Astaga! Seorang Ibu Tega Menjual Anaknya Rp 20 Juta, Alasannya Bikin Netizen Geram

Posted on

Lahiya – Seorang wanita bernama Fatimah (38), warga Jalan Ali Gatmir Kelurahan 13 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I melakukan hal yang sangat kejam. Fatimah nekat menjual anaknya sendiri, Azmie Aura Salbitan (2,5) senilai Rp 20 juta kepada A Masja Sunadi (45), warga Kelurahan Gembor Udik Kecamatan Cikande Serang Banten.

Apa yang dilakukan oleh Fatimah bukan terpaksa lantaran faktor ekonomi. Namun, menurut hasil pemeriksaan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Palembang, uang yang ia dapat digunakan untuk berpesta narkoba jenis sabu-sabu bersama dengan teman-temannya.

Terkuaknya kasus penjualan anak ini ketika Junaidi, suami Fatimah, membuat laporan ke Mapolresta Palembang, sebab istri dan anaknya sudah satu bulan menghilang dari rumah.

Baca juga: Masih Ingat Sumanto? Lama Menghilang, Sekarang Muncul Langsung Bikin Heboh Lagi

Tetapi, tak berselang lama sehabis ia membuat laporan, Junaidi berhasil menemukan istrinya di kawasan Pusri. Saat itu Jamilah tidak bersama anaknya, ia pun ditemukan suaminya hanya seorang diri.

Junaidi awalnya tidak merasa curiga. Kemudian, lantaran merasa istrinya telah ditemukan, ia pun mendatangi Mapolresta Palembang dan melaporkan informasi tersebut.

“Fatimah ini bilang kepada suaminya kalau anaknya tersebut dititipkan di rumah tetangganya. Tapi anggota kami tidak percaya sampai di situ saja, dan terus melakukan penyelidikan,” ujar Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono ketika menggelar hasil tangkapan di lobi Mapolresta Palembang, Kamis (18/1) sore, seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Setelah diselidiki lebih lanjut, terungkaplah Fatimah tidak menitipkan anaknya kepada tetangganya namun dijual. Dari sini, Fatimah pun diamankan dan ia harus mendekam di balik jeruji besi.  Selain Fatimah polisi juga menahan Masja Junadi, dan berhasil pula memulangkan Azmie pada ayahnya.

Baca juga: Foto Prewed Ardina Rasti Nyeleneh Bikin Netizen Gemas, Gara-Garanya ‘Ngangkang’

“Kami temukan anak itu di Serang, bersama pembelinya. Berdasarkan keterangan pembelinya ini, ia mau membeli anak tersebut karena memang ditawari oleh Fatimah, selain itu pembelinya ini memang tidak memiliki anak,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, Fatimah diancam dengan pasal 76 F junto pasal 83 UU RI no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Masih terus kami kembangkan, jika ada pelaku lain yang terlibat,” terang Wahyu. Sedangkan Fatimah yang memakai baju tahanan berwarna oranye dengan wajah ditutupi masker, cuma bisa terduduk lesu.

Ibu lima orang anak tersebut mengakui semua perbuatannya, termasuk juga dirinya yang menghabiskan uang itu untuk berpesta sabu dengan teman-temannya.

Baca juga: Polri Ungkap Kebohongan di Ceramah Ustaz Zulkifli Ali

“Saya khilaf pak, saya melakukan ini karena kebutuhan ekonomi kami yang susah. Anak kami juga terlalu banyak, sedangkan suami bekerja serabutan, jadi saya kasihkan saja,” ujarnya.

Fatimah pun mengakui bahwa uang hasil penjualan bayinya itu ia habiskan dalam waktu sebulan, cuma untuk belanja barang-barang seperti sandal, baju, dan ia berikan kepada keluarga temannya.

“Saya setelah menjual bayi itu tinggal bersama teman saya, jadi uang itu saya habiskan untuk belanja dan memberikan kepada anaknya teman saya,” tuturnya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan