Header Ad

Belum Menikah Hingga Akhir Hayatnya, Ini Alasan Mulia yang Dimiliki dr Ryan Thamrin!

August 6, 2017
13 Views

Almarhum dr Ryan Thamrin memang dikenal sebagai pribadi yang cerdas.

Ia diketahui sedang mengambil spesialis dokternya.

Laman Wikipedia menyebut almarhum sebagai dokter spesialis seksologi dan kesehatan reproduksi.

Rupanya almarhum berusaha terus mempertajam ilmunya dengan sibuk kuliah kedokteran spesialis.

Namun belum lagi selesai, dr Ryan Thamrin keburu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Ia meninggal pada Jumat (4/8/2017) subuh di rumah abangnya, Ferdi Thamrin di jalan Kesadaran Gang Kesabaran, Pekanbaru.

Almarhum meninggal di usia yang masih tergolong muda, yakni 40 tahun.

Ia juga masih lajang alias belum menikah.

Tentu banyak yang bertanya, kok bisa seorang dokter spesialis seksologi belum menikah di usia yang lebih dari matang yakni 40 tahun?

Pertanyaan ini langsung dapat jawaban pihak keluarga.

Kadispora Riau sekaligus sepupu almarhum, Doni Aprialdi menyebutkan, dr Ryan ini memang sangat ‘haus’ akan ilmu pengetahuan.

“Beliau saking berkaryanya, lupa berumah tangga, lupa berkeluarga. Kadang kami kalau ketemu selalu menyarankan untuk berkeluarga,” ujarnya saat ditemui di rumah duka.

Doni melanjutkan, almarhum sepertinya terlalu asyik dengan dunianya, yakni dunia medis.

“Beliau sedang menuntut ilmu spesialis. Jadi selain jadi pembawa acara dr OZ Indonesia, beliau masih mau menimba ilmu terus, tiada henti,” ungkapnya.

Almarhum Dr Ryan Thamrin. Melajang hingga akhir hayat pada usia 39.
Almarhum Dr Ryan Thamrin. Melajang hingga akhir hayat pada usia 39. ()

Dr Ryan Thamrin sendiri lahir dan besar di Tanjung Pinang.

Di sanalah masa kecil dan sekolahnya ia habiskan.

Dr Ryan Thamrin disebutkan pihak keluarga, memang sudah cukup lama sakit. Sekitar setahun belakangan.

Ia memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru, di rumah abangnya Ferdi Thamrin.

Penyakit yang diderita almarhum mulai dari maag akut hingga adanya benjolan di dalam kepala.

Ibunda beliau, juga terkadang bolak-balik dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru.

Namun akhirnya, dr Ryan Thamrin meninggal dunia, sebelum dirinya selesai menjalani pengobatan. (TribunPekanbaru.com/ Rizky Armanda)

Dr Ryan Thamrin sebelum meninggal. Kurus dan pucat.
Dr Ryan Thamrin sebelum meninggal. Kurus dan pucat. ()

Sedih! Dr Ryan Thamrin Sebelum Meninggal: Kurus dan Pucat

Meninggalnya Ryan Thamrin tentu saja mengejutkan publik. Dokter ganteng yang menjadi pengisi acara dr OZ Indonesia itu meninggal karena penyakit kanker otak dan maag akut.

Dia meninggal dunia di kediaman kakaknya yang berlokasi di Pekanbaru, Riau sekitar pukul 03.30.
Penyebab meninggalnya dokter bernama lengkap Hesta Meiriansyah bin Husni Thamrin itu sangat mengejutkan.

Saat ini telah beredar foto kondisi Ryan Thamrin beberapa saat sebelum meninggal.

Dokter ganteng itu penampilannya mengejutkan. Mengenakan baju kaus warna hijau, tubuhnya kurus kering.

Pada foto yang beredar tersebut, Ryan tampak mengenakan kaos warna hijau dan celana jins.

Tubuh kurusnya tampak sangat berbeda dengan sosok Ryan yang kita kenal selama ini.

Ryan Thamrin sendiri diketahui mengidap maag akut selama setahun terakhir.

Dokter Ryan Thamrin diketahui meninggal dunia pada Jumat (4/8/2017), pukul 04.00 WIB.

Dokter yang dikenal sebagai pembawa acara Dr. Oz Indonesia itu meninggal dunia di usia 39 tahun, setelah terjatuh di kamar mandi.

Dirinya sempat dilarikan di rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak bisa tertolong lagi.

Ternyata, selama ini dokter Ryan menderita penyakit mematikan yang tak banyak diketahui oleh publik.

Menurut Tribun Pekanbaru, beberapa kerabat mengungkapkan bahwa dokter Ryan sudah lama diketahui mengidap kanker Otak.

Kanker tersebut juga menyebabkannya menderita penyakit komplikasi, hingga terpaksa membuatnya absen memandu acara Dr. Oz Indonesia.

Namun, jauh sebelum penyakit tersebut diketahui oleh publik, dokter Ryan sempat menjelaskan beberapa tanda penyakit mematikan yang dapat menyerang kepala atau otak.

Penjelasan itu disampaikannya dalam acara yang membesarkan namanya, Dr.Oz Indonesia yang ditayangkan pada 11 Januari 2014.

Dalam tayang tersebut dokter Ryan mengungkapkan sakit kepala bisa menjadi sebuah tanda adanya penyakit yang berbahaya.

Namun, sakit kepala yang sering dirasakan juga bukan selalu menandakan hal yang berbahaya.

Apalagi, sakit kepala bisa dirasakan oleh setiap orang dengan alasan yang berbeda-beda.

Menurut dokter Ryan, sakit kepala biasa bisa di rasakan dalam rentan waktu yang berbeda, seperti pada saat pagi hari, atau siang hari, atau juga malam hari.

“Sakit kepala yang berulang, bisa saja sakit kepala biasa atau dikenal dengan sakit kepala tension, yaitu sakit kepala kencang seperti diikat,” ujar dokter Ryan.

“Ini biasanya rasa sakit mulai dari pelipis, dahi, kemudian belakang kepala dan leher,” lanjutnya.
Biasanya, rasa sakit dikepala itu bisa dirasakan lantaran kurangnya tidur, kecapean atau letih yang berlebihan.

Namun, ada pula sakit yang dikarenakan oleh jaringan tumor pada kepala atau otak.

“Tapi yang harus diwaspadai juga bahwa rasa sakit yang berulang bisa jadi ini menandakan adanya jaringan yaitu, tumor di otak atau di kepala,” tegasnya.

Dokter Ryan mengungkapkan, sakit kepala yang berbahaya adalah sakit kepala yang bahkan bisa dirasakan ketika seseorang sedang terlelap dalam tidur.

Meski sudah terlelap selama beberapa jam, mereka akan tiba-tiba terbangun karena rasa sakit tersebut dan hal tersebut terjadi secara berulang kali.

Kenapa di saat tidur, ketika seseorang tidur kita menghirup napas sedikit. Karbondioksida itu lebih banyak terdapat di dalam tubuh dan itu meningkatkan tekanan di kepala,” terang dokter Ryan.

“Tekanan di kepala yang meningkat, di tambah dengan ada jaringan tumor di otak atau di kepala ini mengakibatkan tekanan di kepada semakin bertambah,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mempraktekan sebuah cara yang lebih mudah untuk membedakan rasa sakit berbahaya dan tidak berbahaya.

Ketika seseorang pusing, mereka bisa berdiri, kemudian membungkuk hingga kepala lebih rendah daripada punggung.

Lalu, mereka bisa menggoyang-goyangkan kepala mereka beberapa kali.

Jika dirasanya lebih sakit dari sebelumnya berarti ada sesuatu yang tak normal di kepala.

Berikut ini video penjelasan yang disampaikan oleh dokter Ryan Thamrin:

Sementara itu untuk sekadar pengetahuan, kanker otak dan tumor otak merupakan dua kondisi yang berbeda, walaupun keduanya mirip dan berkaitan.

Menurut sebuah laman kesehatan, perbedaan dua penyakit tersebut dapat dilihat dari gejala, penyebab, diagnosis dan pengobatannya.

Tumor otak adalah suatu massa jaringan yang terbentuk akibat dari pertumbuhan sel-sel otak yang abnormal (tidak terkontrol).

Sedangkan kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel di otak yang abnormal atau tidak terkontrol yang bersifat ganas artinya dapat menyebar dan menyerang organ tubuh lainnya. (*TribunWow.com/Claudia N)

You may be interested

Buzz
4 views

Mengenal Fredrich Yunadi, Kuasa Hukum Papa yang Dulu Sempat Daftar Ketua KPK

Lahiya - November 18, 2017

Siapa sangka kasus Setya Novanto kini kembali mencuat dan jadi perbincangan publik. Setelah peristiwa kecelakaan yang terjadi itu, kini Papa…

Gak Kalah dengan CS, Inilah 4 Mainan Jadul yang Bikin Anak 90-an Berasa di Medan Tempur
Buzz
4 views
Buzz
4 views

Gak Kalah dengan CS, Inilah 4 Mainan Jadul yang Bikin Anak 90-an Berasa di Medan Tempur

Lahiya - November 18, 2017

Zaman sekarang, game tembak-tembakan seperti CS, point blank dan lain-lain sudah sangat laku di pasaran. Kebanyakan penggunanya sih  anak-anak zaman…

5 Negara di Dunia yang “Berguru” Pada KPK, Bukti Lembaga Anti Korupsi Kita Diakui
Buzz
5 views
Buzz
5 views

5 Negara di Dunia yang “Berguru” Pada KPK, Bukti Lembaga Anti Korupsi Kita Diakui

Lahiya - November 18, 2017

Korupsi, bisa dibilang menjadi penyakit mematikan bagi setiap negara. Oleh sebab itu istilah “Negara hancur karena korupsi” mungkin memang ada…

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan