Astaga! Demi Rp 4,8 Juta Setiap Mayat, Petugas Ambulans Ini Tega Suntik Mati Pasien Kritis

Posted on

Lahiya – Pekerja di dunia kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk nyawa pasien yang mereka tangani. Kesalahan sedikit saja bisa menyebabkan masalah mengerikan di kemudian hari. Bahkan tidak sedikit kasus yang berujung kematian.

Namun sementara para praktisi kesehatan berjuang mati-matian untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi pasien mereka, ada seorang petugas mobil ambulans yang justru nekat menghabisi nyawa pasiennya hanya demi bayaran uang sebesar Rp 4,8 juta, seperti yang diwartakan Okezone.com.

Pihak kepolisian Pulau Sisilia, Italia berhasil mengamankan seorang pekerja ambulans yang diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap beberapa orang karena diiming-imingi sejumlah uang dari sebuah tempat pemakaman.

Menurut hasil penyidikan, pria biadab tersebut menyuntikkan udara ke pembuluh darah pasien yang kondisi kesehatannya sudah sangat parah, bahkan bisa digolongkan kritis. Dilaporkan setidaknya ada  tiga orang pasien sakit parah yang dibawa ke rumah sakit tersebut dan berakhir dengan nyawa melayang

Baca Juga: Ngeri! Video Detik-Detik Kecelakaan Beruntun, Mini Cooper Seharga 700 Juta Seruduk Pick Up

Untuk setiap orang yang berhasil dihilangkan nyawanya oleh petugas tak berhati nurani tersebut, lebih lanjut akan direkomendasikan supaya dimakamkan oleh sebuah badan yang terhubung dengan sekelompok mafia.

Pelaku dikatakan akan menerima uang sebesar 265 Poundsterling atau yang setara dengan Rp 4,8 juta untuk setiap mayat yang ia serahkan. Dan lantaran perbuatan kejinya tersebut, media Italia pun menyebutnya sebagai skandal ‘ambulans kematian’.

Seperti yang diwartakan Okezone.com, Sabtu (23/12/2017), melansir laman BBC, pihak kepolisian telah berhasil menahan pria yang dikatakan sebagai anggota mafia tersebut setelah melakukan sebuah kontak.

Baca Juga: Terperangah Dengar Tio Pakusadewo Terjerat Narkoba, Begini Tanggapan Indro Warkop

Akibat suntikan udara ke dalam pembuluh darah yang dilakukan oleh tersangka, pasien akan meninggal karena emboli. Selanjutnya pria berusia 42 tahun ini akan merekomendasikan badan pemakaman yang terkait dengan mafia Sisilia kepada keluarga yang tengah berduka tersebut.

Laporan menunjukkan kasus tersebut telah beroperasi sejak tahun 2012, sehingga tak menutup kemungkinan ada korban lainnya yang berkaitan dengan skandal ini. Namun dari puluhan catatan kematian di Biancavilla, hanya 12 kematian yang dianggap berhubungan hingga sejauh ini. Dan hanya tiga yang kemudian diajukan ke hakim investigasi.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan