Home Gaya Hidup Benarkah Kita Akan Susah Selamanya karena Ancaman Krisis Ini? | @Rhenald_Kasali:

Benarkah Kita Akan Susah Selamanya karena Ancaman Krisis Ini? | @Rhenald_Kasali:

SHARE

Benarkah kita akan susah selamanya karena ancaman krisis ini?

Sepanjang pengalaman dan pengetahuan saya, bangsa kita justru memerlukan ancaman untuk maju.

Ingat, akibat krisis 1998 itulah kita bisa membangun local entrepreneur. Karena kita dipaksa keadaan, karena rasa takut kita

Ribuan pegawai saat itu hijrah menjadi entrepreneur dan anak-anak muda memilih jadi wirausaha ketimbang cari kerja yang sulit didapat.

Lagi pula kalaupun sulit ya tak akan selamanya, sama dengan masa-masa senang. Semua ada masanya. So kuncinya: Jangan panik, jangan menakut-nakuti yang tak perlu.

Sungguh mengherankan dolar naik seribu dua ribu perak kita sudah ribut saling menyalahkan seakan-akan gara-gara dolar PHK bisa begitu instan.

Kita yang punya usaha tentu tahu mem-PHK pegawai itu tak mudah, tak bisa sekedar membalikkan tangan. Walaupun usahanya hanya kecil-kecilan.

Lagi pula kita semua tahu, mencari pegawai yang bagus jauh lebih sulit daripada sekadar memPHK. Apalagi ini gejolak external sesaat.

Mungkin juga karena kita ini telah berubah menjadi bangsa yang amat konsumtif sehingga takut kalau dollar mahal tak bisa beli barang inpor lagi.

Padahal itu bagus buat mengurangi konsumsi impor dan mulai belajar membuat sendiri, mulai belajar export kelebihan kita.

Lagi pula smua orang masih konsumsi. Ya tentu sekarang prihatin dulu, kurangi yg tak perlu.
Tapi karena kelas menengah khawatir akan hari esoknya, akan bagus bagi UMKM karena mereka shifting ke barang domestik yang lebih murah.

loading...

Saya misalnya, semula pangkas rambut di mal yang tarifnya di atas seratus ribu. Kini potongnya di barber ASGAR yang tarifnya separuh dari harga di Mall.

Waktu saya tanya bagaimana krisis? Tukang cukur saya bilang, kalau tak ada krisis bapak tak mampir kesini. Saya jadi ingin berlangganan.

Yuk kita kerja lbh keras, karena yang saya khawtirkan justru 15 tahun lagi dari sekarang, kala pangan dan ternak ditinggalkan penduduk yang migran kekota.

Rhenald Kasali @Rhenald_Kasali 29/08/2015

SHARE