SHARE
Loading...

Berita siswi setingkat SMA di Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka yang melahirkan di toilet sekolah, Kamis (28/9/2017) mendapat perhatian masyarakat luas. Banyak warga sekitar berminat mengadopsi bayi berjenis kelamin perempuan itu.

Sefa warga Belinyu mengungkapkan, sejak berita bayi dilahirkan di toilet sekolah menyebar, sudah banyak warga setempat yang ingin mengasuh dan merawat bayi seberat 2,8 kg itu.

“Teman saya sudah dua tahun belum dikaruniai momongan, dia mau ambil anak itu (bayi yang dilahirkan siswi di toilet), untuk diasuh jadi anak angkatnya. Kawan saya pantang ditawar, mau sekali dia, tapi ya tergantung dengan kakek dan nenek serta ibu bayinya,” kata Sefa, Sabtu (30/9/2017).

Sefa sendiri, sebenarnya juga mau mengadopsi bayi itu. Alasannya mau mengadopsi, karena mendambakan anak perempuan.

“Apalagi anak perempuan, saya juga mau mengasuhnya, untuk kawan istriku,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wina warga Belinyu. Begitu mendengar kabar ada bayi perempuan dilahirkan seorang siswi Belinyu di sekolah, Wina langsung ingin mengadopsinya.

“Nak ku (saya mau), bener saya mau. Nggak usah di tawar, sini!. Tolong yo, kalau biso ku yang ngambil,” harapnya.

Sementara warga lainnya, Yuli mengatakan, sebagai ibu rumah tangga merasa iba dengan siswi yang melahirkan di sekolah, terlebih lagi dengan bayi yang dilahirkan.

“Wah, kasihan ya. Coba anaknya beri saja ke ku, ku dak nolak. Siapapun pasti akan mau mengasuhnya,” tutur Yuli.

Dua hari setelah kejadian siswi melahirkan di sekolah, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan, terkait peristiwa tersebut.

Juga belum diketahui apakah sudah ada atau belum orang tua atau keluarga dari sisiwi melapor ke Polsek Belinyu. Kapolsek Belinyu AKP Imam Teguh Prasetyo ketika dihubungi, belum memberikan jawaban.

Ini Fakta-fakta Siswi di Belinyu Melahirkan di Sekolah

Melahirkan bayi merupakan proses alami seorang perempuan.

Tentunya hal tersebut dianggap wajar jika perempuan tersebut sudah memiliki pasangan. Bagaimana jadinya jika seorang SMA melahirkan di sekolah saat jam pelajaran? Tentu hal tersebut membuat geger warga sekolah sekaligus masyarakat setempat. Hal tersebut terjadi di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Babel.

Inilah 5 faktanya:

1. Saksi Mata

Informasi yang dihimpun harian ini, Jumat (29/9), menurut Siswi berinisial SU, ia diceritakan seseorang yang menemukan temannya yang berinisial MI di dalam toilet. Peristiwa siswi melahirkan anak di dalam toilet itu bisa diketahui saat seorang siswi akan buang air kecil di toilet sebelahnya.

“Budak (anak) yang tahu pertama kali tadi, langsung menemui gurunya, baru setelah itu datang gurunya ke toilet untuk menyelamatkan anak (bayi) dan siswi yang melahirkan” ucapnya.

2. Situasi saat di toilet

Saksi saat masuk di toilet, ia mendengar suara tangisan bayi. Setelah dicek, siswi yang melahirkan masih berada di dalam tolilet dan bayi yang dilahirkannya berjenis kelamin perempuan. Bayi yang baru lahir tersebut posisinya tergeletak di lantai ruang toilet, sedangkan ari-ari (plasenta) sudah terputus dari rahim siswi yang melahirkan. Di ruang toilet tersebut, darah masih berceceran.

3. Pengakuan Bhabinkamtibmas Polsek Belinyu

Petugas Babinkamtibmas Polsek Belinyu yang bertugas di daerah setempat, juga sempat mendatangi sekolah tempat siswi itu melahirkan. Berdasarkan keterangan petugas tersebut, bahwa setelah melahirkan, siswi dan anaknya langsung dilarikan ke Puskesmas Belinyu.

“Kondisi anak itu sudah biru, setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Belinyu, siswi dan anaknya langsung dirujuk ke rumah sakit di Sungailiat,” ujarnya.

Kapolsek Belinyu AKP Imam Teguh Prasetyo mengaku sudah menerima dan menindaklanjuti informasi dan laporan kejadian tersebut.

4. Pengakuan kepala sekolah

Kepala Sekolah dari salah satu sekolah setingkat SMA di Belinyu(sekolah tempat siswi melahirkan) setempat, mengaku, tidak tahu persis apa jenis kelamin anak yang dilahirkan seorang siswinya.

“Wah nggak tahu persis ya kalau itu (jenis) kelamin. Kemarin, saya sedang ada kegiatan sekolah, ada acara pertemuan dengan wali murid, saya diberitahu oleh guru sekolah soal kejadian tersebut, saya sempat lihat lihat sebentar, tapi kurang tahu apa jenis kelaminnya,” ujar Kepsek tersebut.

Kepsek menyebutkan, pihak sekolah langsung memanggil orang tua dari siswi yang melahirkan di sekolah.

“Kami langsung panggil orangtuanya, nggak lama kemudian tiba di sekolah, dan langsung membawanya (membawa anak/siswi dan bayi) keluar sekolah, dibawa kemana saya nggak tahu,” katanya.

5. Kondisi bayi membiru

Seorang tenaga medis di daerah setempat menyebutkan, anggota keluarganya bertugas di Puskesmas Belinyu dan sempat memeriksa bayi (yang dilahirkan di sekolah).

“Wah kasihan bener ya anak itu. Jadi kemarin keluarga saya ada yang memeriksa bayi tadi, pas diperiksa di Puskesmas Belinyu, kondisi bayi sudah membiru, terus dirujuk ke Sungailiat,” ujarnya.

6. Kebiasaan siswi yang melahirkan

Selama berbadan dua hingga melahirkan, rupanya teman-teman maupun pihak sekolah tidak mengetahui. Rupanya, siswi yang melahirkan tersebut kerap mengenakan baju longgar. Tak hanya itu, postur tubuhnya yang tinggi dan besar tak ada yang mengetahui jika siswi tersebut tengah hamil.

SU mengatakan, teman-teman sekolah dan tetangga dari siswi yang melahirkan di sekolah tersebut, selama ini tidak tahu kalau dia berbadan dua, karena badannya bongsor (gemuk besar), pakaian yang dikenakan juga selalu longgar.