kritik-seni
www.wncfilm.net

Apa Itu Seni? Sebuah Perbedaan Definisi Keindahan

Posted on

“What is art? What makes it good or bad, and who decides?”
Katherine Watson, Mona Lisa Smile (2003)

“Gue juga bisa bikin lukisan kayak begitu,” kata kebanyakan orang ketika melihat sebuah lukisan yang cuma dicat biru, dipajang di galeri seni, dan dihargai ratusan juta. Kadang kita bertanya, bahkan saya sendiri pun bertanya, bagaimana orang bisa mengapresiasi karya Monochrome oleh Yves Klein, ketika dibandingkan dengan karya The Music Lesson oleh Johannes Vermeer.

Rasanya seperti membandingkan telur putih dengan telur Paskah yang telah dihias. Apa yang membuat satu lebih indah dari satu yang lainnya?

Sekitar 60.000 tahun yang lalu, seni, bagi manusia purba adalah suatu ungkapan akan kekagumannya pada alam. Kekaguman ini tidak semerta-merta karena alam itu indah, namun, “Karena alam itu ada,” (Hartoko, 1984, 21). Hasrat berkesenian oleh manusia purba, sekalipun hanya sebuah goresan garis juga merupakan suatu usaha leaving footprints in the sand of time. Misalnya dengan membuat proyeksi kaki manusia di sebuah batu, dll.

Selain itu, manusia juga memiliki kemampuan membayangkan akan apa yang mungkin terjadi di waktu mendatang, dan kemampuan mengantisipasi, serta bermimpi. Dengan kemampuan tersebut, timbul hasrat untuk mengkomunikasikannya dengan manusia lain.

Bentuk komunikasi ini awalnya sulit melalui ucapan karena belum ada standarisasi bahasa. Maka manusia purba pun mencoba alternatif lain melalui warna, gerakan, dan gambar. Dengan demikian seni tidak lagi menjadi persoalan akan alam dan seniman, tetapi juga melibatkan pihak penikmat.

“Dalam teori seni yang klasik terdapat tiga unsur: sang seniman, karyanya dan si penikmat. Kemudian si penikmat dipersilakan keluar dan tinggallah sang seniman dengan karyanya. Dan akhir-akhir ini sang seniman pun dipersilakan turun dari panggung, sehingga tinggallah karya seni itu sendiri.” (Hartoko, 1984, 40)

Seiring waktu berjalan, seni pun berkembang ke dalam berbagai bentuk seperti pahatan, tarian, musik, dll. sehingga seni tidak lagi memiliki 3 unsur, melainkan 4, yakni subjek pokok, seniman, penikmat, dan bentuknya sendiri. Dengan mengetahui unsur seni, maka kita dapat menilai seni dengan lebih jelas.

Baca juga: Pengertian Seni Kriya


Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan