Bandingkan! Dulu Ahok Pakai Operasional Gubernur Untuk Bantu Lansia, Kini Anies Pilih Program Khusus Ini

Posted on

Lahiya – Diungkapkan oleh Masrokhan selaku Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, inilah kali pertama program Kartu Lansia Jakarta (KLJ) diwujudkan dalam pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pada saat pemerintahan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya (Ahok-Djarot), program itu baru wacana dan belum terealisasi sama sekali.

“Kalau bedanya dulu sama Pak Ahok enggak ada, kan belum ada. Ini baru pertama kali direalisasikan waktu zaman Pak Anies,” tutur Masrokhan saat ditemui seusai peluncuran KLJ di Kompleks Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017). Demikian sebagaimana dilansir dari reportase Kompas.com, Jumat (22/12/2017).

Masrokhan melanjutkan, dulu belum ada program khusus untuk membantu para lansia. Program bantuan yang ada hanya bantuan corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah instansi.

Ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat masih menjabat, bantuan diberikan melalui dana operasional Ahok sebagai Gubernur DKI. Pada tahap awal, Pemprov DKI akan membagikan 14.520 Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang mulai didistribusikan pada Januari 2018.

Baca juga: Waduh! Akun Medsosnya Diblokir, FPI akan Boikot Facebook 24 Jam Saat Hari Natal?

“Kalau dulu namanya Kartu Jakarta Lansia, tapi sekarang Kartu Lansia Jakarta. Tim yang membuat Kartu Lansia Jakarta,” sahut Anies.

Seperti diketahui, program bantuan lansia menjadi fokus bagi Ahok-Djarot dan Anies-Sandi saat Pilkada DKI Jakarta.

Tim Anies-Sandi berencana memberikan bantuan langsung bagi para lansia. Namun saat itu, Anies-Sandi belum memberikan nama khusus bagi program tersebut.

Sementara, dulu, Ahok-Djarot menyebut program bantuan itu dengan Kartu Jakarta Lansia (KJL) dengan pemberian dana bantuan Rp 600.000.

Akan Tepat Sasaran

Untuk tahap awal, Anies mengeluarkan 14.520 KLJ untuk para lansia yang tersebar di sejumlah wilayah di Jakarta. Dari program itu lansia akan mendapatkan Rp 600.000 per bulan.

“Ini salah satu program prioritas di bulan ini. Lansia akan mendapatkan Rp 600.000 per bulan,” ungkap Anies.

Meski demikian, peluncuran KLJ hanya simbolis. Pendistribusian KLJ akan mulai dilakukan pada Januari 2018. Pendistribusian KLJ akan bekerja sama dengan Bank DKI. Lansia yang mendapatkan KLJ berasal dari warga tak mampu.

Lansia akan didata terlebih dulu oleh pengurus RT/RW dan kelurahan setempat sebelum mendapatkan KLJ.

Sewaktu mendatangi Bank DKI, para lansia akan didampingi sejumlah petugas. Anies meyakinkan bahwa pendistribusian KLJ akan tepat sasaran.

Baca juga: Tegas! Harga BBM Papua Dikeluhkan, Jokowi: Laporkan di Mana, Itu yang Saya Kejar

“Ini merupakan program yang sifatnya membantu. Kami ingin agar orangtua kita di akhir perjalanan hidupnya mendapat kebahagiaan. Kalau lansia jangan dipandang sebagai orang tua biasa, tetapi pandang sebagai orang yang melahirkan kita,” demikian disampaikan Anies.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan