Home Erikar Lebang Apa Itu Kangen Water? Fungsi dan Perbedaanya dengan Air Biasa

Apa Itu Kangen Water? Fungsi dan Perbedaanya dengan Air Biasa

SHARE
oleh:
Erykar Lebang  

Apa Air Kangen itu Air Ajaib?

Tulisan kali ini lebih saya arahkan untuk komunitas yang sudah akrab dengan Air Kangen. Sebelum menulis ini, saya sempat membaca tulisan yang mengatakan bahwa bahwa air ini mirip air doa. Ahli kesehatan yang menulis ini mengaku jika awalnya dia tidak paham dengan Air Kangen, namun tiba-tiba ia melanjutkan bahwa air ini tak lebih dari ‘air yang didoakan’. 

Ia pun menyanggah kegunaan Air Kangen dalam konteks, yang sebenarnya sama saja dengan menunjukkan ketidakpahamnya, yaitu memberikan efek basa pada tubuh. “Toh apapun yang masuk ke dalam lambung akan berubah menjadi netral.” Itu sanggahannya. Benarkah? Menggelikan juga sebenarnya kalau kita paham. Sudahlah, kalau orang tidak tahu kemudian nekat memberi tahu, anggap saja sok tahu, ya? Tapi, fenomena statement tadi menarik untuk dibahas.

Fungsi Air Kangen 

Pertama, tentang Air Kangen yang sama fungsi dengan air yang didoakan. Diberi jampi-jampi? Bisa jadi ya, bisa jadi tidak? Tanya saja dia. Sebenarnya statementitu mungkin mengacu pada teori Masaru Emoto yang mengatakan bahwa molekul air akan berubah sesuai stimulan yang diberikan. Inilah contoh teori dari Emoto. Bila diberi stimulan, molekulnya secara ajaib berubah bentuk. Beda maksud makan akan beda bentuk (http://t.co/RbTrcOWrJp). 

Air yang diberikan stimulan positif, molekulnya akan berubah menjadi teratur dan harmonis. Mungkin ini yang dimaksud dengan “air yang diberi doa”. Masalahnya, apa yang terjadi bila air bermolekul cantik itu masuk ke dalam tubuh manusia? Tak tau juga? Masaru Emoto sendiri tidak menjelaskan dengan detil.
Setidaknya, bila kita cek buku Beliau, Message From Water dan Hidden Messages In Water, Beliau tidak menjelaskan secara konkrit efeknya kepada manusia. Beberapa bagian tulisan bukunya lebih menjelaskan fungsi air bermolekul harmonis itu dalam bentuk yang abstrak dan cenderung berfilsafat. Nah, penjelasan si ahli kesehatan tadi yang menyamakan Air Kangen dengan air didoakan jelas menggambarkan keabstrakan yang sama dalam pemahaman. Dengan kata lain, sebenarnya dia tidak mengerti apa-apa, hehe.
Apa itu Air Kangen?
Apa sih sebenarnya Air Kangen itu? Penjelasannya bisa beragam. Yang paling populer adalah “air yang bersifat basa”. Pengertian tersebut benar walau kurang pas. Air bersifat basa tidak serta merta positif untuk tubuh. Hal ini mengacu pada teori Antoine Bechamp, “tubuh yang sehat PH-nya netral cenderung basa.” Kita disarankan untuk mengkonsumsi makanan pembentuk basa yang bersifat natural, yaitu buah dan sayuran segar untuk membentuk “PH netral cenderung basa.” Air pun demikian. Kita disarankan untuk mengkonsumsi air yang memiliki sifat basa yang kuat. Namun, acuannya bukan air yang direkayasa sembarangan.
Sebenarnya air bersifat basa umumnya dihasilkan oleh mata air alam. Namun, beberapa daerah memiliki air dengan karakter basa yang amat istimewa, misalnya Air Zam-Zam di Mekkah dan Arab Saudi. Air Tlacote di Meksiko, Air Lourdes di Perancis dan Air Nordenau di Jerman merupakan contoh-contoh air yang berkarakter basa kuat. 

Konsep basa ditandai dengan kehadiran dua mineral secara signifikan di antara mineral lainnya, yaitu kalsium dan magnesium, tapi harus dalam rasio yang pas. Air alam yang disebut tadi memiliki karakter rasio yang pas, yaitu 2 : 1. Cocok dengan kebutuhan tubuh manusia, tidak akan menumpuk merugikan.
Berdasarkan hal ini, muncul banyak teknologi yang berusaha menduplikasi konsep air basa tersebut, tapi dengan jalan pintas, yaitu menambahkan mineral saja. Akhirnya, rasio tepat antara kalsium-magnesium menjadi tidak terbentuk dengan ideal. Malah merugikan tubuh jika misalnya kalsiumnya ternyata terlalu banyak. Kalsium yang berlebihan akan mengasamkan PH darah, memicu tubuh melepas kalsium tulang untuk membuatnya kembali netral, ini sama saja dengan osteoporosis dini. Kalsium yang rasionya tidak seimbang dengan magnesium akan mengendap dalam sel. Hasilnya? Arteriosklerosis dan tekanan darah meninggi. Itulah sebabnya tidak semua air berembel-embel “air bersifat basa”, identik dengan konsep Air Kangen atau air basa yang asli buatan alam.
Air basa gadungan juga beri konsep mineral berlebih yang sangat mungkin memberikan efek penumpukan serta beban di beberapa organ vital tubuh. Konsep Air Kangen mengacu pada rekayasa penciptaan sifat basa pada air, namun berberbasis pada proses stimulasi, bukan memaksa menambahkan mineral. Yang ini sedikit rumit. 

Tapi saya akan coba sederhanakan semudah mungkin. Kita harus mengingat pada dua pendekatan, yaitu oksidasi dan reduksi. Oksidasi adalah saat molekul kehilangan elektron yang dapat mengacaukan harmoninya. Akibatnya, dalam tubuh kita molekul itu akan mencari elektron pengganti. 

Terlalu banyak memasukkan molekul dengan konsep oksidasi akan mengacaukan sistem molekular tubuh, akumulasinya ialah fungsi tubuh kita banyak yang rusak. Air ledeng yang disterilisasi dengan klorin adalah contoh substansi yang penuh dengan molekul rusak oleh oksidasi. Contoh lain ialah makanan yang digoreng.
Kebalikan dari oksidasi adalah reduksi. Reduksi ialah proses molekul menerima elektron. Rekayasa reduksi inilah yang diteliti dan hasilkan Air Kangen. Teknik yang digunakan bernama elektrolisis, yaitu air diberikan potensial listrik rendah (kutub negatif) demi menduplikasi efek reduksi yang alami. 

Mineral seperti kalsium-magnesium terproduksi secara alami lewat proses elektrolisis dengan rasio yang tepat. Sebuah duplikasi proses alam yang hebat. Jadi, Air Kangen adalah air yang melewati proses elektolisis dan memiliki daya reduksi kuat, serta tidak tercemar substansi yang tidak berguna. 

Mengkonsumsi Air Kangen dengan rutin memberikan efek positif bagi tubuh. Hal ini mengacu pada teori Antoine Bechamp tentang konsep PH netral cenderung basa. Sayangnya, memang pemikiran Bechamp kurang didukung oleh dunia kesehatan umum karena konsepnya yang cenderung ke pencegahan dan perawatan.
Disebabkan pemikiran Bechamp tersebut berat ke pencegahan serta perawatan, tentu saja sisi komersilnya juga lemah. Jelas saja bahwa industri tidak akan memihak ke sana. Jadi, kalau kemudian muncul pemahaman ‘tulalit’ seperti “percuma mengkonsumsi substansi basa, tohmasuk lambung jadi asam semua”, ya normal saja. 

Karena saat sekolah logika pemikiran Antoine Bechamp tidak diperkenalkan secara baik, malah bisa jadi tidak pernah diperkenalkan sama sekali. Padahal, pendekatan Bechamp sebenarnya jauh lebih mengacu pada fungsi kesehatan hakiki daripada pendekatan Pasteur yang lebih populer.
SHARE