Bela Rohingya, Bono U2 Minta Suu Kyi Lengser Sebagai Pimpinan Myanmar

Posted on

Lahiya – Membela Rohingya, vokalis utama band pop legendaris U2 asal Irlandia, Bono, meminta agar Aung San Suu Kyi selaku pemimpin de facto Myanmar agar undur diri dari jabatannya. Bono berpendapat bahwa Aung San Suu Kyi tak mampu menghentikan penyiksaan terhadap penduduk Rohingya.

Seperti dilansir dari laporan Tempo.co, Sabtu (30/12/2017), Bono menuntut pembebasan Suu Kyi dari tahanan rumah oleh junta militer selama konsernya pada tahun 2000. Ia mengatakan, diri sudah muak dengan krisis pengungsi Rohingya yang meningkat. Demikian halnya dengan pemberantasan etnis yang tidak berperikemanusiaan.

“Saya sakit hati melihat bukti kekerasan militer terhadap orang-orang Rohingya. Saya percaya pada pembersihan etnis di Myanmar. Dan itu benar-benar terjadi … Dia (Suu Kyi) perlu mengundurkan diri karena dia tahu dan sadar akan krisis kemanusiaan di negaranya,” ungkap Bono, seperti dikutip dari laman Straits Times.

PBB dan Amerika Serikat juga menggambarkan kampanye militer Myanmar sebagai pembersihan etnis terhadap populasi Rohingya, namun tidak mengungkapkan tingkat kematian etnis minoritas itu secara spesifik.

Baca juga: PKS Batal Dukung Deddy Mizwar di Pilkada Jabar 2018, Adakah Kaitannya dengan Pemilu 2019?

Sebelumnya, organisasi Doctors Without Borders (DWB) menyebutkan sedikitnya 6.700 orang tewas dalam bulan pertama sewaktu tentara Myanmar melakukan operasi militer memberangus pemberontak Rohingya, Arsa, di negara bagian Rakhine pada Agustus 2017.

Akibat operasi militer Myanmar, sedikitnya 655.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh.

Suu Kyi, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991, mendapat banyak dukungan dari selebriti saat ia menghabiskan hampir dua dekade di bawah tahanan rumah atas perintah junta militer.

Peralihan bangsa menuju demokrasi dan pengangkatannya tahun lalu ke pemimpin de facto pada awalnya menyenangkan kelompok hak asasi manusia. Namun sejak saat itu mereka marah karena Suu Kyi bungkam soal isu Rohingya.

Awal bulan Desember, otoritas Dublin mencabut penghargaan kota yang diberikan pada Suu Kyi untuk memprotes penanganan kekerasan tersebut.

Dewan Kota Oxford Cabut Gelar Kehormatan Suu Kyi

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan