ki-hajar-dewantara-pengertian-seni
Ki Hajar Dewantara diabadikan 11 Maret 1959, sebulan sebelum meninggal. Arsip Kompas

Biografi Ki Hajar Dewantara | Sejarah dan Perjuangan Pendidikan Indonesia

Posted on

Biodata Ki hajar Dewantara


Nama Lengkap : Ki Hajar Dewantara
Profesi : –
Agama : Islam
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Kamis, 2 Mei 1889
Zodiac : Taurus
Warga Negara : Indonesia

Pendidikan

  • ELS (Europeesche Lagere School)
  • STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera)

Karir

  • Pendiri perguruan Taman Siswa

Penghargaan

  • Gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada
  • Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan
  • Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959

Sejarah Ki Hajar Dewantara


“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya.

Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya.

Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”.

Diatas merupakan sebuah kolom yang ditulis oleh Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara (ia mengganti namanya untuk melepaskan atribut kebangsawanan agar lebih dekat dengan masyarakat biasa) dengan judul “Als ik een Nederlander was” .

Tulisan yang dimuat surat kabar de Express pimpinan Ernest Dowes Dekker tertanggal 13 Juli 1913 ini sebagai bentuk kritikkannya terhadap sikap Belanda yang ingin merayakan pesta kemerdekaan atas Perancis dengan meminta sumbangan.

Ada pula sebuah slogan terkenal yang digunakan oleh Departeman Pendidikan Indonesia warisan dari Ki Hadjar Dewantara atau Soewardi, yakni: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso Tutwuri Handayani yang berarti di depan memberi contoh, dari tengah memberi semangat, dari belakang memberi dorongan.

Lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 dan meninggal di kota yang sama tanggal 26 April 1959, KHD atau Soewardi ini merupakan aktivis pergerakan kemerdekaan yang aktif juga kolumnis dibeberapa surat kabar dengan gaya tulisan yang komunikatif tajam dan terlihat sangat antikolonial.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan