Bupati Cantik Dinonaktifkan Mendagri Karena 2 Kali ke AS Tanpa Izin

Posted on

Lahiya – Kementerian dalam negeri telah resmi menonaktifkan jabatan Bupati Talaud Sri Wahyumi atas dasar telah tanpa izin melancong tanpa izin. Pemberhentian sementara Sri Wahyumi ditetapkan melalui Surat Keputusan Pemberhentian Sementara yang diteken langsung oleh Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri. Sri Wahyumi dikenakan sanksi lantaran kedapatan pergi ke Amerika Serikat tanpa izin.

Sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (15/01/2018), selama menjalani sanksinya, jabatan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akan diemban oleh wakilnya, Petrus Tuange, untuk sementara.

SK pemberhentian sementara untuk Sri Wahyuni tersebut diterbitkan Mendagri Tjahjo Kumolo berdasarkan sejumlah tembusan surat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Terhitung sejak 20 Oktober hingga 13 November 2017, Sri Wahyumi dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat tanpa izin menteri dalam negeri.

Baca juga: Fredrich Yunadi Ditangkap, Istri dan Keponakan Datangi Kantor KPK

Sebagai Tindak Lanjut

Arief M Edie selaku Kepala Pusat Penerangan Kemendagri menyebutkan, proses pemberian sanksi untuk Sri Wahyumi merupakan tindak lanjut dari surat laporan/ rekomendasi yang ditembuskan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey ke Kemendagri.

Gubernur Olly telah memberikan peringatan kepada Sri Wahyumi atas tindakan dia melancong ke luar negeri tanpa izin.

“Kami menerima surat dari Pemprov Sulawesi Utara yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan pergi meninggalkan tempat tanpa izin,” ujar Arief saat dikonfirmasi pada Minggu (14/01/2018).

Pada November 2017, surat laporan tersebut masuk ke kementerian. Kemendagri lantas menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan tim ke Talaud untuk mengklarifikasi dan memeriksa sejumlah pegawai.

“Desember kami laporkan hasil tim di lapangan ke pusat. Januari Pak Menteri tanda tangan SK,” tandas Arief.

Langgar UU Pemda

Ada pun pemberhentian sementara untuk Sri Wahyumi itu diteken oleh Mendagri Tjahjo Kumolo lewat Surat Keputusan Pemberhentian Sementara bernomor 131.71-17 Tahun 2018.

Sri dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah khususnya Pasal 76 Ayat 1 huruf I dan huruf J.

Regulasi tersebut mengatur bahwa kepala daerah atau wakil kepala daerah yang melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin akan dikenai sanksi pemberhentian sementara selama tiga bulan.

Bukan untuk Pelesiran

Di sisi lain, Sri Wahyumi mengaku bingung atas sanksi pemberhentian sementara yang dijatuhkan oleh Mendagri Tjahjo. Pihaknya mengklaim kepergiannya ke AS bukan untuk pelesiran, melainkan untuk mengikuti program yang disiapkan daerah kepulauan, terutama mengenai ekonomi kemaritiman.

“Kalau saya lihat, posisi saya sekarang ini, saya merasa saya ini dikriminalisasi,” tukas Sri Wahyumi seperti dikutip dari Detik.com berdasarkan tayangan wawancara di sebuah stasiun televisi swasta.

Publik menyorot Sri Wahyuni karena merupakan bupati yang dianggap berparas cantik. Dia pun kerap memamerkan aktivitasnya di media sosial.

Baca juga: Kritik Jokowi Karena Harga Beras Naik, Fahri Hamzah: Mana Janjinya Sekarang?

Di akhir 2016, Sri mendampingi Presiden RI Joko Widodo yang mengunjungi pulau Miangas untuk meresmikan Bandara. Bahkan, ia pun belakangan sempat tampil di sejumlah televisi nasional untuk meladeni interview.

Selain itu, tersiar juga isu bahwa saat di AS Sri telah menyempatkan diri bertemu dengan Donald Trump. Namun kabar tersebut sudah dibantah olehnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan