Home Dunia Islam Antara Materialisme, Atheisme, Relativisme, Sekulerisme, Humanisme, Liberalisme & Pluralisme | @Hafidz_Ary

Antara Materialisme, Atheisme, Relativisme, Sekulerisme, Humanisme, Liberalisme & Pluralisme | @Hafidz_Ary

SHARE

Sudah tidak relevan lagi kita membincangkan pluralisme relativisme, JIL sudah meninggalkannya. Karena sudah tidak relevan lagi membahas relativisme, maka juga sudah tidak relevan lagi membahas liberalisme. JIL menguburnya.

Sudah tidak relevan lagi kita bicara tentang relativisme kebenaran, JIL sudah sadar. Ketika JIL aka JIN menebar caci maki “goblok” “pekok” “tolol” dan bahkan selembut “ngawur”, maka relativisme kebenaran mati seketika.

Karena materialisme maka atheisme pun sekulerisme maka humanisme maka relativisme maka liberalisme. Karena materialisme maka atheisme pun sekulerisme maka humanisme maka relativisme maka liberalisme pun pluralisme. Karena liberalisme maka hedonisme.

Karena materialisme, bahwa segala hal baru dianggap ada jika berwujud materi, maka hasilnya atheisme, tidak percaya Tuhan, malaikat, akhirat. Karena materialisme juga maka hal-hal seperti agama yang bicara nonmateri disingkirkan dari mengurus kehidupan, maka lahirlah sekulerisme.

Baca juga:

Karena sekulerisme, hanya yang materi yang boleh jadi aturan kehidupan, maka lahir humanisme, manusia sebagai pusat kebenaran. Ketika manusia yang menjadi sumber kebenaran ini banyak, kemudian siapa yang benar? Relatif,  maka relativisme hadir sebagai dampak lainnya demokrasi.

Karena humanisme, manusia jadi sumber kebenaran, apa batasnya? Bebas sebebasnya, selama tidak mengganggu orang lain, liberalisme. Karena relativisme, kebenaran relatif, juga maka lahirlah pluralisme, semua agama benar, tidak boleh ada yang klaim kebenaran.

Karena liberalisme, bebas selama tidak mengganggu orang lain, maka juga lahir hedonisme, berbuat apapun yang penting bahagia dan mengganggu orang lain.

Makin jauh manusia melenceng, bermula dari materialisme atau firaunisme. Itu kenapa di awal-awal Albaqarah diceritakan ciri orang munafiq, yang di bibirnya bilang beriman pada Allah dan akhir, padahal tidak beriman.

Itu kenapa statement dari JIL: “Alquran itu dongeng” “percaya hari akhir? emang doi janji apa?” “orang pagan lebih rasional”. Setelah bilang “alquran dongeng” “pagan lebih rasional”, lain waktu bibirnya bilang “diridhai Allah” karena memang cirinya begitu. “Diantara manusia ada yang mengaku beriman pada Allah dan hari akhir, padahal tidak beriman” Kadang bilang beriman, terus bilang “pagan lebih rasional”.

loading...

Keyakinan liberal mereka diawali keyakinan relativisme, keyakinan relativisme bersumber dari keyakinan humanisme, manusia sebagai sumber kebenaran. Dari mana sumber keyakinan humanisme, manusia sumber kebenaran dan bukan Allah? Ia diawali keyakinan atheisme, Allah tidak ada.

Tapi kok bisa atheisme? Karena mereka berargumen mereka tidak melihat Allah, karena tidak bisa dilihat maka tidak ada, materialisme. Dari mana materialisme berasal? Belajar dari Firaun dan Abdullah bin Ubay bin Salul, materialiame berawal dari kedudukan.

Kalau materialisme yang dihinggapi pengasong sepilis di Indonesia, berawal dari dollar dan beasiswa, seremeh itu. Mustahil orang materialisme, kemudian tiba-tiba bilang “di hari itu, yang diridhai Allah adalah Islam liberal” Setiap kata-katanya babak belur.

Materialisme jelas tak percaya Allah dan Hari Akhir karena tidak wujud materi. Menggabungkan Islam dan liberal juga tidak logis, Islam artinya kepatuhan total pada Allah, sedang liberal kebebasan total

Begitulah tentang isme isme dan hubungannya. Tentang materialisme, akar materialisme barat unik, diawali oleh problem yang ada pada kristen dan gereja, sehingga barat menjadi materialisme.
ketika JIL bilang “Tuhan banyak itu lebih demokratis”, sebenarnya mereka juga tidak percaya ada Tuhan banyak, wong materialisme. Karena tinggal Islam yang masih bertahan dari gempuran liberalisme, yang lain sudah tumbang.

Tentang pluralisme (agama), ini juga anak kandung relativisme karena kebenaran relatif, maka semua agama benar. Begitu penjelasan sederhana tentang isme isme. Tipikal anak ITB tidak suka bertele-tele, dan tidak suka muter-muter tidak jelas yang membingungkan.

Konsekuensi dari materialisme adalah atheis, mengaku materialisme tapi tidak atheis ya kayak di albaqarah tadi, bibir aja yang beriman. Konsekuensi dari materialisme juga adalah sekulerisme, kalau tidak berwujud maka tidak boleh atur-atur kehidupan, agama diusir.

Konsekuensi materialisme atheisme. Dan sekulerisme adalah humanisme, manusia lah yang berhak menjadi sumber kebenaran. tersesat dari awalnya.

Kultwit @hafidz_ary 19/09/2015 10:36:51 WIB

SHARE