Bikin Ulah Lagi, Ade Armando Sebut Habib Rizieq Banci Kaleng

Posted on

Lahiya – Akhir Desember 2017 lalu, Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dilaporkan ke Bareskrim Polri karena mengedit foto Habib Rizieq Shihab.

Editan foto tersebut dinilai sebagai ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta UU ITE.

Kini, Ade kembali dipolisikan karena mengunggah sebuah postingan di Facebook yang bernada ujaran kebencian.

Sekretaris DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Novel Bamukmin mengungkap bahwa pelaporan kali ini berkaitan dengan status yang ditulis Ade tersebut.

Baca juga: Bikin Geram! Lawakannya Dinilai Lecehkan Agama Islam, Ge Pamungkas Tuai Kecaman

“Kami melaporkan Ade Armando sehubungan postingan di Facebook yang mengatakan Habib Rizieq banci kaleng,” tutur Novel, Sabtu (6/1/2018) kemarin, dilansir jpnn.com.

Pelaporan tersebut menurut Novel dilakukan pada Jumat (5/1/2018) lalu. Pelapornya dalah Ketua Koordinator Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis. “Pelaporan kami buat di Bareskrim Polri. Kami tak terima dengan postingan itu,” lanjutnya.

Ternyata, Ade yang kini berstatus tersangka di Polda Metro Jaya itu tak hanya menghina Habib Rizieq Shihab, tapi juga para pengikut Rizieq dengan sebutan tak pantas.

“Dia menyebut kelompok Habib Rizieq sebagai para kacung Rizieq,” terangnya.

Dalam kasus ini, Ade disangkakan dengan Pasal 156 KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI tentang pelanggaran ITE tahun 2008.

Sebelumnya, Ade menganggap bahwa pelaporan terhadap dirinya karena editan foto Habib Rizeq telah merusak reputasinya. Dia pun berencana untuk melapor balik ke Bareskrim Polri.

“Pelapor sudah merusak reputasi saya, tapi apabila polisi menindaklanjuti laporan itu. Akan saya pikirkan (lapor balik),” tuturnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Heboh Bachtiar Nasir Minum Air Kencing Unta, Begini Komentar Tegas MUI

Menurutnya, tak seharusnya dia dilaporkan karena foto tersebut. Pasalnya, pada unggahannya di Facebook, Ade mengaku telah memberikan keterangan bahwa foto tersebut hoax.

“Memang mengherankan kalau setelah saya mengatakan itu hoax, kemudian orang menganggap itu penyebaran kebencian atau penistaan,” katanya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan