Anak Yatim Piatu ini Tewas Akibat Luka Siksaan Penjaga Kebun Hanya karena Dituduh Mencuri Bawang!

Posted on

Semakin ke sini, relawan dan organisasi masyarakat penentang kekerasan terhadap anak memang semakin banyak. Berbagai aksi pun gencar digelar untuk menyadarkan masyarakat bahwa seorang anak itu wajib dilindungi dan dididik. Sayangnya, aksi tersebut belum bisa mencapai hati masyarakat. Nyatanya, masih banyak kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi.

Salah satunya adalah yang menimpa Hendra ini. Kasus kekerasan yagn melibatkan seorang anak yatim ini sedang viral di dunia maya. Pada awalnya aksi tersebut dibagikan oleh seorang warganet di grup Facebook Info Jabodetabek Terkini. Akun tersebut bernama Eris Toyger Landia.

Eris memposting foto seorang anak yang mengalami luka di kepalanya. Eris menjelaskan bahwa bocah yatim tersebut bernama Hendra. Dia dituduh mencuri bawang dan dipaksa mengakuinya. Tidak ada yang tahu apakah dia benar-benar mencuri bawang atau tidak.
Bukan hanya itu, Hendra juga sempat disiksa oleh penjaga kebun.

Hendra (14) adalah seorang yatim putra dari (alm) Yayat dan Aminah warga Kampung Panagan Desa Sukakerta Kec. Cilaku Kab. Cianjur. Keluarga ini termasuk keluarga miskin dengan rumah gubuk di pinggir kampung tak jauh dari kebun bawang yang dijaga oleh Harun (47).

Nahas bagi Hendra, anak yatim miskin itu dituduh Harun telah mencuri bawang dari kebun yang dijaganya. Hendra menolak tuduhan namun Harun terus memaksanya dengan cara menyiksanya, terakhir Harun mengayunkan cangkul tepat di kepala Harun.

Tak sampai disitu sang pemilik kebun berinitial drh. S sempat menyumpal mulut Hendra dengan gagang cangkul. Hendra yang sudah tak berdaya dibiarkan begitu saja, beruntung saat itu Hendra masih kuat dan mencoba merangkak hingga sampai rumahnya.

Warga sempat geger, namun kemudian memilih bungkam. Nenek dan kakek Hendra sempat diancam pelaku agar tidak mengobati Hendra. Setelah 28 hari Hendra terus merasakan sakit dengan luka infeksi di kepala dengan mengeluarkan bau busuk.

Karena kasihan warga mencoba membawa Hendra ke RSUD setempat. Namun nyawa Hendra tidak tertolong, ia meninggal akibat luka membusuk di kepalanya. Tak berselang lama kakeknya juga meninggal dunia.

Dikabarkan bahwa pelaku sempat melarikan diri ke Bandung. Untungnya, polres Cianjur dibawah pimpinan AKP Benny Cahyadi berhasil menangkah Harun (47) pelaku penganiayaan tersebut. Pelaku tertangkap saat sedang mengendarai kendaraan di Jalan ByPass Cianjur.

Kabar tersebut diposting ulang oleh akun Instagram @infocianjur Berikut ini dua postingan fotonya. Foto pertama adalah foto penangkapan sang pelaku. Sementara gambar kedua adalah gambar kepala Hendra yang dibacok oleh Harun.

Satreskrim Polres Cianjur dibawah pimpinan AKP @bennycahyadi_07 berhasil menangkap Harun (47), pelaku penganiayaan terhadap Hendra (14) yang dituding mencuri bawang yang ada di kebun milik majikannya sehingga mengakibatkan meninggal dunia, Sabtu (9/9/2017) beberapa waktu lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Pelaku tertangkap saat sedang mengendarai kendaraan di Jalan ByPass Cianjur. Sumber INFOCIANJUR menyebutkan, Hendra (14) adalah seorang yatim putra dari (alm) Yayat dan Aminah warga Kampung Panagan Desa Sukakerta Kec. Cilaku Kab. Cianjur. Keluarga ini termasuk keluarga miskin dengan rumah gubuk di pinggir kampung tak jauh dari kebun bawang yang dijaga oleh Harun (47). Nahas bagi Hendra, anak yatim miskin itu dituduh Harun telah mencuri bawang dari kebun yang dijaganya. Hendra menolak tuduhan namun Harun terus memaksanya dengan cara menyiksanya, terakhir Harun mengayunkan cangkul tepat di kepala Harun. Tak sampai disitu sang pemilik kebun berinitial drh. S sempat menyumpal mulut Hendra dengan gagang cangkul. Hendra yang sudah tak berdaya dibiarkan begitu saja, beruntung saat itu Hendra masih kuat dan mencoba merangkak hingga sampai rumahnya. Warga sempat geger, namun kemudian memilih bungkam. Nenek dan kakek Hendra sempat diancam pelaku agar tidak mengobati Hendra. Setelah 28 hari Hendra terus merasakan sakit dengan luka infeksi di kepala dengan mengeluarkan bau busuk. Karena kasihan warga mencoba membawa Hendra ke RSUD setempat. Namun nyawa Hendra tidak tertolong, ia meninggal akibat luka membusuk di kepalanya. Tak berselang lama kakeknya juga meninggal dunia. @winnycharita @kapolrescjrarifbudiman @adjiemorrisson @erikbangun_38  @gandhasyah @yudisyuna @divisihumaspolri @rtmcjabar @bidhumaspoldajabar @polrescjr @humaspolrescianjur @polisi_indonesia @halo_polisi @polantasindonesia @abdinegara.indonesia_ @ntmc_polri #polri #poldajabar #kapoldajabar #polrescianjur #promoter #tmccianjur #polisi #police #polri #indonesia #jawabarat #cianjur #polisikeren #infocianjur

A post shared by INFOCIANJUR (@infocianjur) on

Tentunya hal itu menuai berbagai komentar dari warganet. Berikut ini beberapa komentar mereka.

@vika88566 “karna bawang????? brpa hrga bawang? gak sebanding dengan nyawa anak yatim…”
@iqbalee_putra “Semoga Allah yg akan membalasnya,dan smoga rahmat diberikn tempat yg terbaik Amin.”
@ambulanzigzag “innalilahi wa innaillaihi rojiun, semoga Allah swt menempatkan kamu ditempat terbaik. buat pelaku semoga laknat n azab Allah segera terjadi”
@pemimpiwawan “Sangat marah.”

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan