Benarkah Sinar Matahari Membuat Orang Lebih Sulit Gemuk?

Posted on

Lahiya – Sinar matahari pagi memang baik bagi kesehatan lantaran dapat memaparkan vitamin D. hal ini telah diketahui bahwa tubuh manusia dapat merespon sinar surya yang memproduksi vitamin D dalam paparan sinar ultraviolet B (UVB). Namun benarkah paparan sinar matahari dapat membuat orang tetap kurus dan sulit gemuk?

Sebagaimana diketahui, tubuh dapat bereaksi atas cahaya biru matahari (410-500 nanometer). Sel fotosensitif akan merespon cahaya tersebut dan memberi sinyal pada tubuh terkait ketersediaan sinar matahari. Ini berguna untuk mengatur jam biologis atau ritme sirkadian manusia selama 24 jam. Demikian sebagaimana dikutip dari laman Sains.Kompas.com, Selasa (16/01/2018).

Cahaya biru juga digunakan oleh para ilmuwan dari Universitas Alberta, Kanada untuk melihat reaksi tubuh lainnya. Mereka ingin mengetahui apakah cahaya biru dapat mengaktifkan adiposit putih.

Sebagai informasi, adiposit putih merupakan sel lemak di bawah kulit. Adiposit dapat menghasilkan insulin yang berguna mengubah glukosa menjadi energi. Dengan demikian, peran ini tentu sangat bermanfaat bagi pengidap diabetes tipe 1.

Baca juga: Catat! Ini 9 Tips Ampuh untuk ‘Diet 5:2’

Saluran pada membran adiposit dapat tertutup dan terbuka di bawah pengaruh panjang gelombang cahaya tertentu, seperti pada cahaya biru. Para ilmuwan mengendalikan jenis panjang gelombang cahaya antara 450-480 nanometer.

Menurut penemuan para ilmuwan, sel lemak menghasilkan protein jam biologis atau melanopsin. Selain itu, sel tersebut juga mengurangi timbunan lipid hingga hampir sepertiga dan melepaskan lebih banyak molekul gliserol.

“Bila panjang gelombang biru matahari (cahaya yang bisa kita lihat dengan mata kita) menembus kulit kita dan mencapai sel-sel lemak tepat di bawahnya, butiran lipid berkurang dalam ukuran dan dilepaskan dari sel,” urai ahli farmakologi dan salah satu penulis, Peter Light, dilansir Science Alert, Sabtu (13/01/2018).

“Dengan kata lain, sel kita tidak menimbun lemak sebanyak itu,” tukasnya.

Intinya, berjalan di bawah paparan sinar matahari tak hanya membantu produksi vitamin D. Hal ini juga membuat tubuh sulit menyimpan lemak cukup banyak.

“Ada banyak literatur di luar sana yang menunjukkan bahwa generasi sekarang akan lebih gemuk daripada orangtua mereka, dan mungkin hal itu karena manfaat paparan sinar matahari,” ujar Light.

Dalam hasil penelitian yang telah dipublikasikan di Scientific Reports (27/11/2017), para ilmuwan tak menganjurkan berjemur menjadi cara menurunkan berat badan. Jika dilakukan, melanoma dapat terjadi akibat paparan sinar UV.

Penelitian Light dan koleganya ditujukan untuk pengembangan metode pengobatan diabetes di masa depan.

Baca juga: Seberapa Sering Bercinta Agar Bisa Kurus?

“Mungkin jalur metabolisme terpapar sinar matahari yang mengatur pola tidur kita, juga bertindak dengan cara sensorik untuk mengatur jumlah lemak yang dibakar manusia bergantung pada musim,” ungkap Light.

“Anda bertambah gemuk di musim dingin dan kemudian membakarnya di musim panas,” tutupnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan