Apa yang Terjadi Terhadap APBN jika Semua Honorer Diangkat Menjadi PNS?

Posted on

Lahiya – Persaingan di dunia kerja begitu ketat. Seiring dengan tuntutan serta kebutuhan yang semakin tinggi mengikuti zaman, masyarakat pun berlomba untuk mendapatkan pekerjaan yang paling aman dan terjamin. Pegawai Negeri Sipil (PNS) salah satunya.

Namun, karena itulah tes untuk bisa mendapatkan posisi di kursi PNS pun tidak mudah. Di antara hiruk pikuk masyarakat Indonesia yang bersaing untuk menjadi PNS, tidak sedikit pula yang akhirnya bekerja sebagai pegawai honorer.

Mereka menjadi pegawai yang belum diangkat menjadi pegawai tetap di institusi pemerintah dengan menerima upah bulanan namun jadwal kerjanya tidak tetap. Rupanya, hal ini pun menjadi gejolak yang sebenarnya sudah ada sejak lama.

Belakangan isu ini kembali merebak lantaran di Indonesia masih ada begitu banyak pegawai honorer yang meminta agar diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun, tampaknya keputusan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI akan membuat laju permintaan ini menjadi lebih kalem.

Baca juga: Tanggapan Ahok Soal Kabar ‘Good Friend’-nya Veronica Tan

Disinyalir, Baleg DPR RI memang sudah memberikan tanda bahwa pemerintah setuju atas pengangkatan honorer K2 diangkat menjadi CPNS, namun tak langsung semuanya terakomodir. Wakil Ketua Baleg Totok Daryanto menyampaikan untuk bisa diangkat CPNS akan dibuatkan kriteria.

“Jumlah honorer K2 sekarang 400 ribu. Belum ditambah dari pegawai tidak tetap, dan lain-lain. Kalau diangkat semua ya jebol APBN,” ujar Totok Rabu (17/1) seperti dikutip dari JPNN.com.

Ia pun memahami kalau banyak honorer K2 yang usianya sudah di atas 35 tahun. Malah ada juga puluhan yang sudah mencapai usia menjelang masa pensiun.

Menurut Totok, apabila nanti ada rekrutmen, maka akan diatur supaya yang usia lanjut diangkat duluan. Ini berdasarkan aspek keadilan. Ia juga meminta kepada seluruh honorer agar memahami hal itu bahwa yang diangkat tak bisa semuanya.

“Jadi setelah ini tidak ada lagi pengangkatan CPNS lewat jalur honorer. Semuanya harus lewat tes,” ia menegaskan.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan