Catatan Tragedi Paling Traumatis Jelang Pergantian Tahun, Inilah Daftar Serangan Bom Sepanjang 2017

Posted on

Lahiya – Pesta akhir tahun biasanya menjadi hal yang paling dinantikan oleh setiap orang. Selain untuk merayakan titik keberhasilan yang telah mereka capai sepanjang tahun, momen ini digunakan untuk menggambarkan resolusi di tahun depan.

Namun begitu banyak peristiwa yang terjadi sepanjang 2017 dan menjelang pergantian tahun, luka traumatis masih akan tertinggal. Terutama bagi teman, keluarga dan korban. Insiden yang paling membekas tahun ini adalah serangan bom yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Dan diwartakan dari laman Jawapos.com pada Selasa (26/12/2017), berikut ini tiga tragedi bom paling traumatis sepanjang tahun 2017:

Serangan Bom Manchester

Konser penyanyi papan atas Ariana Grande di Manchester Arena Inggris pada Senin (22/5) terpaksa dihentikan karena bom yang meledak di tengah-tengah acara. Serangan tersebut mengakibatkan 22 jiwa melayang dengan 59 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Darurat! Selepas Trump Klaim Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Setidaknya Ada Belasan Korban Tewas

Yang mengejutkan adalah, pelaku pengeboman terbilang masih sangat belia. Adalah Salman Ramadan Abedi, pemuda berusia 21 tahun keturunan Libya yang sejak kecil sudah tinggal di Manchester. Ia digambarkan sebagai sosok pendiam, alim dan selalu menghormati orang tua.

Dari penuturan salah seorang teman wanita pelaku, alasan Abedi melakukan pengeboman adalah kemarahan dan kekecewaan terhadap kasus pembunuhan seorang wanita Muslim pada tahun lalu yang tersembunyi dari publik Inggris.

Serangan Bom Sinai

Menjadi serangan paling mematikan, jumlah korban tewas yang jatuh akibat serangan bom di Masjid Al-Rawda mencapai 305, termasuk anak-anak. Dan hari itu, Sabtu (25/11) menjadi hari paling kelam bagi Mesir dan juga dunia.

Diduga serangan bom dilakukan oleh kelompok radikal yang menolak masjid tersebut digunakan tempat berkumpulnya para sufi. Paham tersebut diciptakan oleh ISIS yang menilai sufi merupakan bid’ah menyesatkan.

Bukti kuat yang menyatakan ISIS adalah pelaku dalam peristiwa ini adalah bendera ISIS yang mereka bawa saat menyerang jamaah shalat Jumat di Masjid Al-Rawda hari itu. Menurut aparat keamanan, setidaknya ada sekitar 30 orang di lokasi kejadian.

Baca Juga: Ingat Baba Vanga, Peramal Buta Bulgaria? Ini 2 Perubahan Hebat Dunia di 2018 yang Pernah Ia Prediksi

Serangan Bom Mogadishu

Begitu dahsyatnya serangan bom yang sampai meluluhlantakkan Mongadishu, Ibu Kota Somalia masih terbayang di ingatan. Kejadian pada sabtu (14/10) lalu menewaskan 358 orang, ratusan luka-luka dan 58 orang tak diketahui rimbanya.

Dilansir New York Times, bom dimuat dalam sebuah truk yang berjalan. Sejumlah aparat kepolisian sempat mengikuti truk tersebut. Namun nahas, saat berada di kilometre empat distrik Hodan, Mongadishu, truk dengan bom di dalamnya meledak.

Tak hanya menyebabkan kematian hingga ratusan orang, ledakan bom yang terjadi di pusat keramaian juga menyebabkan hancurnya banyak bangunan di kawasan tersebut. Dengan banyaknya korban dan kerugian materi, menjadikan insiden ini sebagai serangan paling mematikan sejak 2007.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan