkan jika ada teman Axel sejak kecil yang jadi langganannya beli baju secara online. Teman dari kecil itu HP-nya diambil oleh polisi dan kemudian menemukan nama Axel. Akhirnya Axel ikut terseret dalam kasus tersebut. Axel memang bertransaksi dengan kawannya, kerana selama ini kawan Axel tersebut memang memiliki bisnis online. Usai dianiaya dan Axel terbukti tidak membawa barang haram tersebut barulah ia dilepaskan oleh pihak kepolisian dalm kondisi babak belur.

5. Ina Thomas geram dan membandingkan kasus anaknya dengan Ammar Zoni

Menurut Ina, perlakuan oknum polisi sudah diluar batas. Ia membandingkan kasus yang dialami Axel dengan kasus Ammar Zoni. Mengapa Ammar Zoni yang sudah jelas-jelas ada barang bukti, wajahnya masih mulus tanpa penganiayaan dan ditangani di tempat yang benar. Sementara anaknya yang tidak memiliki barang bukti malah disekap, dianiaya, ditodong pistol, dan diperlakukan semena-mena.

“Kenapa anak saya kamu sekap dulu, kamu pukuli empat jam. Anak saya nggak ada barang bukti dan anak saya nggak pemakai narkoba. Saya gituin, kamu keki ya, anak saya kamu jebak ya. Anak saya nggak terbukti, kamu keki sama anak saya, kamu pukuli,” ungkap Ina Thomas sambil memaki yang oknum polisi tersebut.

6. Sebagai warga negara yang baik, Jeremy berusaha bertanggung jawab

Mendengar anaknya menjadi tersangka narkoba, Jeremy Thomas mengaku sebagai warga negara yang baik, ia harus patuh hukum. Penetapan tersangka itu hak dari pihak kepolisian, ia sebagai pihak yang paham tentang hukum berusaha untuk menghargai keinginan pihak kepolisian dan mengikuti prosedur yang ada.

Ia juga mengungkapkan jika ini adalah musibah tidak baik yang sedang menimpa keluarganya. Sebagai kepala keluarga ia ingin memberi support apapun yang dibutuhkan oleh anak sulungnya tersebut. Meski fisik dan mental Axel masih rapuh, Jeremy ingin anaknya kuat menghadapi masalah yang sedang menimpa keluarga mereka.

Semoga kasus keluarga Jeremy Thomas segera mendapat pencerahan dan titik temu yang baik ya. Jika memang tidak terbukti alangkah baiknay tidak diperpanjang, setuju?

Loading...
Loading...