Home Dunia Islam Bank Syariah Tahan Krisis? | @ahmadifham

Bank Syariah Tahan Krisis? | @ahmadifham

SHARE
bank syariah terhadap krisis ekonomi

Bank Syariah tahan krisis? How come? Bagaimana bisa?

Bank Syariah terbukti sama saja tidak tahan krisis seperti terbukti di tahun 1998. NPF 60%. Mendadak Ekuitas tinggal 1/3-nya. Negara gak mau memberikan talangan. Alhamdulillah (mungkin) dengan fadhilah dan barakah Tahajjud On Call yang mereka laksanakan, terfakta ada yang mau memberi talangan kepada Bank Syariah yakni IDB (Islamic Development Bank) yang menjadikannya sebagai Bank Syariah ASING dari 1998-2015 ini. Hanya 5% saham milik rame rame masyarakat Indonesia. | Silahkan cermati Sejarah Bank Muamalat di website resminya.

Nah, yang disebut tahan krisis adalah NASABAH BANK SYARIAH dan utamanya Nasabah KPR Syariah berakad JUAL BELI. | Tahan krisis dalam arti: Bank Syariah mau kena krisis kayak apapun, negara resesi ekonomi, suku bunga jungkir balik kayak apapun, inflasi setinggi apapun, KEWAJIBAN NASABAH bayar hutang Jual Beli Murabahah pada KPR Syariah TIDAK AKAN BERTAMBAH. Haram jika bertambah. Gak logis jika bertambah.

Risiko ini jelas jauh beda dengan risiko nasabah Bank Murni Riba terhadap Krisis. Total Bayar atau KEWAJIBAN bayar Nasabah ke Bank Murni Riba jelas akan dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, inflasi, resesi, krisis, dll.

Selanjutnya, terkait ketahanan terhadap krisis ini, dalam ujian Disertasinya, seorang Peneliti Senior Bank Indonesia (BI) bernama Dr. Ascarya, melakukan penelitian (lupa judul penelitiannya, bukunya dibawa mahasiswa saya, dan saya-Ifham ikut langsung dalam ujian Disertasinya) bahwa ada banyak hal (lebih dari 10 hal) yang harus diterapkan jika ingin Bank tahan krisis (saya sebutnya sih Bank Ideal).

EMPAT di antaranya (baru 4 yang saya bahas disini) adalah (1) GCG (Good Corporate Governance) yang ini merupakan inti dari lembaga apapun baik profit maupun nonprofit, (2) GOLD STANDARD (mata uang apapun asal diback up emas), (3) Profit/Loss Sharing (bagi hasil disasarkan pada bagi untung/rugi, bukan bagi pendapatan seperti saat ini yang diterapkan Bank, ini terkait MENTAL MASYARAKAT-nya, bank syariah ngikut), (4) 100%

Reserve Banking, konkretnya adalah setiap dana simpanan dari Nasabah Giro, Tabungan dan Deposito boleh sih disalurkan, tetapi Bank atau Bank Syariah HARUS CADANGKAN DANA SEJUMLAH DANA PIHAK KETIGA tersebut (total Giro, Tabungan, Deposito) sehingga dengan kata lain, Bank atau Bank Syariah bukan lagi lembaga intermediasi.

Baca juga: Pengertian Inflasi

Perhatikan apa yang terjadi jika poin nomor 2-4 tersebut diterapkan, maka OTOMATIS Bank dan/atau Bank Syariah model sekarang akan TIDAK ADA.

Tentu ketidaktahanan krisis yang menimpa Bank Murni Riba dengan Bank Syariah ada beda sebab. Ini juga diteliti oleh Dr. Ascarya. | Pernah saya sampaikan rinci pada Seminar di UIN Syarif Hidayatullah bulan April lalu dengan tema “Apakah Bank Syariah Benar-Benar Tahan Krisis?”

Yang saya sampaikan di seminar waktu itu berbasis ilmiah. Setelah seminar, ada testimony yang menyebut mereka seperti habis dicuci otak. | Saya cuma heran, apa ya yang selama ini disampaikan dosen ke mahasiswanya? Pemahaman ini kan hal yang biasa saja.

loading...

Nah.. Sejalan dengan penelitian tersebut, ide beliau SEJALAN dengan buku Satanic Finance yang ditulis oleh eks Dirut Bank Muamalat DR (Honoris Causa) A. Riawan Amin (beliau nulisnya sewaktu aktif jadi Dirut Bank Muamalat) dan juga buku Tidak Syar’inya Bank Syariah yang ditulis Pak Zaim Saidi.

Pak Riawan dan Pak Zaim mengungkap kondisi Bank atau Bank Syariah akan ideal jika HILANGKAN (1) Fiat Money (lawan dari Gold Standard) yang wujud nyatanya adalah DUIT RUPIAH model sekarang, (b) Interest System (yang ini juga sebagai dampak tata duit rupiah berbasis fiat money, belum Gold Standard), (c) Fractional Reserve Requirement (ini lawan dari 100% Reserve Banking).

Dan saya sangat sangat setuju dengan ide ide beliau. Itulah BIANG PENYEBAB RIBA ada dimana mana. | Dan jika poin poin solusi tadi terwujud, itulah yang saya sebut Bank Murni Syariah. Bank Ideal 100% sempurna.

Jadi, Bank atau Bank Syariah akan sempurna kesyariahannya jika Bank atau Bank Syariah itu sendiri sudah TIADA.

How to Solve? Bagaimana proses/cara mewujudkan Bank Ideal?

Sejak 2014 lalu saya menulis di berbagai media seperti di Selasar.com dan di page, website, twitter saya tentang VISI PERADABAN EKONOMI ISLAM 2350 bahwa Peradaban Ekonomi Islam akan tegak di tahun 2350 di saat Bank Murni Syariah terwujud. | Suka tidak suka, Bank adalah jantungnya Ekonomi karena ia-lah produsen UANG. Dan tata sistem Uang inilah BIANG dari Riba. Uang sejenis Rupiah ini HARUS Gold Standard, JIKA MAU SESUAI SYARIAH (baca: ada kemaslahatan) di banyak sisi.

Bank Syariah berumur 24 tahun. Market Share baru 4,9%. Secara matematis maka Market Share Bank Syariah akan 100% di saat Market Share Bank Murni Riba (BMR) 100% tercapai di thn 2165. | Selama ini Market Share dihitung: Aset BS dibagi Aset BMR x 100%.

Selanjutnya Market Share Bank Syariah 100% dan Market Share Bank Murni Riba menurun teruuus jadi 0% di tahun 2315.

Setelah Bank Murni Riba TIADA maka sejatinya Bank Syariah harus juga segera ditiadakan. | Ini yang saya sering bilang, “Bank Syariah itu TIDAK PENTING ADA jika Bank Murni Riba tidak ada.

Yang ada kelak adalah BAITUL MAL yang didalamnya ada LEMBAGA PERBANKAN atau CENTRAL BANK bermotif NON BISNIS (boleh Bank berbisnis HANYA DARI FEE BASED Income). | Bank jelas gak bakal minat berbisnis selain fee based income karena RUPIAH sudah Gold Standard, bagi hasil sudah Profit/Loss Sharing, 100% Reserve Banking diterapkan. Maka gak bakal lagi Bank Syariah minat lakukan PEMBIAYAAN.

Apakah bisa dipercepat ini terwujud sebelum tahun 2350? | Bisa. Revolusi Mental. Salah satunya: TINGGALKAN BANK MURNI RIBA dengan pindah ke Bank yang CARA AMBIL PROFITNYA JAUH LEBIH LOGIS yakni ke Bank Syariah. Pindah aja SEGERA dan SEKARANG. Insya Allah cukup butuh waktu 2-3 tahun juga Bank Murni Syariah sudah bisa diwujudkan. Karena semua bank yang ada akan berubah jadi Bank Syariah dan segera Bank Syariah diubah menjadi BAITUL MAL.

Semua transaksi BISNIS selain FEE Based Income DIPINDAH ke Departemen Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dll.

Nah, kenapa Bank Syariah model sekarang HARUS ADA? | Ya sebagai solusi atas transaksi perbankan yang tidak logis. Karena cara ambil untung di Bank Syariah sudah logis.

Perhatikan dan cermati rinci ya kata per kata agar tidak mispersepsi. Insya Allah terunut alur prosesnya: (1) Besarkan Bank Syariah dan TINGGALKAN BANK YANG JELAS MURNI RIBA KREDIT, (2) Jika Bank Murni Riba sudah tidak ada maka BAITUL MAL segera terwujud.

Dampaknya banyak dan tentu ke lembaga lembaga KEUANGAN lain yang berbasis Syariah akan ikuti IRAMA evolusi atau revolusi Perbankan. | Seiring sejalan mewujudkan Peradaban Ekonomi Islam.

Ayo ke Bank Syariah!
☺🙏

waLlaahu a’lamu bishshowaab

SHARE