budidaya-bawang-merah

Cara Menanam Bawang Merah di Lahan Kering

Posted on

Setelah itu adalah bentuk urea pupuk 150kg/ha, Za 300 kg/ha dan KCL 150/ha. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada usia 10-15 hari setelah tanam dan pemupukan susulan kedua pada 1 bulan setelah tanam dengan dosis 1/2.

7. Penyiraman dan penyiangan

Perlu diingat adalah bawang memerlukan banyak air, tapi dia tidak tahan terhadap genanga. Untuk tanaman usia 0-10 hari, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali yaitu, pagi dan malam hari, sedangkan setelah lebih dari 10 hari penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan di pagi hari).

Lalu penyiangan budidaya bawang merah harus dilakukan 2 kali pada saat tanaman berumur 10-15 hari dan 28 – 35 hari (sebelum pemupukan). Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma di sekitar tanaman.

8. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian terhadap hama-hama yang perlu diwaspadai saat budidaya bawang merah itu penting. Bagaimana caranya adalah sebagai berikut.

  • Ulat daun bawang (Spodoptera exiqua)

Gejala serangan pada daun yang terkena terlihat transparan bercak putih. Hal ini karena ulat daun menggerek daun dan masuk ke dalamnya sehingga jaringan daun mengalami kerusakan sehingga kadang-kadang daun menjadi layu.

Cara mengendalikannya adalah rotasi tanaman, penanaman waktu serentak, atau oleh kimiawi mengontrol yaitu menggunakan Curacron 50 Diasinon 60 EC, EC atau EC 35th Bayrusil.

  • Trips (trips tabaci Lind.)

Gejala serangan ada bintik-bintik putih pada daun baling diserang, yang pada akhirnya menjandi daun kering. Serangan biasanya terjadi di musim kemarau. Cara pengendaliannya adalah mengatur waktu waktu tanam, atau gunakan obat kimiawi dengan penyemprotan Curacron 50 Diasinon 60 EC, EC atau EC 35th Bayrusil.

  • Ulat tanah (Agrotis epsilon). P

Pengendalian dilakukan secara manual dengan mengumpulkan ulat daun pada sore/malam serta jaga kebersihan area penanaman.

  • Bintik-bintik ungu atau penyakit trotol (Alternaria porri)

Gejala serangan, pada daun yang terserang (umumnya tua daun) ada patch keputih-putihan dan agak mengendap, lama-lama berwarna ungu oval, abu-abu dan hitam bertepung. Serangan umumnya terjadi di musim hujan. Cara pengendalian dengan mengatur rotasi tanam, lakukan penyemprotan setelah hujan dengan air untuk mengurangi spora yang melekat pada daun. Kimiawi kontrol dilakukan dengan penyemprotan fungisida Antracol 70, antara lain WP, Ditane M-45, Deconil 75 WP atau Difolatan 4 F.

  • Akar nematoda (Ditylenchus dispaci)

Gejala seranganya tanaman tidak mampu membentuk umbi atau tidka bertumbuh. Cara pengendalian dengan mengontrol pemberian Furadan 3 g sebanyak 20-80 kg per hektar.

9. Panen dan PascaPanen

panen bawang merah diikat

Panen dilakukan ketika tanaman telah berusia 65-75 hari setelah tanam. Tanaman yang telah telah dipanen siap memiliki beberapa karakteristik:

  • Tanaman sudah cukup tua, dengan hampir 60-90% dari batang telah lemas serta daun menguning
  • Umbi bawang padat berisi dan sebagian tersembul di permukaan tanah
  • Warna kulit umbi merah mengkilap
  • Panen dilakukan dengan mencabut daun tanaman bersama-sama dan bersihkan tanah yang melekat pada umbi.
  • Biarkan beberapa jam pada bedengan umbi-umbian, lalu diikat (1-1.5 kg/sabuk)
  • Jemur umbi yang telah terikat dengan daun-daun kering di atas (untuk 5-7 hari). Setelah daun mengering,
  • Perperbesar ikatan dengan menyatukan 3-4 tali ikatan kecil. Ikatan ini selanjutnya dijemur kembali posisi umbi di atas (selama 2-3 hari).
  • Ketika umbi telah kering, umbi siap untuk disimpan di gudang atau di dilakukan pengasapan jadi yang tidak mudah busuk dan tahan lama.