Home Wisata Mengejutkan, Inilah Persamaan Eiffel, Candi Borobudur, dan Tembok Cina?

Mengejutkan, Inilah Persamaan Eiffel, Candi Borobudur, dan Tembok Cina?

SHARE

Ketiganya adalah bangunan yang dibuat dengan tingkat kesulitan dan jumlah pekerja yang tidak sedikit. Namun, dengan konsistensi dan kebersamaan, tiga pemandangan megah ini bisa kita nikmati hingga sekarang.

Lahiya! Semegah apakah ketiganya?


Menara Eiffel


menara eiffel

Kita mulai pertama kali dari Menara Eiffel. Nama menara ini diambil dari nama perancangnya, Eiffel. Niat awalnya, Eiffel ingin struktur bangunan miliknya didirikan di Barcelona untuk nantinya menjadi bagian dari Pameran Universal pada tahun 1888.

Niat ini tidak tercapai karena desain Eiffel, bagi panitia acara, dipandang aneh, sekaligus mahal dan tidak pas dengan kota. Diceritakan, Eiffel tetap berhasil mendirikan menaranya untuk sebuah pameran, meski bukan pameran di Barcelona. Tepatnya untuk Exposition Universelle, pameran level internasional sekaligus perayaan 100 tahun Revolusi Perancis.

Tingkat kesulitan dan resiko yang diambil saat pembangunan menara ini benar-benar bukan main. Pengerjaan menara ini membutuhkan setidaknya 300 pekerja. Tugas-tugas mereka adalah menggabungkan 18 ribu lebih bagian besi benam, dan “memakan” 2.5 juta paku dalam bentuk struktural.

Mereka harus berhati-hati selama pengerjaan, terutama ketika menggunakan rel bantu, layar, dan takal gerak. Meski tingkat kerumitannya cukup menyita kehati-hatian dan kesabaran, menara Eiffel berhasil diselesaikan dan diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889 dan dibuka pada 6 Mei 1889.

Lucunya, pengerjaan menara Eiffel dianggap sebagai “masalah”. Media nasional Perancis memuat berbondong kritik dari berbagai lapisan di masyarakat Paris. Eksistensi menara yang berdiri tepat di tepi sungai Seine, Champ de Mars ini diprotes karena mengganggu kepentingan publik.

Nah, situasinya menjadi lebih lucu setelah izin pendiriannya expired, menara ini tetap tak dirobohkan, tetap tegap berdiri, dan malah mendatangkan keuntungan bagi negara karena menjadi salah satu bangunan paling terkenal yang pernah ada.

Baca juga:

loading...

Candi Borobudur


kemegahan candi borobudur

Berbeda dengan profil Eiffel, Candi Borobudur, sebagai salah satu situs yang pernah diakui sebagai bagian dari daftar “Tujuh Keajaiban Dunia”, lebih mencengangkan dan mengajak kita berpikir panjang. Candi yang berlokasi di kota Magelang ini, dikatakan sebagai candi terbesar yang pernah dibangun guna menghormati Buddha.

Tingginya mencapai 35.29 meter, dengan luas mencapai 14 ribu meter persegi. Borobudur, yang persisnya terletak di Mungkid, sekitar 40 km lebih di sebelah laut kota Yogyakarta, terdiri dari 2 juta balok batu andesir, jumlah yang setara dengan 50 ribu meter persegi.

Terdiri dari tiga bagian, yakni bagian atas, badan, dan kaki, candi ini punya berat total mencapai 3.5 juta ton! Tidak diketahui berapa banyak pekerja yang terlibat dalam pengerjaan peninggalan Dinasti Syailendra pada abad ke-8 ini. Namun yang jelas, jumlahnya amat besar mengingat, selain pengerjaan bangunan, candi ini adalah candi yang memuat pesan-pesan ajaran Buddha yang diukir dalam bentuk relief, yang panjangnya mencapai 6 km!

Mampir ke sini:


Tembok Besar China


tembok besar china

Terakhir, salah satu karya kebersamaan bangsa manusia yang mengundang decak dan keheranan “bagaimana-bangunan-itu-bisa-ada” adalah Tembok Besar Cina atau biasa dikenal dunia internasional dengan “The Great Wall of China”.

Pengerjaan tembok yang awalnya dibangun untuk melindungi China dari bangsa Mongol ini menghabiskan waktu ratusan tahun, dan menjadi bangunan terpanjang pula di planet Bumi. Panjang diperkirakan 10.000 Li, atau kurang lebih 6.700 kilometer. “Muaranya” terletak di kawasan Sanhai Pass di timur, dan “hilirnya” di  Lop Nur di Barat.

Tingginya 8 meter, dengan lebar bagian atas 5 meter dan bagian bawahnya 8 meter. Terdapat menara pengintai tiap 180 – 270 meter, yang tinggi menaranya mencapai kurang lebih 12 meter. Bagian dalam tembok ini adalah tanah yang dicampur dengan bata dan batu-batuan, bagian atasnya didesain untuk jalan utama pasukan berkuda China.

Ada beberapa versi terkait kapan pengerjaannya dimulai. Yang pertama mengatakan sejak zaman Dinasti Qin, sedang versi kedua dari zaman negara-negara berperang. Setelah itu, pengerjaan Tembok China dilanjutkan oleh Kaisar Qin Shi-huang, lalu terhenti sejenak setelah beliau meninggal. Pada era Dinasti Sui, pengerjaan dikerjakan kembali, dan rampung pada Dinasti Ming.

Sama dengan Borobudur, tidak diketahui persis berapa orang yang terlibat dalam penyelesaian bangunan yang prosesnya memakan rentang waktu hingga 5 dinasti ini. Satu yang jelas, tembok ini telah bertahan lebih dari 2000 tahun, dan dikatakan bisa dilihat dari bulan.

Kalau manusia bersama-sama bersatu, ternyata kita bisa membuat sesuatu yang luar biasa, bukan? Kalau begitu, kenapa kita lebih suka berpecah ketimbang bersama-sama membangun negeri? [Fatih Zam/Mizan.com/Sumber: id.wikipedia.com] 

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan