SHARE
Loading...

Masih hangat di telinga kita tentang tulisan Afi Nihaya yang sempat menghebohkan netizen. Ada yang menganggap tulisannya sangat inspiratif, tapi tidak sedikit yang mengkritiknya. Sayang, tak lama berselang gadis tersebut diisukan melakukan plagiasi. Nggak cuma sekali, tapi juga berkali-kali. Akhirnya remaja yang terkenal dengan tulisan “Warisan” itu malah jadi bahan bully-an habis-habisan para netizen Indonesia. Gimana lagi? Tau sendiri lah bagaimana hukum alam dari para netizen di dunia maya.

Baru-baru ini Afi Nihaya kembali membuat video yang disebut-sebut ‘ada kembarannya’. Entah ini benar-benar menjiplak, atau hanya ‘adaptasi’ dari video yang sudah ada, daripada lama kita lihat saja videonya. Silakan menilai sendiri tentang kedua video di bawah ini.

Beredar video curhatan Afi menggunakan bahasa Inggris

Setelah beberapa waktu lalu sempat bikin geger dunia maya karena tulisannya yang dianggap plagiat, Afi belakangan mengunggah sebuah video. Dalam video tersebut, gadis tamatan SMA yang sempat bertemu Jokowi ini sepertinya menyiratkan ide pemikiran tentang bullying. Bagaimana bisa publik membully seseorang yang membuat mereka ingin mengakhiri hidup. Namun yang agak mengganjal adalah bagaimana gadis ini melafalkan bahasa Inggris yang malah dirasa aneh dan dipaksakan.

Lepas dari aksen medok yang dimiliki Afi, ada sedikit indikasi bahwa hal ini merupakan curahan hatinya, bagaimana publik bisa menghakimi keadaan seorang anak perempuan yang tidak pernah mereka temui, dan membuat perempuan tersebut hampir dekat dengan kematian. Afi sempat sedikit-sedikit terhenti waktu mengutarakan omongannya, sambil terdengar isakan sesekali atau helaan nafas putus asa. Selain itu yang bikin kaget, Afi juga nggak ragu menggunakan umpatan kasar dalam bahasa Inggris. Ya, mungkin agak gatal hati ini melihat videonya. Tapi sebelum berasumsi aneh-aneh, tidak ada salahnya melihat video berikutnya setelah ini.

Mungkinkah Afi lagi-lagi menjiplak?

Salah satu fanpage yang lumayan ternama di Indonesia ternyata mengungkapkan sebuah fakta lain dari kejadian Afi ini. Sebuah video yang sudah beredar 4 tahun yang lalu digadang merupakan jiplakan dari milik Afi. Video Amanda Todd ini dulunya sempat viral juga di negeri Paman Sam. Jika ditinjau dengan seksama, sangat banyak kalimat yang sama dari video milik Afi maupun milik Amanda.

Di antaranya adalah ‘how can you bashed someone’, ‘I have one question for you’,  dan beberapa frase yang diulang-ulang. Bahkan dari pelafalannya pun, seolah kita mendengar cara bicara yang sama. Mungkin yang sedikit membedakan adalah seberapa fasih kedua perempuan ini dalam pelafalan bahasa Inggrisnya. Entah apakah ini sebuah kebetulan atau tidak. Mungkinkah Afi melakukan sebuah plagiasi kembali? Atau malah ini memang guyonan yang tidak sengaja terupload media. Entahlah, hanya dia yang tahu.

Jangan pernah menyiramkan bensin saat api sedang terbakar

Kita tahu situasi negara saat ini sangat mudah dikendalikan dan dipengaruhi oleh sosial media. Sudah banyak tulisan dan video kebaikan yang bikin Indonesia bangga dan bersatu. Tapi tidak sedikit pula rekaman ataupun tulisan yang membelah keharmonisan warganet bahkan hingga ke dunia nyata.  Lihat saja yang terjadi pada Afi sejak tulisannya viral, dipuji, dikritik, hingga dianggap ketahuan menjiplak karya orang lain. Reaksi netizen yang mungkin salah satunya adalah kamu dan kamu, terbelah antara pro dan kontra.

Plagiasi [image source]

Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi kondisi sang penulis muda ini. Nampak dari beberapa unggahan status di Facebook dan tulisan-tulisan terbarunya. Mungkin kali ini Afi ingin mengutarakan isi hatinya yang serupa dengan kasus Amanda Todd beberapa tahun silam.

Namun jujur saja, di antara bombardir kritik dan bully yang diterima Afi saat ini, rasa-rasanya lebih elok kalau memilih berhenti sejenak dan berbenah diri. Kita semua manusia biasa, apa yang dilakukan pun jauh dari sempurna, wajar kalau banyak orang berkata ini dan itu. Bukankah juga dianjurkan dalam agama bahwa ketika kita sedang kacau dan amarah, lebih baik duduk, tidur, atau bersujud sambil berdoa agar dilindungi dari rasa gegabah yang bisa membalik keadaan jadi lebih runyam. Merasa benar pun kita perlu introspeksi, agar saat melangkah lagi, kita bisa lebih bijaksana dan matang dalam bersikap.

Ingat, orang bijak tidak akan terjatuh di lubang yang sama. Terlepas dari apakah Afi melakukan plagiasi lagi atau tidak, lebih hati-hati memposting sesuatu di sosial media. Karena meski disebut sebagai dunia maya, beban moralnya bisa jadi terasa sangat nyata.

sumber