Brutal! Sejoli Ini Disetrum Keluarganya Sendiri, Usai Kepergok Jalin Hubungan Haram

Posted on

Lahiya – Kisah asmara tak selamanya menawarkan akhir yang penuh keindahan dengan rasa semanis madu. Nasib tragis seperti itulah yang harus dirasakan oleh pasangan kekasih asal Pakistan ini. Mereka menyerahkan nyawa dengan menjalani prosesi ‘pembunuhan kehormatan’ atas nama cinta.

Adalah Ghani Rehman (18) dan Bakhtaja (15) yang telah saling mengenal satu sama lain sejak kecil, karena keduanya tinggal sebagai tetangga. Hingga benih-benih asmara di antara mereka tumbuh saat gadis remaja tersebut menarik perhatian Ghani.

Dilansir Jawapos.com, sejak detik itulah mereka berdua saling jatuh cinta. Sayangnya niatan remaja berusia 18 tahun untuk meninang Bakhtaja ditolak mentah-mentah oleh keluarga. Akhirnya pasangan muda ini memutuskan untuk kabur berbekal uang tunai dan perhiasan.

Keduanya melarikan diri dari Ali Brohi Goth, sebuah kampung miskin di Karachi, Pakistan. Mereka berhasil tiba di Hyderabad. Ketika itu mereka mendapatkan telepon dari ayah Bakhtaja yang mengatakan keluarganya merestui pernikahan putrinya.

Baca Juga: Misteri Kematian Akseyna Hingga Upaya Penggulingan Jokowi, Inilah Kasus yang ‘Karam’ di Polda Metro

Setibanya pasangan ini di rumah, kesepakatan yang dibuat ayah Ghani, Muhammad Afzal dan ayah Bakhtaja, Hikmat Khan berubah. Hal itu terjadi setelah seorang kerabat yang lebih tua mengumbar aib pasangan remaja ini dengan menyebutnya telah mempermalukan keluarga.

Lantaran aib tersebut, sejoli yang dimabuk cinta ini pun harus dieksekusi hingga mati oleh ayah dari masing-masing sejoli malang tersebut. Keduanya sama-sama kehilangan nyawa dengan cara dibakar hidup-hidup menggunakan listrik dan dimakamkan di tengah malam.

Untuk warga Pakistan, ‘pembunuhan kehormatan’ adalah hal ilegal yang cukup sering mereka dengar, bahkan jumlah korban jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kematian warga sipil akibat terorisme. Namun kasus yang terjadi di Ali Brohi Goth ini sangatlah mengejutkan Karachi.

Baca Juga: Wanita Wajib Tahu! Ini 4 Alasan Rajin Lepas Bra Bisa Bikin ‘Si Kembar’ Makin Menggoda

“Memang ada kantong di Karachi di mana budaya kesukuan tetap dijalankan. Tapi kami tidak tahu sejauh ini,” ungkap Mahnaz Rahman, direktur resident Auraf Foundation, sebuah kelompok hak asasi perempuan, seperti yang dikutip dari laman Jawapos.com, Kamis (28/12/2017).

Dari data Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan, setidaknya sejak beberapa dekade terakhir ada rata-rata 650 kematian karena ‘pembunuhan kehormatan’ setiap tahunnya. Namun jumlah total diduga jauh lebih tinggi, lantaran kebanyakan kasus dengan korban utama kaum wanita ini tak dilaporkan.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan