Home Biografi Bisnis Nekad ala Disney

Bisnis Nekad ala Disney

SHARE

Lelaki itu bernama Walt Elias Disney. Tokoh legenda hiburan Amerika ini lahir pada 5 Desember 1901, tepatnya di kota Chicago, Illinois. Sejak berusia 7 tahun, Disney sudah menunjukkan kalau ia berpotensi besar dalam dunia menggambar dan seni.

Ia tertarik fotografi. Ia juga kerap pergi ke Akademi Seni pada malam hari—setelah menghabiskan siangnya di sekolah seperti anak-anak kebanyakan. Meski sempat melibatkan diri dalam perang (walau hanya dipercaya sebagai anggota Palang Merah lantaran usianya masih terlalu muda), cintanya terhadap seni tidak hilang.

Selesai perang, ia merantau ke Hollywood dengan uang 40 dollar dan kemampuan menggambarnya. Bersama saudaranya, Disney lalu bercita-cita ingin membuat film animasi pertama.

Dikisahkan kemudian Disney dan saudaranya berhasil menggandeng pihak lain untuk memproduksi impiannya. Namun, di tengah jalan, ia kehabisan uang.

Ditambah lagi, perusahaan distributornya bangkrut. Dia benar-benar tidak punya uang ketika ingin menyelesaikan film yang kini dikenal sebagai Steamboat Willie, yang dibintangi Mickey Mouse, tokoh rekaan pertamanya di tahun 1927. Tapi, Disney seolah tidak memedulikan fakta itu.

Dia malah menulis surat untuk saudaranya, Roy, yang isinya berbunyi, “Gadaikan semua yang kita miliki dan ayo kita kerjakan hal ini dengan cara yang benar.”

Tiga tahun sesudahnya, keberuntungan mulai merangsek cepat menuju Disney saat ia pertama kali, di usianya yang ke-29 tahun, menandatangani perjanjian distribusi dengan Columbia Pictures senilai 7000 dollar per gambar untuk sebuah karakter yang ia ciptakan dengan kreativitasnya.

Di tahun yang sama, Disney menerbitkan The Mickey Mouse Book dan menjual hampir 100 ribu kopi. Disney kembali ke atas kertas perjanjian, kali ini dengan King Features, untuk membuat komik Mickey Mouse. Dia juga mempekerjakan seorang agen bernama Ken Kamen untuk memberikan izin kepada National Dairy Products Company untuk memproduksi es krim Mickey Mouse.

Hasilnya? Sepuluh juta contong es krim terjual di bulan pertama!

Disney terus melaju dan melaju dengan kreativitasnya—serta tentu saja keuntungan. Meski demikian, Disney benar-benar orang yang berhasrat kuat ingin mewujudkan seluruh mimpinya. Dia tidak memikirkan uang sebagai sumber semangatnya, tapi ide-idenya terus berlompatan meminta dinyatakan—dan itulah yang Disney kerjakan: merealisasikan gagasan-gagasannya.

loading...

Lihat ini: Kumpulan Gambar Naruto

Di tahun 1937, ia dan tim yang dibentuknya menciptakan berbagai macam karakter dan memfilmkannya. Di tahun itu, Disney dan rekan-rekannya berhasil menggolkan Snow White and The Seven Dwarfs, dengan anggaran yang belum ada sebelumnya, yakni 1 juta dollar.

Tapi, saat launching pertamanya, film itu meraup pendapatan sebesar 8.5 juta dollar—dan terus-terusan membesar karena hingga sekarang film itu telah diluncurkan ulang sebanyak 8 kali dan setidaknya kini meraup keuntungan kotor 100 juta dollar yang merupakan hasil dari distribusi ke 46 negara.

Keuntungan Disney membengkak setelah ia menemukan tanah dan studio tempat ia akan menuangkan semua kreativitasnya. Di studio yang disebutnya sebagai “rumah yang dibangun Snow White” inilah Disney mulai memproduksi animasi-animasi mahal.

Memang, pada awalnya Disney tidak terlalu beruntung dengan studio ini; bagi kebanyakan orang, Disney terlihat sangat sukses—padahal ia terus-menerus  membelanjakan uangnya untuk ide-idenya. Pada tahun 1940, Disney telah mengumpulkan hutang sebesar 4.5 juta dollar.

sejarah walt disney

Disney baru mendapatkan angin segar ketika di tahun 1954 ia menandatangani kontrak jangka panjang dengan ABC untuk memulai saluran TV Disneyland. Seri pertamanya, yang menakjubkan, ditonton 30 juta orang!

Hal ini meningkatkan penjualan produk-produk Disney dan langsung mengubah keadaan uangnya. Di tahun 1955, Disney memulai gagasan barunya yaitu membangun taman bermain Disneyland. Budget awalnya adalah 5 juta dollar, tapi Disney—sekali lagi—tidak segan membesarkannya tiga kali lipat lebih mahal menjadi 17 juta dollar.

Anehnya, sebagaimana layaknya bisnis Disney lainnya, taman bermain ini mendapat respon yang fantastis; sejumlah 170 ribu orang datang di minggu pertama pembukaannya.

Puaskah Disney? Belum. Selain mendaftarkan mereknya di bursa saham, ia juga membangun sebuah perusahaan terpisah dari manajemen direksi Disney—manajemen yang sama yang pertama kali menolak mengeluarkan biaya membuat taman bermain Disneyland—yaitu Walt Disney Inc., sebagai tabungan masa depannya.

Sekarang, setelah 75 tahun Mickey Mouse lahir, Walt Disney Company telah bernilai 50 miliar dollar. Itulah kreativitas Disney. Orang-orang seperti ini hidup dalam semangat untuk merealisasikan.

Terkadang mereka benar-benar tidak peduli apakah mereka akan dapat untung yang besar atau kecil dari ide-ide mereka. Kreativitas yang jadi nyata sudah cukup bagi mereka untuk meneruskan proyek kreativitas berikutnya.

Apa yang kita pelajari dari Disney? Tentu saja ada banyak. Namun darinya, kita mendapat pelajaran yang besar mengenai bidang pekerjaan dan sikap kita atasnya. Tanpa passion, bisnis apa pun yang kita kelola tidak akan mampu diperjuangkan.

Disney mencintai dunianya, yang melahirkan totalitas dan tidak setengah-setengah. Bisnis mana pun membutuhkan kebijaksanaan semacam itu.

Tak ada bisnis yang dapat menjadi besar tanpa kebulatan tekad. Kadang, tidak harus karena uang alasan kita tetap bertahan, melainkan karena cinta yang amat besar dengan apa yang kita kerjakan. [Fatih Zam/Sumber: buku Your Life Your Legacy]  

SHARE

1 COMMENT

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan