Header Ad

Anak yang di Adopsi ini Diperlakukan Tak Wajar, dan 20 Tahun Kemudian …

June 22, 2017
15 Views

Seperti yang kita tahu dari kecil, Cinderella adalah seorang tokoh dongeng yang kehidupan awalnya tersiksa karena mama tiri dan saudara-saudara tirinya sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang pangeran yang mencintainya. Selama ini kita selalu merasa kehidupan seorang Cinderella hanya ada di dongeng dan jauh dari kehidupan kita. Tapi Sobat, ternyata kisah Cinderella ini juga terjadi di dunia nyata lho! Begini kisahnya.

“Sejak kecil, hidupku menyedihkan. Dari waktu aku umur 5 tahun, orangtuaku menyerahkanku ke orangtua asuh untuk dipelihara. Secara langsung, orangtua asuhku juga jadi orangtua tiriku. Sebenarnya alasan mereka menerimaku di dalam rumah mereka bukan karena mereka suka padaku, tapi karena mereka ingin punya anak. Orangtua asuhku lama belum punya anak walaupun sudah menikah.

Setelah aku tinggal di rumah mereka sekian lama, mama tiriku kemudian mengandung dan melahirkan 2 orang anak laki-laki dalam 2 tahun berturut-turut. Mereka kemudian tidak mau menerimaku lagi di rumah mereka dan berencana untuk mengembalikanku ke orangtua kandungku, tapi orangtua kandungku sendiri menolak. Mereka merasa aku sudah diberikan untuk keluarga orangtua asuhku dan apapun yang terjadi, mereka tidak membiarkanku pulang.

Sejak umur 8 tahun, aku diperlakukan seperti pembantu. Semua pekerjaan rumah, menjaga adik tiriku, semua harus kulakukan. Kalau aku melakukannya dengan kurang baik, aku akan dihujat dan dicerca, “Dikasih makan tapi ga berguna!” Kata mereka. Barang-barang dan makanan selalu diberikan untuk adik-adikku dan aku cuma bisa menangis di pojokan kamar sendirian tanpa ada yang tahu.

Aku tahu hidupku tidak seindah yang dibayangkan, karena itu aku tahu dari kecil kalau aku harus berusaha sendiri. Di sekolah, aku selalu mendapat prestasi yang baik, tapi aku tetap tidak bisa menyelesaikan sekolah karena tidak ada orang yang mau membiayai sekolahku.

Aku hanya punya kesempatan untuk bersekolah sampai SMP karena orangtua asuhku tidak mau mengeluarkan biaya untuk sekolahku. Guru-guru dan kepala sekolah pernah mencari orangtuaku, tapi mereka tetap menolak. Akhirnya aku pun mengikuti jejak salah 1 saudaraku untuk bekerja di luar kota. Saat itu usiaku baru umur 16 tahun. Waktu itu karena aku masih dibawah umur untuk bahkan bekerja sebagai buruh, aku hanya diperbolehkan bekerja sebagai pembantu di kantor. Setiap bulannya, aku hanya menyimpan uang sekitar 150 ribu rupiah dan sisanya kukirimkan ke rumah orangtua asuhku demi memenuhi kebutuhan mereka.

Saat tiba tahun baruan, semua orang pulang ke rumah mereka masing-masing, tapi aku tidak diperbolehkan pulang oleh orangtua asuhku. Katanya aku harus hemat demi uang sekolah adik-adikku. Akhirnya aku pun melanglang buana selama 7 tahun di masyarakat, sampai akhirnya aku bertemu dengan suamiku yang sekarang. Waktu itu dia terus mengejarku, tapi aku selalu menolaknya karena aku malu dengan keadaanku. Aku merasa aku tidak layak untuknya.

Tapi kegigihannya membuat hatiku luluh dan aku pun setuju untuk berpacaran dengannya waktu itu. Dia tahu keadaanku, masa laluku, tapi dia tetap ingin hidup denganku, katanya.

Setelah 2 tahun kami berpacaran, aku dikenalkan pada mamanya. Waktu itu, papanya sudah meninggal dan mamanya tinggal sendirian. Hari itu aku takut. Aku takut mamanya tidak bisa menerimaku. Aku khawatir setengah mati. Tapi setelah sampai di rumah mamanya, beliau langsung memegang erat tanganku, mengajakku duduk, dan menawarkanku sebuah sup hangat. Saat aku menerima mangkuk itu, aku langsung menangis. Selama 20 tahun aku hidup, tidak pernah ada seorangpun yang melakukan hal seperti itu untukku. Semua pekerjaan itu aku lakukan untuk orang lain.

Hatiku tenang. Aku tidak bisa menolak kebaikan dari keluarga ini. Wanita yang sekarang menjadi mama mertuaku merawat aku seperti anaknya sendiri. Kasih sayang itu tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Kasih seorang ibu yang tidak pernah kuterima selama lebih dari 20 tahun, diberikan oleh mama mertuaku sampai seumur hidupnya. Aku tidak akan menyerah, aku tidak akan pernah melupakan apa rasanya kasih sayang itu.” [ce]

You may be interested

5 Cara Ampuh Selamatkan Nyawamu dari Tawon, Serdadu Penyengat yang Bisa Hilangkan Nyawa
Buzz
4 views
Buzz
4 views

5 Cara Ampuh Selamatkan Nyawamu dari Tawon, Serdadu Penyengat yang Bisa Hilangkan Nyawa

Lahiya - November 20, 2017

Beberapa waktu yang lalu Tawon sempat jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Ya, pasalnya serangga penyengat yang satu ini ternyata…

Tak Peduli Hujan dan Status Siaga Gunung Agung, Aksi ‘Gila’ Pria Ini Patut Diapresiasi
Buzz
3 views
Buzz
3 views

Tak Peduli Hujan dan Status Siaga Gunung Agung, Aksi ‘Gila’ Pria Ini Patut Diapresiasi

Lahiya - November 20, 2017

Boombers sekalian tidak membayangkan Justin Bieber kan ketika membaca judul? Memang benar bahwa dirinya kini telah kembali bersatu dengan sang…

Mengulik Gaya Hidup Anak Setya Novanto dan Pengacaranya, Mewah Bak Putri Raja
Buzz
5 views
Buzz
5 views

Mengulik Gaya Hidup Anak Setya Novanto dan Pengacaranya, Mewah Bak Putri Raja

Lahiya - November 20, 2017

Dewasa ini, tidak ada yang lebih hangat daripada berita-berita tentang Setya Novanto di negeri kita tercinta. Setiap harinya selalu muncul…

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan