Bukan Rekayasa! 4 Anak Ini Dibesarkan oleh Hewan, Begini Kelanjutan Nasib Mereka

Posted on

Lahiya – Masih ingat film Tarzan? Dalam beberapa dekade, film Tarzan kerap didaur ulang dengan mengisahkan seorang anak manusia yang dibesarkan oleh hewan. Kebanyakan orang mengamini kisah ini hanya sebagai dongeng dan mitos belaka. Namun faktanya, hal seperti itu bukan sekadar rekayasa film belaka. Kenyataannya, anak-anak yang liar dan berperilaku seperti binatang benar-benar nyata. Ada lebih dari 100 kasus yang didokumentasikan sehubungan anak-anak yang dibesarkan oleh hewan dan hidup di alam liar.

Seperti dikutip dari reportase unbelievable-facts.com via Travel.Tribunnews.com, Minggu (07/01/2018), anak-liar telah mengadopsi ciri-ciri hewan di hutan. Ini bisa dimaklumi karena mereka berada jauh dari peradaban manusia begitu lama. Mereka hanya bertahan hidup di alam liar bersama para binatang yang ‘mengasuh’ mereka. Simak kisah nyata mereka berikut ini:

  1. Marina Chapman

Lahir pada 1950, Marina Chapman baru berusia empat tahun sewaktu dirinya diculik dari desa tempat ia tinggal. Penculiknya belakangan berubah pikiran di tengah jalan lalu malah meninggalkan Marina jauh di hutan Kolombia.

Kemudian Marina kecil berteman dengan sekelompok monyet capuchin dan dibesarkan oleh primata. Marina belajar untuk mengurus dirinya sendiri. Dia mulai mengamati monyet dan melihat jika dia berdiri di bawah pohon di mana monyet sedang makan, dia bisa mengambil makanan yang dijatuhkan.

Baca juga: Benarkah Gigitan Capung Bisa Cegah Anak Mengompol? Ini Faktanya

Gadis malang ini tidur di lubang pohon dan berjalan merangkak seperti monyet. Dia menghabiskan sekitar lima tahun di alam liar. Parahnya, keadaan ini membuatnya kehilangan cara berkomunikasi saat pemburu menyelamatkannya.

Sayang bukan keberuntungan yang dia dapat, sebab Marine justru dijual ke rumah bordil di Cúcuta. Dia melarikan diri dari rumah bordil dan hidup di jalanan. Setelah itu, menjadi budak di keluarga mafia.

Seorang tetangga yang tinggal di dekat keluarga mafia itu berbaik hati dan menyelamatkannya.

Marina akhirnya pindah ke Bradford, Yorkshire di mana saat ini ia tinggal bersama keluarganya.

Wanita malang namun tegar ini kemudian melanjutkan hidupnya menulis kisahnya dalam buku berjudul The Girl With No Name. Dalam bukunya, dia menggambarkan banyak kisah. Satu di antaranya saat monyet tua datang menolongnya karena keracunan makanan dan terancam kehilangan nyawa.

Dia menangis kesakitan ketika monyet tua, yang dia sebut Grandpa menuntunnya untuk minum air berlumpur. Segera setelah minum, dia langsung muntah dan mulai pulih.

  1. Bello

Pada 1996, ada penyelamatan seorang anak Nigeria dalam keadaan cacat dari alam liar. Dia ditempatkan dalam perawatan rumah spesialis anak. Staf perawat dari Tudun Maliki Torrey Home di Kano menamai anak itu “Bello.”

Sebelum diselamatkan, pemburu menemukan Bello dengan keluarga simpanse di hutan Falgore, 150 kilometer selatan dari Kano. Pada saat penyelamatan, Bello telah berusia sekitar dua tahun. kemungkinan besar Bello merupakan anak dari etnis Fulani yang sering melakukan perjalanan melalui wilayah itu.

Kondisinya yang cacat mental dan fisik menjadi alasan orang tuanya meninggalkan Bello di hutan. Untung saja ada keluarga simpanse yang “mengadopsinya.”

Abba Isa Muhammad, petugas kesejahteraan Bello memperkirakan bocah ini mungkin baru berusia enam bulan ketika simpanse mengadopsinya. Bahkan ketika Bello datang ke rumah perawatan, dia berjalan dengan gaya mirip simpanse.

  1. Dina Sanichar

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan