Anda Gubernur DKI Bukan Tukang Gusur Masyarakat DKI!” by @Tommy_Soeharto1

Posted on

Pemimpin ada karena dipilih rakyat, tentu rakyat memilih karena ingin kehidupan mereka diperhatikan bukan dimatikan. Jika ingin menggusur tentu ada konsekuensi. Ganti untung, saya perjelas lagi ” BAYAR Ganti untung bukan Ganti Rugi..!! ”

Masyarakat bukan sasaran Latihan tendang menendang. Bayangkan saja jika saudara Anda sendiri diinjak ditendang, apa yang ada di benak Anda? Tentu akan marah sedih dan sebagainya “Kalau masih punya Rasa kemanusiaan bukan perasaan hewan”.

Saya tidak menyalahkan penertiban tapi saya merasa cara penertiban itu yang salah dan tidak berperikemanusiaan. Alasan Rakyat bertahan tidak perlu bertanya kenapa? Ada apa? Tentu saja mereka mempertahankan Hak hidup mereka. Mempertahankan sumber penghidupan keluarga mereka, tempat tinggal mereka. Orang tidak sekolah juga tau..!!!

Emosi tidak perlu dipertontonkan karena semua manusia memiliki emosi, memimpin itu harus santun dalam berbicara, tidak perlu main bentak. Masyarakat sudah sulit jangan ditambah kesulitan mereka dengan cara kasar Anda dalam bernegosiasi.

Anda saat sekolah sebenarnya di ajarkan sopan santun dalam berbicara atau tidak? Ingat DKI itu milik Rakyat bukan milik pemerintah. Pemerintahan DKI ada karena Rakyat memilih orang-orang yang akan duduk di kursi pemerintahan.

Itu DPRD kalau tidak bisa membela rakyat yang sengsara sebaiknya bubarkan saja.

Yang  merasa Gubernur DKI, Ingat Anda Gubernur DKI bukan Tukang Gusur masyarakat DKI.!!! Paham Alhamdulillah, kalau tdk berarti Astagfirullah. Kebiasaan menunjuk kepala sendiri saat marah-marah menandakan kepala itu kurang berisi hal-hal yang  baik. Kosong seperti tong kosong.
Menurut sahabat semua, pejuang dan Aktivis HAM sudah melihat pelanggaran HAM di Pulo atau tidak. Kalau tidak, mungkin mereka butuh kaca mata. Mana nih yang punya slogan pro wong cilik. Kok tumben tidak bersuara ketika melihat wong cilik morat marit di hajar orang-orang yang  digaji rakyat.

Kampung Bantaran menjadi arena pertengkaran. Tidak punya sertifikat tapi punya KTP tentu saja pernah turut andil dalam Pemilu. Yang  baru kena gusur tapi tidak punya tempat untuk menginap sementara, silakan nginap di area Istana atau kantor pemerintah, itu milik rakyat.

Kok masih berani bilang Salah Siapa? Tentu saja salah yang  pernah berjanji tidak akan menggusur, yang pernah jalan-jalan ke sana saat kampanye siapa? Bukti Selfie saat masa kampanye di Kampung Pulo kira-kira masih ada apa tidak? Kalau ada diperbesar saja jadikan Baliho atau spanduk 😉

Untuk mewujudkan kampung bantaran yang asri tapi tidak juga merugikan masyarakat sesuai yang dijanjikan diperlukan aturan ketat. Penuhi janji sesuai perjanjian sebelum Pemilu, tata lingkungan sesuai hasil pembicaraan dengan warga kampung bantaran sebelum pemilu.

Warga Kampung bantaran dilarang keras membuang sampah sembarang tapi di wajibkan Juga untuk menjaga kebersihan sungai dengan ketat. Jika ada warga yang  membuang sampah sembarang dan tidak pro aktif menjaga lingkungan, silakan keluarkan warga tersebut dari lingkungan.