Bukan Karena Kurang Minum, tetapi Apa Yang Diminum? | @erykar

Ternyata kram, mudah ngilu, dan lain-lain penyebabnya karena perilaku minum kita sehari-hari. Perbaiki, yuk!

Anda mudah kram, otot mudah sakit, persendian sering ngilu? Benarkah hal tersebut karena kurang minum? Secara harfiah belum tentu seperti itu. Namun, mengapa banyak yang mengatakan seperti itu? Itu bisa jadi minumnya cukup, tapi yang diminum tidak diperlukan, malah merugikan tubuh. Mengapa bisa begitu?

Banyak orang yang mengira minum 2.5 liter sehari sudah cukup. Mungkin cukup, tapi mengacu pada aktivitas fisik dan kualitas yang diminum, bisa tidak. Anda minum teh dan kopi, misalnya. Bukannya menambah cairan tubuh, justru malah menguranginya. Sifat diuretikal membuang cadangan cairan yang ada.

Secara sederhana, equivalensinya dikatakan bahwa satu cangkir teh dan kopi, Anda kehilangan tiga kali lipat cairan tubuh dalam jumlah yang sama. Kalau Anda minum sehari pas 2.5 liter serta 1 cangkir teh-kopi 300 ml saja, maka Anda sudah defisit 900 ml. Jadi, total air yang Anda minum hanya 1.6 liter saja.

Bagaimana dengan orang yang minum teh-kopi lebih banyak? Ya, wassalam! Saya sendiri kalo nge-gym minum sedikit kopi untuk memancing detak jantung. Pernah suatu hari saya iseng ‘ngetes’. Saya minum kopi di cangkir sekitar 250 ml. Itu pun tidak habis.

Lalu tak lama kemudian, saya buang air kecil, dan urine yang keluar saya tampung. Hampir 700 ml yang dikeluarkan oleh tubuh. Berarti tidak terlalu salah perbandingan tersebut. Saya sadar kehilangan cairan tubuh seperti ini. Jadi, saat minum air putih agak diperbanyak.

Itu pun saya sadar banyak kerusakan akibat kafein yang tidak tertutupi oleh sekedar minum. Otot yang mengerut, menggetas, mudah kram, serta kerap robek. Hal tersebut identik dengan otot yang secara fundamental mengalami kekurangan cairan.

Saya suka main sepeda. Dan, melalui observasi iseng saya, saya memperhatikan bahwa pelaku sepeda yang sering terserang kram banyak yang lebih memilih teh ketimbang air. Di gym, sering saya temui pelaku pembentuk otot, yang alami cedera otot, tidak bisa melakukan angkatan tertentu.

Padahal sepintas terlihat kuat. Lucunya, otot-otot yang jelas ‘berbentuk’ dan mayoritas besar itu ternyata rentan cedera. Kenapa? Balik lagi, karena akrab dengan dehidrasi. Bukan rahasia bahwasanya pelaku gym sering mendehidrasi dirinya dengan sengaja agar ototnya terlihat jelas.

Mereka minum suplemen pelangsing berkafein tinggi, misalnya. Membatasi minum, konsumsi air destilasi yang cepat ‘dibuang’, itu sebenarnya tanda ‘ditolak tubuh’ karena minim mineral. Dehidrasi ini sengaja dilakukan. Jadi, hal sederhana seperti disebut di awal tadi bisa jadi kurang tepat juga. Minumnya sih tidak kurang, namun yang diminum itu yang bikin kurang.

loading...