Home Ensiklopedia 200+ Cabang-Cabang Ilmu Biologi dan Objek Kajian Biologi

200+ Cabang-Cabang Ilmu Biologi dan Objek Kajian Biologi

SHARE

Cabang Biologi

Cabang-cabang biologi yaitu bebrapa pengetahuan yang diperkembang dari bagian biologi. Biologi sendiri yaitu pengetahuan yang pelajari mengenai seluk beluk makhluk hidup.

Pengertian Ilmu Biologi

Ilmu bologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Yang dibahas dalam ilmu biologi tidak lain adalah yang masih berkaitan dengan makhluk hidup, seperti zat yang membentuk makhluk hidup, zat yang dibutuhkan makhluk hidup, serta berbagai hal mengenai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Yunani yang kita sebut juga sebagai bapak perintis biologi.

Ilmu Biologi sangat berpengaruh dan berguna bagi kehidupan manusia. Biologi banyak digunakan untuk berbagai bidang kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan lain sebagainya.

Biologi merupakan ilmu yang sangat penting di bumi ini. Biologi adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tetang kehidupan di dunia dari segala aspek, baik itu tentang makhluk hidup, lingkungan, maupun interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Oleh karena itu, tidak jarang ditemukan berbagai hal luar biasa yang disebut keajaiban saat mempelajari ilmu ini. Pembelajaran dari ilmu biologi yang diterapkan di dunia saat ini merupakan hasil penilitian dari para ilmuan, dan hasil ini dapat dibuktikan serta tidak melenceng dari faktanya. Saat ini perkembangan biologi yang didukung oleh kemajuan teknologi telah melahirkan banyak cabang ilmu pengetahuan lainnya.

Karakteristik Ilmu biologi

Kata Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu pengetahuan.Sehingga kita dapat mengartikan bahwa biologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tentang kehidupan.Objek kajian biologi berupa benda-benda yang dapat ditangkap oleh alat indra manusia dan oleh alat bantu (contohnya mikroskop).

Keterkaitan Biologi dengan Ilmu Lain

Seperti dalam penjelasan di atas, biologi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri, karena biologi juga merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Layaknya manusia yang saling membantu agar tetap hidup, ilmu biologi dan ilmu lainnya dapat saling menolong agar menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Bukti nyata dari hal ini adalah mikroskop yang menjadi jiwa dari biologi ditemukan berdasarkan prinsip fisika(cabang ilmu biologi lainnya).Nah, oleh karena itu kita tidak dapat menolak lagi bahwa biologi bukanlah ilmu yang dapat berdiri sendiri.

Cabang – Cabang Ilmu Biologi

loading...

Biologi memiliki cakupan ilmu yang sangat luas yang terus mengikuti perkembangan zaman. Mengingat terbatasnya kemampuan seseorang dalam mengatasi suatu bidang ilmu, maka untuk meudahkan pembelajarannya Biologi memiliki cabang ilmu yang spesifik dengan kajian objek yang spesifik pula.

Beberapa istilah cabang-cabang ilmu Biologi dengan pengertiannya dapat diamati pada tabel di berikut ini.

1. Aerobiologi ilmu yang pelajari partikel organik yang bisa diangkut oleh udara

2. Agroforestri ilmu yang pelajari bentuk pengelolaan sumber daya yangmemadukan kegiatan
pengelolaan rimba atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman periode pendek

3. Agronomi, ilmu yang pelajari mengenai tanaman budidaya

4. Algologi, ilmu yang pelajari mengenai alga

5. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang pelajari mengenai bebrapa sisi badan

6. Anatomi Perbandingan, ilmu tentang kesamaan serta ketidaksamaan anatomi dari makhluk hidup.

7. Andrologi, ilmu yang pelajari mengenai jenis hormon serta kelainan reproduksi pria

8. Anestesiologi, disiplin ilmu yang pelajari pemakaian anestesi.

9. Angiologi, ilmu yang pelajari penyakit system peredaran darah serta system limfatik

10. Antropologi biologi, ilmu yang pelajari riset biologis serta budaya mengenai keanekaragaman manusia, evolusi manusia, serta pembandingan anatomi, tingkah laku, sejarah, serta ekologi primat di masa-masa lampau serta kini

11. Apiologi, ilmu yang pelajari mengenai lebah termasuk juga ternak lebah

12. Arachnologi, ilmu yang pelajari mengenai laba-laba.

13. Artrologi, ilmu yang pelajari mengenai sendi (penyakit sendi)

14. Artropodologi, ilmu yang pelajari mengenai hewan artropoda

15. Astrobiologi, studi yang pelajari evolusi, distribusi, serta masa-masa depan kehidupan di alam semesta

16. Bakteriologi, ilmu yang pelajari mengenai bakteri

17. Batrakologi, ilmu yang pelajari mengenai amphibian

18. Biofarmaka, ilmu yang pelajari budidaya tanaman obat

19. Bioinformatika, ilmu yang pelajari aplikasi tehnik komputasional untuk mengelola serta mengkaji informasi biologis

20. Biologi Air Tawar, ilmu yang pelajari kehidupan serta ekosistem habitat air tawar

21. Biologi Evolusioner, ilmu yang pelajari asal-usul spesies yang mempunyai nenek moyang sama, serta penurunan spesies, dan perubahan, bertambahnya, serta diversifikasinya searah dengan saat.

22. Biologi Integratif, ilmu yang pelajari organisme secara keseluruhnya lewat konsentrasi antarmuka pada biologi serta fisika, kimia, tehnik, pencitraan, serta informatika

23. Biologi Kelautan, ilmu yang pelajari kehidupan di laut (makhluk hidup bersama interaksinya dengan lingkungan)

24. Biologi Konservasi, studi mengenai pelestarian, perlindungan, serta restorasi lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, serta satwa liar

25. Biologi Kuantum, ilmu yang pelajari aplikasi dari mekanika kuantum pada objek biologi serta permasalahannya

26. Biologi Lingkungan, ilmu yang pelajari lingkungan bersama persoalan serta pemecahannya, dengan mengintegrasikan akademik ilmu fisik serta biologi

27. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul

28. Biologi Pembangunan, ilmu yang pelajari lingkungan hidup dalam ruang

29. Biologi Perubahan, ilmu yang pelajari mengenai proses perkembangan serta perubahan organism

30. Biologi Populasi, ilmu yang pelajari mengenai populasi organisme, terlebih penyusunan jumlah populasi, ciri sejarah kehidupan populasi, serta kepunahannya

31. Biologi Psikologi, ilmu yang pelajari dampak timbal balik pada bagian psikologis serta biologis pada satu sama lain

32. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang memahami mengenai perkembangbiakan

33. Biologi Sintesis, ilmu yang memadukan ilmu dan ilmu serta tehnologi untuk pelajari desain serta konstruksi manfaat biologis baru dan system yang tidak diketemukan di alam

34. Biokimia, kajian biologi yang pelajari kimia makhluk hidup

35. Biofisika. cabang ilmu biologi yang membahas aplikasi bermacam piranti serta hukum fisika untuk menerangkan bermacam fenomena hayati atau biologi

36. Biogeografi, cabang dari biologi yang pelajari mengenai keaneka ragaman hayati bersumber pada ruangan serta waktu

37. Biomatematika, ilmu yang pelajari riset kuantitatif dari proses biologis, dengan penekanan pada pemodelan

38. Biomekanika, ilmu yang pelajari aplikasi prinsip mekanik untuk system biologis

39. Bionik, ilmu yang pelajari aplikasi cara biologis serta system yang diketemukan di alam untuk riset serta desain system rekayasa serta tehnologi modern

40. Biostatistika, (paduan dari kata biologi dengan statistika ; terkadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) yaitu aplikasi ilmu statistika kedalam ilmu biologi

41. Bioteknologi, cabang ilmu yang pelajari pemakaian makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan sebagainya) ataupun product dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk membuahkan barang serta jasa

42. Botani, ilmu yang pelajari mengenai tumbuhan

43. Bryologi, ilmu yang pelajari mengenai bryophyte

44. Cetologi, ilmu dan ilmu yang pelajari cetacean

45. Conchologi, ilmu dan ilmu yang pelajari kulit moluska

46. Dendrokronologi, ilmu yang pelajari analisa cincin lingkaran tahunan pada batang berkambium

47. Dendrologi, ilmu yang pelajari mengenai pohon ataupun tumbuhan berkayu yang lain, seperti liana serta semak

48. Dermatologi, ilmu yang pelajari kulit serta penyakitnya

49. Ekofisiologi, ilmu yang pelajari penyesuaian fisik sebuah organisme pada keadaan lingkungannya

50. Ekologi, ilmu yang pelajari mengenai hubungan timbal balik pada makhluk hidup serta lingkungannya

51. Ekologi molekuler, ilmu yang pelajari ekologi pada tingkat molekul

52. Embriologi, ilmu yang pelajari mengenai perubahan embrio

53. Endokrinologi, ilmu yang pelajari mengenai hormone

54. Entomologi, ilmu yang pelajari mengenai serangga

55. Epidemiologi, ilmu yang pelajari mengenai penularan penyakit

56. Epigenetik, ilmu yang pelajari perubahan dalam ekspresi gen yang dikarenakan oleh mekanisme tidak hanya perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya

57. Epizoologi, ilmu tentang penyakit menular yang menjangkiti hewan, umumnya hewan ternak

58. Etnobiologi, ilmu yang pelajari hubungan yang dinamis pada manusia, biota, serta lingkungan dari zaman dulu sampai sekaranz

59. Etnobotani, ilmu yang pelajari hubungan manusia serta tumbuhan

60. Etnozoologi, ilmu yang pelajari hubungan manusia serta hewan

61. Etologi, cabang ilmu zoologi yang pelajari tingkah laku atau perilaku hewan, mekanisme dan beberapa aspek penyebabnya

62. Eugenetika, ilmu yang pelajari mengenai pewarisan sifat

63. Evolusi, ilmu yang pelajari perubahan makhluk hidup dalam periode panjang

64. Enzimologi, ilmu yang pelajari mengenai enzim

65. Farmakologi, ilmu yang pelajari obat-obatan, hubungan serta dampaknya pada tubuh manusia

66. Fenologi, ilmu yang pelajari dampak iklim atau lingkungan kurang lebih pada tampilan sebuah organisme atau populasi

67. Fikologi, ilmu yang pelajari mengenai alga.

68. Filogeni, kajian tentang hubungan diantara bebrapa grup organisme yang dihubungkan dengan proses evolusi yang dikira mendasarinya

69. Fisiologi, ilmu yang pelajari mengenai faal/manfaat kerja badan

70. Fisioterapi, ilmu yang pelajari mengenai penyembuhan terhadappenderita yang alami kelumpuhan atau masalah otot

71. Fitopatologi, cabang ilmu dan ilmu yang pelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen maupun masalah ketersediaan hara

72. Florikultura, ilmu hortikultura yang pelajari segalanya mengenai tanaman hias

73. Gastrologi, ilmu yang pelajari mengenai salurang pencernaan, terlebih lambung serta usus

74. Genetika, ilmu yang pelajari mengenai pewarisan sifat

75. Genetika Ekologi, ilmu yang pelajari genetika dalam ciri ekologi

76. Genetika Evolusioner, ilmu yang pelajari evolusi dari pewarisan karakter mahkluk hidup

77. Genetika Kuantitatif, Cabang genetika yang mengulas pewarisan beberapa karakter terarah (kuantitatif atau metrik)

78. Geobiologi, ilmu yang memadukan geologi serta biologi untuk pelajari hubungan organisme dengan lingkungan mereka

79. Geriatri, ilmu yang pelajari penyakit dari golongan berumur lanjut

80. Gerontologi, ilmu yang pelajari lewat beragam segi pada proses penuaan yakni lewat pendekatan biologis, psikologis, sosial, ekonomi, kesehatan serta lingkungan

81. Genetika, ilmu yang mengulas transmisi bahan genetik pada ranah populasi

82. Genetika kuantitatif, cabang genetika yang mengulas pewarisan beberapa karakter terarah (kuantitatif atau metrik), yang tidak dapat diterangkan secara langsung lewat hukum pewarisan Mendel

83. Genetika molekuler, cabang genetika yang membahas bahan genetik serta ekspresi genetik di tingkat subselular (didalam sel)

84. Genetika populasi, ilmu yang pelajari transmisi bahan genetik pada ranah populasi

85. Ginekologi, ilmu yang spesial pelajari penyakit-penyakit system reproduksi wanita (rahim, vagina serta ovarium)

86. Genomika, ilmu yang pelajari mengenai bahan genetik dari sebuah organisme atau virus

87. Helminthologi, ilmu yang pelajari mengenai cacing

88. Hematologi, ilmu yang pelajari darah, organ pembentuk darah serta penyakitnya

89. Herbakronologi, ilmu yang pelajari analisa cincin perkembangan tahunan (atau cincin simpel tahunan) dalam xylem akar sekunder tanaman herbaceous

90. Herpetologi, ilmu yang pelajari reptilia serta ampibia (ular serta kadal)

91. Histologi, ilmu yang pelajari mengenai jaringan

92. Histopatologi, cabang biologi yang pelajari keadaan serta manfaat jaringan dalam hubungan dengan penyakit

93. Higiene, ilmu yang pelajari mengenai kesehatan makhluk hidup

94. Hortikultura, ilmu pertanian yang pelajari budidaya tanaman dari proses menanam hingga pasca panen yang mencakup tanaman sayur, buah-buahan, serta tanaman hias

95. Hortikultura Lanskap, ilmu hortikultura yang spesial mengulas mengenai pemakaian tanaman hortikultura, terlebih tanaman hias dalam pengaturan lingkunganIkhtiologi, ilmu yang pelajari mengenai ikan

96. ilmu gulma, ilmu yang pelajari gulma, perilakunya, serta ingindaliannya

97. ilmu kedaruratan medis, ilmu yang pelajari pertolongan pertama pada sebuah penyakit

98. ilmu kedokteran forensik, ilmu yang memakai ilmu kedokteran untuk kebutuhan penegakan hokum

99. ilmu kedokteran gigi, ilmu tentang mencegah serta perawatan penyakit atau kelainan pada gigi serta mulut lewat tindakan tanpa atau mungkin dengan pembedahan

101. ilmu kedokteran hewan, ilmu yang mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, serta therapy pada hewan

102. ilmu kedokteran molekuler, ilmu kedokteran yang membahas tingkat molekul

103. ilmu kesehatan orang-orang, ilmu yang pelajari pemeliharaan, perlindungan, serta penambahan kesehatan orang-orang lewat usaha-usaha pengorganisasian orang-orang

104. ilmu pemuliaan, ilmu yang pelajari aktivitas manusia dalam pelihara tumbuhan atau hewan untuk melindungi kemurnian galur atau ras sekalian melakukan perbaikan produksi atau mutunya lewat aplikasi genetika

105. ilmu produksi ternak, ilmu yang pelajari perawatan ternak dengan benar dalam rencana tingkatkan kwalitas dari product ternak tersebut

106. ilmu tehnologi enzim, ilmu yang pelajari mengenai tehnologi yang bisa dipakai untuk membuahkan enzim

107. Imunohematologi, ilmu yang pelajari mengenai kelompok darah

108. Imunologi, ilmu yang pelajari mengenai system kekebalan (imun) badan

109. Imunoserologi, ilmu yang pelajari identifikasi pada antibodi, investigasi permasalahan system kekebalan tubuh, serta pelajari kecocokan organ untuk transplantasi

110. Informatika kedokteran, ilmu yang punyai urusan dengan penyimpanan, penarikan serta pemakaian data, informasi, dan ilmu biomedik secara maksimal untuk maksud pemecahan permasalahan serta pengambilan keputusan

111. Kardiologi, ilmu yang pelajari mengenai jantung serta pembuluh darah

112. Karsinologi, ilmu yang pelajari mengenai crustacean

113. ladistika, ilmu yang pelajari cara klasifikasi spesies organisme kedalam grup yang terbagi dalam organisme nenek moyang serta seluruh keturunannya

114. Klimatologi, ilmu yang pelajari deskripsi serta keterangan karakter iklim, kenapa iklim di beberapa tempat di bumi tidak sama, serta bagaimana kaitan pada iklim serta dengan kesibukan manusia

115. Kriobiologi, studi mengenai bahan serta system biologis dengan suhu di bawah normal

116. Kriptozoologi, ilmu yang pelajari pencarian hewan yang keberadaannya belum terbukti

117. Kronobiologi, ilmu yang pelajari fenomena dalam mahkluk hidup secara periodik serta penyesuaian mereka pada ritme bln. serta matahari

118. Likenologi, ilmu yang pelajari lumut, simbiosis organisme terbagi dalam asosiasi simbiosis akrab dari alga mikroskopis dengan jamur filamen.

119. Limnologi, ilmu yang pelajari mengenai rawa

120. Malakologi, ilmu yang pelajari moluska

121. Mamologi, ilmu yang pelajari mengenai mammalia

122. Mellisopalinologi, ilmu yang pelajari serbuk sari yang terdapat dalam madu serta sumber serbuk sari tersebut

123. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhnya product proses enzimatik yang terjadi didalam sel

124. Mikobiologi, ilmu yang pelajari mengenai jamur

125. Mikrobiologi, ilmu yang pelajari mengenai organisme mikro

126. Mikrobiologi kedokteran, studi mikroorganisme termasuk juga bakteri, virus, jamur serta parasit yang perlu untuk medis serta dapat mengakibatkan penyakit pada manusia.

127. Miologi, ilmu yang pelajari mengenai otot

128. Mirmekologi, ilmu yang pelajari mengenai rayap

129. Morfologi, ilmu yang pelajari mengenai bentuk atau ciri luar organisme

130. Nasofaringologi, ilmu yang pelajari mengenai nasofaring

131. Nematologi, ilmu yang pelajari mengenai nematoda

132. Nefrologi, cabang medis internal yang pelajari manfaat serta penyakit ginjal

133. Neufarmakologi, ilmu yang pelajari narkoba yang memengaruhi manfaat seluler didalam sistem saraf

134. Neuroethologi, ilmu yang pelajari rutinitas hewan bersama saraf yang bertindak aktif dalam mengatur rutinitas tersebut

135. Neurologi, ilmu yang mengatasi penyimpangan pada system saraf

136. Neurosains, ilmu yang pelajari system saraf atau system neuron

137. Neurosains Evolusioner, ilmu yang pelajari evolusi serta sejarah alami susunan serta manfaat system saraf

138. Nosologi, ilmu yang pelajari sisi pengelompokan penyakit untuk maksud tertentu

139. Nutrisi, ilmu yang pelajari penyediaan bahan yang dibutuhkan (berbentuk makanan) untuk mensupport kehidupan sel serta organisme

140. Obstetri, ilmu kedokteran yang terkait dengan persalinan, beberapa hal yang mendahuluinya serta beberapa gejala sisanya

141. Oftalmologi, ilmu yang pelajari mengenai mata (penyakit mata)

142. Olerikultura, ilmu hortikultura yang pelajari segalanya mengenai sayur

143. Onkologi, ilmu yang pelajari mengenai kanker serta langkah mencegahnya

144. Ontogeni, ilmu yang pelajari mengenai perubahan makhluk hidup dari zigot jadi dewasa

145. Ornitologi, ilmu yang pelajari mengenai burung

146. Organologi, ilmu yang pelajari mengenai organ

147. Ortodonti, ilmu kedokteran gigi yang terkait dengan aspek macam genetik, pertumbuhkembangan serta bentuk muka dan langkah aspek itu memengaruhi oklusi gigi serta manfaat organ di sekelilingnya.

148. Ortopedi, ilmu yang pelajari cedera akut, kritis, serta trauma, dan masalah lain pada sistem muskuloskeletal

149. Oseanografi, ilmu yang pelajari mengenai laut, termasuk juga kehidupan laut, lingkungan, geografi, cuaca, serta segi lain yang memengaruhi laut

150. Osteologi, ilmu yang pelajari mengenai tulang

151. Otolaringologi, ilmu yang pelajari mempelajari diagnosis serta penyembuhan penyakit telinga, hidung, tenggorokan, dan kepala serta leher.

152. Otologi, ilmu yang pelajari mengenai telinga serta kelainannya dan operasi mikro telinga.

153. Palaentologi, ilmu yang pelajari mengenai fosil

154. Paleobotani, ilmu yang pelajari tumbuhan masa-masa lampau

155. Paleozoologi, ilmu yang pelajari mengenai hewan purba

156. Palinologi, ilmu yang pelajari polinomorf yang ada sekarang serta fosilnya, salah satunya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, serta scolecodont, berbarengan dengan partikel material organik serta kerogen yang ada pada sedimen serta batuan sedimen

157. Parasitologi, ilmu yang pelajari mengenai parasit

158. Patologi, ilmu yang pelajari mengenai penyakit

159. Patologi anatomi, ilmu yang pelajari kelainan susunan mikroskopik serta makroskopik beragam organ serta jaringan yang dikarenakan penyakit atau proses lainnya

160. Patologi Klinik, ilmu yang pelajari kelainan yang terjadi pada beragam manfaat organ atau system organ

161. Pediatri, ilmu yang pelajari permasalahan penyakit pada bayi serta anak

162. Riset Biomedis, yaitu ilmu riset mendasar, terapan, atau translasi yang dikerjakan untuk bantu serta mensupport ilmu di bagian kedokteran

163. Perinatologi, ilmu yang pelajari kesehatan janin dalam kandungan serta kesehatan bayi yang baru lahir

164. Periodonti, ilmu pelajari segi klinis dari jaringan yang mensupport gigi

165. Planktologi, ilmu yang pelajari mengenai plankton

166. Pomologi, ilmu hortikultura yang pelajari segalanya mengenai buah

167. Primatologi, ilmu yang pelajari mengenai primate

168. Proktologi, ilmu yang pelajari masalah pada rektum, anus, serta usus besar

169. Proteomika, kajian secara molekular pada keseluruhnya protein yang dibuat dari ekspresi gen didalam sel.

170. Protozoologi, ilmu yang pelajari mengenai protozoa

171. Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa

172. Pteridologi, ilmu yang pelajari mengenai tumbuhan paku

173. Pulmonologi, ilmu yang pelajari mengenai paru-paru

174. Radiologi, ilmu untuk lihat sisi dalam tubuh manusia memakai pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik ataupun

gelombang mekanik

175. Reumatologi, ilmu yang diperuntukkan untuk diagnosis serta therapy keadaan serta penyakit yang memengaruhi sendi, otot, serta tulang

176. Rekayasa Genetika, ilmu yang pelajari mengenai manipulasi karakter genetis

177. Rematologi, ilmu yang pelajari diagnosis serta therapy penyakit rematik

178. Rodentiologi, ilmu yang pelajari mengenai rodentia

179. Sitologi, ilmu yang pelajari mengenai sel

180. Sanitasi, ilmu yang pelajari mengenai kesehatan lingkungan

181. Simbiologi, ilmu yang pelajari hubungan simbiosis antar mahkluk hidup

182. Sindesmologi, ilmu yang pelajari mengenai sendi

183. Sosiobiologi, bagian studi ilmiah yang didasarkan pada anggapan kalau tingkah laku sosial sudah dibuat dari evolusi serta usaha untuk menerangkan serta mengecek tingkah laku sosial dalam konteks tersebut

184. Stomatologi, ilmu yang pelajari mulut bersama penyakit-penyakitnya

185. Taksonomi, ilmu yang pelajari mengenai systematika makhluk hidup

186. Tehnik Biokimia, cabang ilmu dari tehnik kimia yang terkait dengan perancangan serta konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi

187. Tehnik Biomedis, ilmu yang pelajari prinsip tehnis untuk praktek kedokteran

188. Teratologi yaitu ilmu yang pelajari mengenai perubahan formasi dari sel, jaringan, serta organ yang dibuat dari perubahan fisiologi serta biokimia.

189. Toksikogenomik, ilmu pengumpulan, interpretasi, serta penyimpanan informasi mengenai gen serta kesibukan protein dalam jaringan spesifik dari sebuah 190. Toksikologi, pemahaman tentang bebrapa dampak bahan kimia yang merugikan untuk organisme hidup.

191. Transkriptomika, sisi dari biologi molekular yang membahas mengenai product transkripsi secara keseluruhnya (transkriptom)

192. Traumatologi, ilmu yang pelajari luka, therapy bedah, ataupun perbaikan rusaknyanya

193. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang meliputi ginjal serta saluran kemih pada pria serta wanita baik dewasa serta anak dan organ reproduksi pada pria

194. Veneorologi, ilmu yang pelajari penyakit menular seksual

195. Virologi, ilmu yang pelajari mengenai virus

196. Viscerologi, ilmu yang pelajari organ dalam

197. Xenobiologi, ilmu dan ilmu spekulatif mengenai ada makhluk hidup tidak hanya di bumi

198. Zoologi, ilmu yang pelajari mengenai hewan

199. Zoologi Perbandingan, ilmu yang pelajari kesamaan serta ketidaksamaan antar hewan

200. Zoosemiotik, ilmu yang pelajari mengenai hubungan antar hewan

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan