Home Cara Cara Budidaya Jamur Tiram Langkah Demi Langkah

Cara Budidaya Jamur Tiram Langkah Demi Langkah

SHARE

Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia. Investasi diperlukan untuk memulai usaha budidaya jamur tiram cukup murah dan dilakukan secara bertahap. Bagian tersulit adalah membuat baglog, penanaman media yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.

Nama latin jamur tiram Pleurotus ostreatus, termasuk dalam grup Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk kepala menyerupai kulit tiram. Putih berbentuk setengah lingkaran. Dalam jamur tiram liar, putih yang sering ditemukan di batang-batang kayu yang sudah usang. Mungkin karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu.

Jamur tiram ini dapat tumbuh dan berkembang di media serbuk yang dikemas dalam kantong plastik. Dan pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui tentang kondisi yang cocok untuk pertumbuhan sebelum kita melakukan budidaya jamur tiram.


Seputar budidaya jamur tiram putih


en.indotrading.com

Kehidupan jamur ini secara alami tumbuh di hutan dan biasanya tumbuh di bawah pohon yang berdaun lebar atau di bawah tanaman kayu. Pleurotus jamur tidak memerlukan banyak sinar matahari. Hasilnya menunjukkan bahwa miselium yang disimpan dalam kondisi redup, lebih dari jumlah tempat dengan terang sinar matahari penuh. Miselium adalah jaringan yang meliputi koleksi Hifa jamur. Miselium dapat tumbuh di dinding sel dari kayu dengan menembus dinding sel kayu melalui lubang.

Proses penetrasi kayu dinding sel enzim pemutus terbantu oleh selulosa, hemiselulosa dan dan lignin yang dihasilkan oleh jamur dari ujung miselium. Enzim mencerna senyawa bersamaan menggunakan kayu sebagai sumber makanan.

Temperatur suhu

Jamur tiram putih miselium serat tumbuh dengan baik di kisaran suhu 23-28 °C, yang berarti bahwa kisaran suhu normal untuk pertumbuhan. Walaupun dengan suhu dibawah 23 ° C, miselium jamur masih dapat tumbuh meskipun lambat. Sementara itu, membutuhkan lebih banyak waktu untuk pertumbuhan jamur yang membentuk seperti kerang tiram. Kira-kira membutuhkan suhu berkisar antara 13-15 ° C selama 2 sampai 3 hari.

Ketika suhu rendah suhu tidak dicapai, maka ada dua kemungkinan terjadi, yaitu pertumbuhan jamur tidak akan terbentuk, yang berarti bahwa perawatan tidak berhasil, atau bahkan waktu yang dibutuhkan akan jadi lebih lama. Tapi tahap kedua jamur tiram putih tetap dapat tumbuh pada kisaran suhu 12-37,8 ° c.

Kelembaban

Kandungan air sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur. Terlalu sedikit air akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan terganggu, bahkan gagal.

Namun, jika terlalu banyak air, miselium akan membusuk dan mati. Mengurangi kandungan air pada tanaman akan diperoleh ketika penyiraman. Jamur tumbuh dengan baik dalam kondisi lembab, tetapi tidak dalam genangan. Miselium tumbuh secara optimal pada kandungan kelembaban yang rendah sekitar 60%. Untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah, diperlukan kelembaban sekitar70-85%.

Cahaya

Miselium jamur tiram putih dapat tumbuh secara optimal dalam gelap. Sebaliknya, tubuh buah jamur tidak dapat tumbuh dalam gelap. Cahaya diperlukan untuk merangsang pertumbuhan. Dan batang jamur akan tumbuh lebih kecil dan kepala jamur tumbuh tidak normal jika pertumbuhan saat primordial tidak mendapatkan cukup air. Namun, melalui sinar matahari langsung dapat merusak dan menyebabkan layu, serta ukuran relatif kecil.

loading...

Udara

Jamur tiram putih adalah tanaman yang memerlukan oksigen sebangai senyawa untuk pertumbuhan. Sirkulasi udara yang lancar akan menjamin pasokan oksigen. Keterbatasan pasokan oksigen di dalam udara sekitar tempat tumbuh jamur dapat mengganggu pertumbuhan tubuh buah.

Jamur tiram yang tumbuh di tempat kekurangan oksigen memiliki tubuh kecil dan abnormal. Tubuh buah jamur yang tumbuh di tempat yang kurang oksisgen dapat dengan mudah layu dan mati. Selain itu Jamur tiram juga memerlukan sirkulasi udara segar untuk pertumbuhannya.

Pertumbuhan miselium jamur membutuhkan kandungan karbon dioksida tinggi, yaitu 15% – 20%. Namun, jamur tiram yang tumbuh di tempat yang mengandung karbo dioksida terlalu tinggi juga dapat memiliki tubuh buah abnormal. Biasanya,topi jamur tiram relatif tumbuh lebih kecil daripada batangnya.

Derajat keasaman (pH)

Miselium jamur tiram putih tumbuh secara optimal pada pH sedikit asam, yaitu antara 5.0-6.5. PH menengah diperlukan untuk produksi metabolisme jamur tiram putih, seperti produksi asam organik.

Asam dapat menyebabkan pertumbuhan miselium terganggu, jamur tiram yang terganggu dapat mengkontaminasi jamur lain, bahkan menyebabkan kematian jamur tiram putih. PH terlalu tinggi pun dapat menyebabkan sistem metabolisme jamur tiram putih tidak efektif. Pada kenyataannya, hal inilah penyebab kematian jamur. Oleh karena itu Jamur tiram dapat tumbuh secara optimal pada pH mendekati normal (pH dalam 6,8-7.0).


Persiapan budidaya jamur tiram


Dalam budidaya modern, media tumbuh yang digunakan adalah dalam bentuk kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder. Komposisi medium ini adalah sumber kayu (gergaji kayu, sekam gula tebu), gula (tepung terigu Staples), kapur, pupuk P, dan air.

Kebutuhan gizi jamur tiram

Pertumbuhan yang optimum dapat dicapai dengan lingkungan yang tepat dan tersedia nutrisi yang cukup. Sel-sel protoplas perlu nitrogen, fosfor, dan nutrisi lainnya. Selain karbon yang diperlukan untuk pembentukan protoplast, juga diperlukan sebagai sumber energi. Sehingga dibutuhkan lebih banyak karbon dibandingkan nitrogen. Nitrogen diperlukan untuk pembentukan asam nukleat. Sedangkan protein dan kitin yang diperlukan untuk pembentukan dinding sel jamur.

Adanya mikroorganisme lainnya

Tempat berkembangnya adalah sumber energi untuk jamur tiram. Adanya mikroorganisme lain dapat menyebabkan persaingan dalam mendapatkan nutrisi sehingga jamur tidak dapat tumbuh dengan optimal sesuai harapan. Pada kenyataannya, sebagian besar mikroorganisme tersebut dapat mengeluarkan senyawa toksin terhadap organisme hidup di sekitarnya. Sterilisasi media adalah cara yang efektif untuk membersihkan media tanam dari keberadaan benda asing di media tanam yang tak terduga.

Mengatur baglog

rammushroom.blogspot.com

Baglog merupakan benih tempat menaruh jamur tiram sebagai media tanam. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog silinder dibungkus plastik, dimana salah satu ujung diberikan sebuah lubang. Pada lubang itulah jamur tiram akan tumbuh dengan menusuk keluar.

Dan budidaya jamur tiram pada skala besar, biasanya petani jamur membuat baglog mereka sendiri. Tetapi untuk pemula, atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Jadi petani bisa fokus menjalankan budidaya.

Ada dua cara untuk mengkompilasi baglog di rak, yang diletakkan secara vertical, lubang baglog menghadap ke atas. Dan horizontal, lubang-lubang baglog menghadap ke sisi.

Dua cara ini memiliki keuntungan yang berbeda. Baglog diatur horizontal aman dari semprotan air. Ketika berlebihan penyiraman, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Di samping itu, membuat panen lebih mudah. Namun, penyusunan membutuhkan lebih banyak ruang.

Sterilkan Baglog

Baglog steril dapat dilakukan dengan memasukkan baglog ke dalam autoclave atau pemanasl dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk mengganti penggunaan autoclave, dapat menggunakan drum berkapasitas besar dengan atau mampu menampung sekitar 50 baglog dan dipanaskan di kompor minyak. Selain itu juga dapat menggunakan oven. Memang, steriliasi baglog yang menggunakan drum memakan waktu, yang sekitar 8 jam, tetapi dianggap lebih hemat biaya.

Setelah sterilisasi selesai, kemudian didinginkan baglog, yaitu dengan mengubah matikan sterilisasi alat dan membiarkan suhu turun sedikit demi sedikit. Setelah pendinginan kemudian lakukan penanaman bibit jamur.

Pembibitan

Bibit yang dapat digunakan adalah F3. Benih ini dapat dibuat atau diperoleh dari petani jamur yang bisa membuat bibit bibit jamur. Untuk membuat sendiri biji, alat dan bahan-bahan yang diperlukan steril karena proses ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi pembuatan bibit biasa menggunakan laminar flow atau transfer box.


Proses budidaya jamur tiram


mimunmedia.com

Serbuk gergaji dipilih dan dibersihkan. Bagian besar dan tajam dibuang karena dapat merusak substrat plastik.

Bahan material yang ada dicampur menurut ukuran komposisi di cekungan jolang plastik. Aduk sampai merata, tidak sampai ada Uap. Adapun bahan yang dicampur untuk menghasilkan 100 log adalah sebagai berikut:

  • Serbuk gergaji atau ampas halus tebu 10,5 kg.
  • Tepung jagung 0.6 kg.
  • Dedak halus 21 kg.
  • TSP-1 kg.
  • 3 buah kapur.
  • Berikan air secukupnya, dengan kadar 60% dan pHmedia terukur.

Campuran bahan dimasukkan ke dalam plastik transparan dengan ukuran 20 x35 cm dan ketebalan 0.5. Media harus dipadatkan sehingga terbentuk log yang baik. Media baik adalah rapatan dan padat. Jangan lupa, ujung bagian bawah plastik ditusuk supaya matang. Hal ini dilakukan sehingga bahan-bahan yang dimasukkan dan dipadatkan bisa duduk posisi (tidak miring). Pengisian dilakukan tidak terlalu penuh, tetapi tetap disisakan 15 cm untuk memfasilitasi dalam mengikat.

  • Setiap log ditimbang beratnya, yaitu sebanyak 1.2 kg.
  • Sisa ujung plastik ke dalam ring dilipat, kemudian diikat mulut plastik dengan karet anti panas.
  • Tutup mulut log dengan kapas kemudian tutup lagi dengan kertas, kemudian diikat lagi dengan karet.
  • Pengukusan log media dilakukan selama 12 jam.
  • Durasi pengukusan dihitung setelah air mendidih dalam drum.
  • Bila Anda telah selesai mengukus, angkat media dari drum. Kemudian, biarkan selama 8jam atau sampai dingin di sebuah ruangan yang tertutup. Selanjutnya, penanaman bibit.

Setelah media mendingin, baru dilakukan penanaman bibit, ini caranya:

  • Lakukan penanaman bibit dalam ruangan tertutup.
  • Gunakan sarung tangan semprot ruangan dengan alkohol 95%.
  • Untuk memfasilitasi penanaman benih, media akan diinokulasi disimpan di depan disisi kiri.
  • Bibit yang akan ditanam disimpan di bagian depan dekat tangan kanan.
  • Antara media yang akan ditanam dan bibit, simpan lampu spirtus.
  • Buka karet, kertas penutup, dan kapas penutup media.
  • Masukkan 3 sendok makan bibit untuk satu media log.
  • Setiap gerakan sendok sedang digunakan, dipanaskan oleh nyala lampu spirtus.
  • Media yang sudah ditanam benih, tutup dengan kapas.
  • Penanaman bibit dilakukan dengan cepat, tetapi harus teliti.
  • Media sudah ditanami bibit yang tersimpan di bagian atas rak.
  • Diamkan sampai seluruh media dipenuhi miselium jamur.
  • Miselium tumbuh mengisi log media. Lalu seluruh log media yang ditumbuhi miselium, buka kapas dan cincin penutup.
  • Kelembaban harus dikelola dengan menggunakan sprayer.

Perawatan budidaya jamur tiram


http://www.muslimaid-id.org

Jika kita akan menyimpan log dalam bangunan, jamur tiram tanam tidak dapat ditetapkan oleh kondisi iklim. Log yang sudah menanam benih harus disimpan di tempat yang mendukung pertumbuhan miselium dan tubuh buah.

Bangunan untuk menyimpan log dapat dibuat permanen untuk budidaya jamur tiram dalam skala besar atau di bangun semi permanen.

Pemeliharaan tempat jamur dibuat dengan ukuran 10 x 12 m² di dalamnya berukuran 8 x 5.7 petak pemeliharaan 2,15 m ². jarak antara petak dari 40-60 cm. Diisetiap peta dibuat jarak rak tambahan tetap log 1.300-1.400. Frame bangunan dapatterbuat dari besi, kayu atau bambu.

Log disimpan di rak dengan posisi tegak atau miring. Retensi jarak diatur sehingga tubuh buah-buahan yang tumbuh dari log tidak tumpang tindih dengan tubuh buah lainnya.

Pengendalian hama penyakit dalam budidaya jamur tiram

Selain pemeliharaan baglog, budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin menyerang jamur tiram. Hama dan penyakit yang menyerang jamur tiram secara alamidi pengaruhi oleh keadaan lingkungan serta jamur itu sendiri. Jadi antara tempat budidaya satu dan lainnya, kemungkinan serangan hama penyakit dapat bervariasi.

Hama penyakit jamur tiram

Ulat

Ulat adalah hama paling banyak ditemui pada budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab munculnya faktor-faktor hama, yaitu kelembaban, kotoran dari sisanya pangkal atau bonggol juga batang jamur yang tidak terpanen, serta lingkungan yang tidak bersih tentunya.

Hama terjadi ketika kelembaban udara berlebih. Oleh karena itu, hama ulat sering menyerang ketika musim hujan. Pencegahan menjadi solusi terbaik untuk mengatasi hama ini adalah dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya, membuka sebuah lubang sirkulasi dan sementara hentikan proses penyiraman kumbung.

Dasar jamur yang tersisa di baglog ketikan panen dapat mendatangkan binatang kecil seperti kepik. Kepik ini menjadi penyebab munculnya hama. Sementara jamur tidak terpanen mungkin karena jamur tidak muncul keluar jadi terlewat ketika panen dan menjadi busuk. Hal ini menyebabkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika panen baglog telah dipastikan bersih sehingga tidak ada dasar atau batang dan cetakan yang tidak terpanen.

Ulat bisa muncul karena rumah kumbung atau sekitar kumbung tidak bersih. Sebagai contoh, keberadaan kandang ternak atau tanaman di sekitar rumah kumbung.

Untuk mencegah dan mengatasi serangan hama, lakukan pembersihan kumbung dan di sekitarnya dengan penyemprotan formalin.


Pemanenan jamur tiram


Ciri dan umur panen: jamur tiram Pleurotus merupakan jamur yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada saat berusia muda. Panen dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimum waktu 2-3 hari setelah tubuh buah akan tumbuh.

Cara panen: ambil jamur harus dilakukan dari pangkal batang karena sisa batang dapat menjadi busuk. Potong jamur dengan pisau tajam dan bersih, kemudian simpan dalam wadah plastik dengan tumpukan setinggi 15 cm.

Periode panen: panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari, tergantung pada jarak pembukaan log-log. Dari satu log yang dihasilkan sekitar 0,5-1 kg jamur.

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan