Bayar THR dengan Nominal Rp 8.000, Perusahaan Garmen di Depok Terancam Sanksi!

Posted on

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok Diah Sadiah mengatakan bakal memberikan sanksi kepada PT Indomatra Busana Jaya di Jalan Haji Dimun, Kecamatan Cilodong, yang tidak memberikan tunjangan hari raya sesuai aturan.

Seperti diketahui, Selasa, 20 Juni 2017, ratusan karyawan kontrak perusahaan garmen tersebut melakukan unjuk rasa karena mendapatkan THR yang sangat minim mulai Rp 8.000.

“Sesuai Permenaker nomor 6 tahun 2016 keterlambatan denda 5 persen dan sanksi sesuai aturan mulai dari administrasi dan sanksi lainnya,” kata Diah.

Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan ke seluruh perusahaan terkait masalah pembayaran THR. Setiap pekerja yang telah 12 bulan atau lebih dari satu bulan, berhak menerima THR. Adapun penghitungannya bagi yang telah satu bulan dibayar penuh satu bulan gaji.  Sedangkan, yang kurang dari 12 bulan dihitung dengan proporsional masa kerja dibagi 12 bulan, lalu dikali upah. “Dan THR harus dibayar paling lambat tujuh hari sebelum hari raya,” ujarnya.

Ia mengatakan tim pengawasan ketenagakerjaan provinsi terus melakukan pengawasan dan pihaknya melakukan pembinaan serta akan memdiasi sampai hak pekerja bisa diterima. “Besok kami akan lakukan pembinaan. Di sini pihak manajemen dan pekerja harus melakukan bipartit tentang kondisi apa yang dihadapi,” ucapnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan