Astaga! Siswa di Bondowoso Gangguan Jiwa karena Kecanduan Game

Posted on

Lahiya – Dalam beberapa bulan terakhir, Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur tercatat sudah merawat dua siswa yang kecanduan penggunaan gawai dan laptop. Terlebih, penggunaan gawai secara berlebih membuat mereka mengalami gangguan jiwa.

“Kedua pasien itu terdiri atas satu siswa SMP dan satunya siswa SMA,” ungkap dokter spesialis jiwa RSUD Koesnadi, dr Dewi Prisca Sembiring, Sp.Kj kepada wartawan di Bondowoso, seperti dilansir dari reportase AntaraNews.com, Rabu (17/01/2018).

Dokter Dewi menguraikan, tingkat kecanduan kedua anak itu sudah tergolong parah. Bahkan salah satunya hingga membentur-benturkan kepalanya ke tembok saat sangat ingin menggunakan gawai, namun tidak diizinkan oleh orang tuanya.

Dewi yakin, banyak anak lainnya yang mengalami hal serupa. Namun orang tua mereka enggan membawa anaknya ke rumah sakit atau kurang menyadari masalah yang sedang dihadapi si anak.

Baca juga: Benarkah Sinar Matahari Membuat Orang Lebih Sulit Gemuk?

“Untuk masalah ini kami memang harus terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin tahu bahwa RSUD Bondowoso kini juga merawat pasien dengan masalah kejiwaan. Masalah kejiwaan ini tidak identik dengan gila, tapi mereka yang mengalami tekanan dan lainnya perlu perawatan dan tidak usah malu, termasuk kami sosialisasikan informasi bahwa pasien ini juga bisa di-cover dengan BPJS,” paparnya.

Berdasarkan sejumlah data yang berhasil dihimpun dokter Dewi, awalnya orang tua tidak menyadari bahwa anak-anak mereka kecanduan gawai dan permainan (game). Orang tua baru menyadari keganjilannya setelah si anak jarang masuk ke sekolah dan prestasi akademiknya terus menurun.

“Bahkan si anak sudah (sampai) pada taraf tidak mau sekolah. Akhirnya dibawa ke poli jiwa. Kami menemukan bahwa awalnya anak menjadi sangat dekat dengan gadget dan laptop karena tugas-tugas sekolah. Waktu itu hampir semua tugas-tugas sekolah menggunakan teknologi ini, sehingga si anak kemana-mana membawa laptop,” dr Dewi menerangkan.

Terapi Realita

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan