Beruntung! Presiden Jokowi Persilakan Tiga Gadis Madiun Ini Tidur di Istana

Posted on

Lahiya – Siapa sangka momen pergantian tahun 2017 ke 2018 akan menjadi peristiwa istimewa bagi ketiga gadis asal Madiun ini. Bunga, Arin dan Hafsah, mereka sangat beruntung karena diberi kesempatan menginap di Gedung Agung atau Istana Presiden di Yogyakarta. Bagaimana ceritanya? Berbagai ekspresi masyarakat terekam setelah berhasil berfoto bersama Presiden Joko Widodo. Ada yang mengucap syukur, tersenyum-senyum sendiri, bahkan ada juga yang hingga berlari-lari saking girangnya.

”Alhamdullilah ya Allah, bisa foto bersama Presiden,” ungkap Bunga, siswa kelas 12 dari Madiun yang bisa berfoto bersama dengan presiden yang beken disapa Jokowi tersebut. demikian sebagaimana dilansir dari reportase JPNN.com, Senin (01/01/2018).

Rupanya, beberapa jam sebelum pergantian tahun pada Minggu malam (31/12/2017), Presiden meminta kepada ajudannya Kolonel Pnb Mohammad Nurdin agar masyarakat yang berada di depan Gedung Agung, Istana Presiden di Yogyakarta diundang untuk santap malam.

Bunga dan dua temannya, Arin dan Hafsah termasuk deretan nama yang mendapat keberuntungan tersebut. Saat ditanyakan berasal dari mana, mereka bertiga dengan kompak menjawab, “Madiun.”

Baca juga: Bukan Sepeda, Ini Kisah Yuna—Gadis Jepang yang Dapat Kaos dari Jokowi

Seperti Mimpi

Trio gadis Madiun ini tiba di Yogyakarta dengan modal ongkos Rp 150 ribu setiap orangnya. Kehadiran mereka di Kota Gudeg sebenarnya hanya untuk liburan menjelang tahun baru.

“Enggak tahu kalau ada (Presiden Jokowi). Tahunya pas nanya orang ‘ini kenapa kok ramai?’ Terus orangnya jawab ‘ada Pak Jokowi kalau mau foto sana. Antre dulu tapi’. Kami lalu antre sabar. Sampai desak-desakan dan diinjak kakinya,” celoteh Arin bercerita.

Berangkat dari Madiun pukul delapan pagi dan tiba di Yogyakarta pukul satu siang, mereka menumpang mandi di sebuah rumah sakit setelah sempat berkeliling.

“Tadi mandinya di rumah sakit belakang sini,” imbuh Hafsah.

Sewaktu ditanya bagaimana perasaannya bisa berfoto bersama Presiden. Bunga mengaku senang bercampur deg-degan.

“Rasanya enggak percaya, kayak mimpi,” tukasnya.

Berfoto bersama dengan Presiden, ketiga remaja ini tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan cita-citanya, yakni bisa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Alasannya? Karena Jokowi juga pernah menempuh pendidikan di sana. Arin menceritakan bahwa Presiden Jokowi mengamini cita-cita mereka tersebut.

Setelah dari Gedung Agung ketiga gadis asal Madiun ini kemudian berkeliling hingga pergantian tahun dan ingin kembali ke Madiun hari ini, Senin (01/01/ 2018).

Mereka pun belum mengetahui di mana akan beristirahat sebelum kembali ke daerahnya.

“Ya dimana saja. Masjid bisa, yang penting nanti istirahat,” papar Hafsah.

Sewaktu Jokowi mendapat laporan terkait kisah ketiga gadis Madiun ini, dia langsung memerintahkan Kepala Istana Presiden Yogyakarta Saifulah memberikan fasilitas menginap untuk ketiga remaja itu di Istana.

“Hubungi mereka dan siapkan kamar untuk mereka menginap,” pinta orang nomor satu setanah air tersebut.

Akhirnya setelah lewat momen pergantian tahun, sekitar pukul 00.30 WIB, mereka bertiga tidak jadi luntang-lantung karena diminta kembali ke Gedung Agung oleh pihak Istana yang menghubungi melalui telepon.

Sebenarnya mereka belum mengetahui untuk apa kembali ke Gedung Agung. Alhasil, ketiganya kaget begitu tiba di ruang piket Gedung Agung ternyata mendapat kesempatan istimewa.

“Saat diminta identitas di ruang piket, kok mengisi keperluan menginap,” tutur Arin.

Dan benar saja, mereka diantar masuk ke Wisma Negara, sampai ke Kamar 004. Di dalam sudah ada tiga kasur yang bersih. Penyejuk udara juga bekerja dengan baik. Mereka bertiga masih belum percaya ketika diantar petugas ke kamar 004 Wisma Negara.

“Kewel (bergetar),” tukas Hafsah.

“Terimakasih, Pak Jokowi,” ujar mereka bergantian ke arah kamera para wartawan yang menyorot mereka masuk kamar. Demikian seperti dikutip dari laporan Detik.com.

Arin, siswa SMA Negeri 5 Madiun adalah anak pengemudi becak dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sementara Bunga, siswa SMA Negeri 6 Madiun, ibunya telah tiada dan ayahnya bekerja sebagai montir. Sedangkan Hafsah, siswa SMK Negeri 3 Madiun, ayahnya di Cirebon berjualan batu alam dan ibunya adalah ibu rumah tangga.

Baca juga: Ajaib, Pria Ini Selamat Usai 7 Bulan Terombang-ambing di Samudera Hindia

Tiga remaja ini mengaku belum mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Sudah daftar, tapi belum terkonfirmasi,” pungkas Bunga.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan