Aturan Minum 8 Gelas Tiap Hari Ternyata Salah! Cara Ini Lebih Dianjurkan

Posted on

Lahiya – Selama ini, banyak informasi yang menganjurkan bahwa idealnya kita harus meminum delapan gelas air atau 1.9 liter air setiap hari. Sudahkah Anda mempraktekkannya? Bila belum, tak perlu merasa bersalah. Sebab, anjuran itu ternyata salah. Berdasarkan laporan dari National Institutes of Health pada Agustus 2015, 60 persen tubuh orang dewasa terdiri dari air. Air mengisi sebagian besar otak, jantung, paru-paru, otot, kulit, dan sekitar 30 persen tulang.

Air tak hanya menjadi zat utama dalam tubuh, air juga mengatur suhu badan. Selain itu, air berperan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh, untuk pembuangan, membentuk air liur, melumasi sendi, dan berfungsi sebagai peredam kejut untuk organ vital dan janin yang sedang tumbuh. Demikian seperti dikutip dari reportase Sains.Kompas.com, Rabu (10/01/2018).

Kegunaan air bagi tubuh memang tak bisa diragukan lagi. Namun, hanya ada sedikit kesepakatan di dunia sains mengenai jumlah air minum yang harus dikonsumsi setiap hari.

Tak Didukung Bukti Ilmiah

Ada fakta mencengangkan menyoal anjuran minum 8 gelas setiap hari ini. Pasalnya, walaupun anjuran itu mudah diingat dan sudah terlanjur menyebar luas, namun sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Hal ini diungkapkan oleh makalah dalam American Journal of Physiology pada 2002 silam.

Baca juga: Catat Tanggalnya! 7 Fenomena Langit Ini Tak Boleh Dilewatkan di Tahun 2018

Faktanya, sudah banyak riset yang menganjurkan bahwa dalam kondisi sehat, manusia dewasa tidak memerlukan jumlah sebanyak itu (8 gelas setiap hari).

Makanan dan minuman

Dalam reportase Live Science, Jumat (07/01/2018), dikatakan bahwa memenuhi kebutuhan air dalam tubuh tak hanya diperoleh saat minum dari gelas saja. Meski cara itu paling mudah dan efisien, tapi ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

Salah satunya adalah lewat makanan. Segala makanan yang masuk dalam tubuh kita sebenarnya mengandung air, terutama buah dan sayur. Bahkan, buah-buahan seperti semangka dan stroberi mengandung lebih dari 90 persen air menurut beratnya.

Departemen Pertanian AS menyebutkan, makanan yang berbeda secara alami mengandung jumlah air yang berbeda pula.

Berdasar laporan National Academies of Sciences pada 2004, orang Amerika mendapat asupan air sebanyak 20 persen setiap hari dari makanan. Hal ini penting untuk hidrasi.

Selain makanan, sumber mineral lain adalah minuman. Minuman non-alkohol seperti kopi, teh, susu, jus, dan soda juga mengandung banyak air. Semuanya berkontribusi pada masalah hidrasi manusia.

Terkait kopi, ada riset menarik yang dipimpin oleh Lawrence Armstrong, seorang profesor di Department of Kinesiology at the University of Connecticut.

Penelitian tersebut berhasil membuktikan bahwa kopi tidak menyebabkan dehidrasi dan menyebutkan bahwa kopi merupakan bentuk asupan H20 yang sesuai. Namun, harus diingat bahwa kopi juga menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala dan gangguan tidur.

Oleh sebab itu, saat kita mengonsumsi air putih, makanan, dan minuman lain dalam satu hari, ternyata jumlah air yang masuk dalam tubuh sudah lebih dari dugaan.

Laporan National Academies of Sciences pada 2004 menunjukkan bahwa wanita bisa mengonsumsi total sekitar 2,7 liter air dari semua makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh setiap hari. Sementara itu, pria bisa memperoleh air untuk tubuh sekitar 3,7 liter setiap hari.

Namun, itu masih panduan umum yang belum didukung riset ilmiah yang kuat.

Rumus menghilangkan dehidrasi

Sebenarnya, tak ada rumus pasti untuk menghilangkan dehidrasi. Ini dikarenakan kebutuhan setiap orang bervariasi, tergantung dari usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, kesehatan, juga iklim di tempat tinggal mereka.

Saat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat, ini berarti Anda harus mendapatkan air lebih banyak sebagai gantinya. Air bisa didapat dari air putih, makanan, atau minuman lain.

Hal ini juga berlaku bagi orang yang melakukan pekerjaan fisik yang berat di iklim tropis. Mereka memerlukan lebih banyak air daripada orang yang menghabiskan lebih banyak waktu bekerja di ruangan ber-AC.

“Sebagian orang sehat cukup memenuhi kebutuhan hidrasi harian dengan membiarkan rasa haus memandunya,” ungkap temuan dalam National Academies of Sciences.

Secara alami, tubuh akan merasa haus saat tingkat hidrasi menurun, dan air adalah obat terbaik yang paling mudah.

Baca juga: Luar Biasa! Ditanya Warisan oleh Hotman Paris, Roro Fitria: Jangan Bilang-bilang, Paling cuma Rp750 Miliar

Selain rasa haus, urin juga bisa dijadikan panduan apakah Anda sudah mengonsumsi cukup air. Urin berwarna kuning atau oranye gelap menandakan dehidrasi, sementara urin yang terhidrasi dengan baik akan berwarna kuning pucat atau tidak berwarna.

Intinya, segera minum saat Anda sudah haus dan sewaktu mengeluarkan keringat karena itu merupakan sinyal yang diberikan tubuh Anda.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan