Home Contoh Contoh Abstrak Skripsi, Makalah, Paper serta Cara Membuatnya

Contoh Abstrak Skripsi, Makalah, Paper serta Cara Membuatnya

SHARE

Abstrak yaitu representasi dari isi dokumen yang singkat serta tepat. Abstrak adalah bentuk ringkas dari isi satu dokumen yang terdiri atas beberapa sisi utama dari satu tulisan, serta mendeskripsikan isi serta cakupan dari tulisan.

Abstrak atau abstraksi pada riset merupakan satu deskripsi atau bayangan yang bercerita mengenai alur dari satu riset yang ditulis oleh peneliti supaya beberapa pembaca bisa mengerti secara singkat inti dari riset itu. Contoh

Abstrak umumnya mendeskripsikan satu riset secara singkat serta systematika yang diawali dari nama peneliti, nomer pokok/induk mahasiswa bila si peneliti seseorang mahasiswa, judul riset, rumusan permasalahan, teori-teori, cara riset, variabel, sumber data, hasil pengujian, serta simpulan dari hasil riset itu. Asbtrak diperlukan dalam membuat skripsi, paper, makalah, dan penelitian lainnya.


Manfaat Abstrak


  • Mempermudah beberapa pembaca untuk memperoleh info paling baru mengenai satu bagian yang disukai, tanpa mesti membaca semua isi dokumen
  • Menghemat waktu pembaca
  • Meneruskan membaca atau tidak?
  • Hindari terjadi duplikasi tulisan
  • Kata kunci (keyword) : mempermudah dalam penyimpanan dengan cara elektronis
  • Abstrak diisi mengenai motivasi, perumusan permasalahan, maksud, cara/pendekatan, dan hasil yang diinginkan.
  • Masksimum terbagi dalam 300 kata, tak bisa menulisakan rujukan serta diikuti dengan keyword

Bentuk abstrak


Setiap abstrak mempunyai bentuk yang sama atau tidak jauh berbeda:

1. Judul: Apa?
2. Latar belakang: Mengapa?
3. Gambaran: Kapan? Di mana? Bagaimana? Berapa?
4. Kesimpulan: Solusi/Pelajaran

Perhatikan bahwa abstrak yang baik mengikuti asas jurnalistik, dengan mengandung “5 W, 1 H”:

  • Who = Siapa?
  • What = Apa?
  • Why = Mengapa?
  • When = Kapan?
  • Where = Di Mana?
  • How = Bagaimana?
  • …ditambah “1 H” lagi: How many = Berapa?

Baca juga: Contoh Latar Belakang Makalah Proposal dan Cara Membuatnya


Abstrak yang baik


Fisik:

  • Singkat
  • Indah

Isi:

  • Bersih (Jelas)
  • Komplet (Lengkap)
  • Konsisten (Singkat)
  • Kohesi (Logis/Saling sesuai)

Contoh Abstrak


contoh makalah

loading...

ABSTRAK “PERBEDAAN PENGARUH NEUROMUSCULER ELECTRICAL STIMULATION (NMES) DENGAN METODE GRUP OTOT DAN METODE NERVE TRUNK TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TRICEPS ADA ATLET PENCAK SILAT’’

DICKY ADI NUGROHO / J110070044, PROGRAM STUDI DIPLOMA IV FISIOTERAPI, FAKULTAS ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA, SKRIPSI, MARET 2012 6 Bab, 58 Halaman, 11 Tabel, 4 Gambar

(Dibimbing oleh: Totok Budi Santoso, SSt.FT,S.Pd,M.P.H dan Wahyuni, SST. Ft, M. Kes)

Kemampuan otot yaitu satu diantara aspek utama dalam pencak silat untuk tingkatkan prestasi. Sangat banyak langkah untuk tingkatkan kemampuan otot, umpamanya bisa dikerjakan dengan memakai Neuromuscular Electrical
Stimulation (NMES). NMES memakai arus listrik yang mengakibatkan satu atau grup otot spesifik berkontraksi. Kontraksi otot dengan menggunakan elektrik stimulasi ini bisa tingkatkan kemampuan otot. Neuromuskuler
Electrical Stimulation dengan durasi 100 serta intensitas 50 Hz sepanjang 10menit, tiga kali dalam satu minggu sepanjang empat minggu.

Riset ini mempunyai tujuan untuk tahu ketidaksamaan dampak antara NMES pada cara group otot dengan cara nerve trunk pada penambahan otot triceps pada atlet pencak silat Riset ini adalah riset uji coba semu.

Sampel penelitian ini di ambil berdasar pada teknik keseluruhan populasi yang dikerjakan di padepokan pencak silat kartasura serta PPLP JATENG, dengan memakai NMES cara group otot serta nerve trunk semasing grup 12 orang. Design penelitian ini yaitu Pre and Post Test with two Grup Design dengan analisa data memakai uji statistik Parametrik.

Hasil Riset : Berdasar pada pengujian statistik diperoleh hasil yang penting pada grup group otot di PPLP dengan nilai P = 0, 000 jadi ada dampak NMES pada cara group otot serta pada grup nerve trunk nilai P = 0, 000 jadi ada penambahan otot triceps pada atlet pencak silat. Serta dari nilai mean diliat grup group otot tambah baik dengan penambahan sebesar 14, 47 % Rangkuman yang didapat dalam riset ini yakni ada ketidaksamaan pengaruh pada NMES pada cara group otot dengan cara nerve trunk terhadap penambahan otot Tricpes pada atlet pencak silat.

Kata Kunci : kekuatan otot, NMES

contoh abstrak1


10 langkah Membuat Asbtrak


menulis

1. Identifikasi tujuan riset Anda

Sebagai contoh, Anda menulis mengenai hubungan antara kurangnya makan siang di sekolah serta nilai buruk. Lantas? Kenapa hal semacam ini penting? Pembaca mau tahu argumen kenapa riset Anda penting, serta apa maksud dari riset ini. Awalilah abstrak deskriptif Anda dengan memperhitungkan sebagian pertanyaan tersebut :

  • Kenapa Anda mengambil keputusan untuk jalankan kajian atau proyek ini?
  • Bagaimana Anda lakukan riset Anda?
  • Apa yang Anda dapatkan?
  • Kenapa riset ini serta penemuan-penemuan Anda penting?
  • Kenapa seorang mesti membaca semua esai Anda?

2. Terangkan permasalahan yang berlangsung

Abstrak menyebutkan “masalah” yang ada dibalik riset Anda. Fikirkan hal itu sebagai masalah spesifik sebagai arti dari riset atau proyek Anda. Kadang-kadang Anda dapat memadukan permasalahan dengan motivasi lakukan riset, namun yang paling baik yaitu buat jelas serta memisahkan keduanya.

  • Apa permasalahan yang akan di ketahui atau dikerjakan lebih baik lewat riset Anda?
  • Apa cakupan dari kajian/riset Anda – permasalahan umum, atau mungkin suatu hal yang khusus?
  • Apa pernyataan atau alasan pokok Anda?

3. Jelaskan cara yang Anda pakai

‘Motivasi’ serta ‘masalah’ telah Anda terangkan. Bagaimana perihal dengan ‘metode’? Di bagian inilah Anda berikan tinjauan tentang langkah merampungkan riset. Bila Anda lakukan riset sendiri, masukan deskripsinya dalam abstrak ini. Bila Anda lakukan tinjauan pada riset orang lain, terangkan dengan singkat.

  • Diskusikan riset Anda termasuk juga beragam variabel dan pendekatan yang Anda pakai.
  • Gambarkan bukti yang mendukung pernyataan Anda.
  • Berikanlah tinjauan umum dari sumber-sumber yang paling utama.

4. Gambarkan hasil riset (cukup dalam abstrak informatif).

Di sinilah waktunya Anda mulai mengadakan perbedaan pada abstrak deskriptif serta informatif. Dalam abstrak informatif, Anda bakal diminta menerangkan hasil kajian/riset Anda. Apakah yang Anda dapatkan?

  • Apa jawaban yang Anda dapat dari riset atau kajian Anda?
  • Apakah hipotesis maupun pendapat Anda mendukung riset itu?
  • Apa hasil penemuan pada umumnya?

5. Catat satu rangkuman

Rangkuman mesti mengakhiri rangkuman serta menutup abstrak Anda. Pada rangkuman katakan arti dari penemuan Anda seperti pentingnya semua isi makalah.

Format penulisan rangkuman bisa dipakai dalam abstrak deskriptif ataupun abstrak informatif, namun Anda cuma perlu menjawab pertanyaan tersebut dalam abstrak informatif.

  • Apa sajakah implikasi dari riset Anda?
  • Apakah hasil riset Anda umum atau begitu khusus?

6. Aturlah abstrak dengan rapi

Dalam abstrak yang Anda bikin, terdapat banyak pertanyaan khusus yang perlu dijawab, namun jawaban itu harus juga tersusun dengan baik. Idealnya, abstrak mesti sesuai dengan seluruh format esai yang Anda catat, pada umumnya mencakup ‘pendahuluan’, ‘isi’, serta ‘kesimpulan’.

Banyak jurnal mempunyai panduan gaya penulisan spesifik untuk satu abstrak. Bila Anda sudah di beri seperangkat ketentuan atau panduan, ikutilah tepat seperti yang tertulis.

7. Berikanlah info yang berguna

Tak seperti paragraf tema yang mungkin saja berniat di buat tak jelas, satu abstrak mesti memberi penjelasan yang berguna mengenai makalah serta riset Anda.

Tuliskan abstrak hingga pembaca tahu secara tepat hal yang tengah Anda bicarakan serta tak menggantung—muncul beragam pertanyaan yg tidak terjawab—dengan frasa atau referensi yang berarti ganda (ambigu).

Jauhi pemakaian akronim maupun singkatan secara langsung dalam abstrak itu, lantaran semuanya butuh diterangkan supaya dipertimbangkan oleh pembaca. Pemakaiannya bikin ruang penulisan yang berharga terbuang percuma, serta rata-rata mesti dijauhi.

Bila tema Anda tentang suatu hal yang di kenal cukup baik, Anda bisa mengacu beberapa nama orang atau tempat sebagai konsentrasi dalam makalah Anda.

Janganlah memasukkan tabel, gambar, sumber, atau cuplikan yang panjang dalam abstrak Anda. Terkecuali mengambil ruangan sangat banyak, hal itu umumnya tidaklah apa yang dikehendaki oleh pembaca.

8. Tulislah dari hasil corat-coret

Ya, abstrak memanglah satu ikhtisar, namun bagaimanapun mesti ditulis terpisah dari makalah. Janganlah menyalin cuplikan segera dari makalah Anda, serta jauhi untuk menulis lagi kalimat Anda sendiri dari sisi mana juga makalah itu. Tulislah abstrak memakai perbendaharaan kata serta frasa yang baru untuk membuatnya menarik serta bebas dari pleonasme—penggunaan kalimat kian lebih apa yang dibutuhkan.

9. Pakai frasa serta kata-kata kunci

Bila abstrak Anda bakal dipublikasikan dalam satu jurnal, Anda pasti menginginkan supaya pembaca bisa menemukannya dengan gampang. Karenanya, pembaca bakal mencari kata-kata kunci tertentu dalam basis data dalam jaringan (on-line) dengan harapan makalah, seperti punya Anda, bakal terlihat. Cobalah pakai 5-10 kata atau frasa kunci tentang riset dalam abstrak Anda.

Sebagai contoh, bila Anda tengah menulis makalah mengenai ketidaksamaan budaya berkaitan skizofrenia (schizophrenia), yakinkan untuk memakai kalimat seperti “skizofrenia (schizophrenia) ”, “lintas budaya (cross-cultural) ”, “keterikatan budaya (culture-bound) ”, “penyakit mental (mental illness) ”, serta “penerimaan sosial (societal acceptance) ”. Kalimat itu mungkin saja adalah istilah yang dipakai oleh beberapa orang saat mencari makalah dalam subyek yang Anda catat.

10. Jauhi tulisan yang sangat spesifik

Abstrak yaitu suatu ikhtisar, serta telah semestinya tak mengacu hal-hal utama dari riset secara khusus, terkecuali berkaitan nama atau tempat. Anda tak perlu menerangkan atau mendeskripsikan istilah apapun dalam abstrak, yang dibutuhkan hanya satu referensi. Jauhi penjelasan yang sangat detil dalam ikhtisar serta tuliskan tinjauan tentang riset Anda secara garis besar.

Jauhi pemakaian jargon—kosakata khusus untuk bagian tertentu. Perbendaharaan kata khusus itu mungkin saja saja tak dipahami oleh pembaca umum dalam bagian Anda serta bisa mengakibatkan kebingungan.

SHARE

3 COMMENTS

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan