Gambar Via: tipspengembangandiri.com

Ringkasan Cerita Malin Kundang Singkat & Lengkap!

Posted on

Ringkasan Cerita Malin Kundang Singkat & Lengkap – Siapa yang tidak kenal dengan cerita Malin Kundang? Cerita yang datang dari Sumatera Barat ini secara turun temurun selalu diceritakan kembali, dan pada kesempatan kali ini, kami akan menyampaikan cerita itu dalam bentuk ringkasan singkat. Namun sebelumnya, kita harus paham terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan ringkasan.

Gambar Via: fahdpahdepie.com

Ringkasan yaitu bentuk singkat dari naskah asli suatu bacaan. Proporsi dari susunan karangan mesti dijaga walaupun memiliki bentuk yang singkat. Pembuatan ringkasan mempunyai tujuan untuk memahami serta mengingat kembali isi sebuah bacaan. Untuk mencapai maksud itu, kita perlu lebih dahulu menandai beberapa gagasan pokok serta topik dari bacaan yang akan diringkas. Tidak hanya itu, maksud lain dari membuat ringkasan yaitu supaya kita terbantu saat membaca suatu sumber materi serta menghemat waktu dalam belajar. Tetapi, membuat ringkasan bukan berarti tanpa aturan. Ada beberapa ciri serta hal-hal yang perlu diperhatikan saat akan membuat ringkasan. Mari kita simak ciri-ciri dari ringkasan itu sendiri.

Ciri-Ciri Ringkasan

Gambar Via: tipspengembangandiri.com

Adapun ciri dari ringkasan tersebut yaitu sebagai berikut ini:

  • Mengungkapkan kembali satu buah karangan atau naskah bacaan dalam bentuk yang padat. Dalam meringkas kita mengambil intisari atau beberapa gagasan pokok sebuah bacaan hingga menjadi bentuk yang lebih padat.
  • Menulis kembali apa yang diungkapkan pengarang dalam tulisannya. Kita ambil intisari yang kemudian ditulis ulang dengan bahasa kita sendiri apa yang diungkapkan oleh sang penulis sebelumnya.
  • Menjaga urutan beberapa gagasan pokok hingga terbangun ringkasan dari naskah asli. Dalam meringkas kita harus tetap merunut beberapa gagasan pokok hingga ringkasan yang kita buat tetap mewakili naskah bacaan aslinya.
  • Susunan ringkasan, sudut pandang, serta isi mengikuti naskah asli. Walaupun kita menuliskan kembali, tetapi tidak bisa keluar dari susunan naskah aslinya.
  • Menuliskan kalimat-kalimat pendek yang mewakili tulisan pengarang. Pada prinsipnya, meringkas memiliki arti membuat tulisan menjadi lebih pendek. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat dalam ringkasan pun pendek dan padat tetapi tidak menghilangkan unsur-unsur estetika dari naskah aslinya.

Ringkasan Cerita Malin Kundang

Gambar Via: ranahminang86.blogspot.co.id

Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga kecil di wilayah Sumatra Barat. Sang ayah pergi melaut untuk mencari nafkah. Ibu dan sang anak tinggal di gubug. Sang anak bernama Malin. Ayah Malin tidak kunjung pulang sehingga Ibu harus tutur mencari nafkah. Malin adalah anak yang pandai, mseki ia sedikit nakal. Ia senang mengejar ayam dan memukul ayam itu dengan sapu. Hingga pada suatu ketika ia jatuh ketika mengejear ayam dan terdapat luka di lengannya yang tidak bisa hilang.

Ketika dewasa, Malin merasa sedih melihat ibuya bekerja keras. Ia merasa kasihan dan akhirnya memutuskan untuk mencari nafkah ke negeri seberang dan berharap menjadi orang kaya raya. Kemudian, ia mengikuti seorang nakhoda kapal untuk pergi berlayar. Meski awalnya tidak setuju, ibu Malin mengizinkan Malin pergi merantau dengan berat hati. Sang ibu mengatar Malin dengan linangan air mata. Ibu berpesan agar Malin tidak melupakannya apabila ia sudah jadi orang kaya raya.

Malin pergi berlayar dan ia banyak belajar serta mendapatkan pengalaman. Di tengah perjalanan, kapal yang ditumpangi Malin dirampok sekawanan bajak laut dan awak kapal lain dibunuh. Beruntungnya Malin bisa selamat karena ia bersembunyi di ruang kecil yang tertutp kayu. Malin terkatung-katung ditengah lautan hingga ia terdampar di sebuah pantai. Malin berjalan ke dalam pulau tersebut dan menemukan ada desa di sana. Ia meminta pertolongan warga desa tersebut. Akhirnya Malin tinggal di desa yang subur. Di sana, Malin bekerja dengan giat hingga ia menjadi kaya raya. Karena ia sudah menjadi kaya raya, Malinpun menikahi gadis di desa itu.

Cerita tentang kesuksesan dan pernikahan Malin terdengar oleh ibunya di kampong halaman. Sang ibu merasa bahagia dan bersyukur karena anaknya sudah sukses. Ibu Malin pun setia menunggu kepulangan anaknya di dermaga setiap hari. Ia berharap anaknya pulang ke kampong halaman dan bertemu dengannya.

Beberapa lama kemudian setelah ia menikah, Malin dan istrinya melakukan perjalanan dengan kapal pesiar. Saat itu, ibu Malin melihat kapal yang indah itu dari dermaga. Sang ibu melihatada dua orang di kapal tersbeut dan ia yakin jika itu adalah Malin dan istrinya. Ketika turun dari kapal, sang ibu menyambut Malin. Ia melihat bekas luka di lengan Malin sehingga ia yakin betul bahwa itu adalah anaknya Malin yang sudah beberapa lama pergi merantau. Sang ibu lalu memeluk Malin. Namun, Malin malah melepaskan pelkan itu dan mendorong sang ibu sampai jatuh.

Malin memaki sang ibu dan mengelarkan kata-kata yang melukai hati ibunya. Bahkan ketika istrinya bertanya apakah benar itu ibunya, Malin pun tidak mengakuinya. Ia mengatakan bahwa orang itu hanyalah pengemis yang mengaku-mengaku sebagai ibunya demi mendapatkan harta nya. Mendengar hal tersebut, ibu Malin murka. Ia merasa diperlakukan semena-mena oleh anaknya. Ia terkejut bahwa anaknya kini menjadi durhaka. Dengan amarah, ibu Malin berdoa kepada Tuhan untu mengutuk pria itu menjadi batu jika benar ia adalah anaknya, Malin Kundang. Seleang beberapa menit, terdengar suara gemuruh angin kencang dan badai yang menghancurkan kapal Malin. Pelahan-lahan tubuh Malin menjadi kaku dan membentuk batu.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Ringkasan Cerita Malin Kundang, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Ringkasan Cerita Malin Kundang di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari contoh-contoh Ringkasan Cerita Malin Kundang untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Ringkasan. Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya. [ki/kp]