Home Contoh Contoh Kalimat Fakta dan Opini: Pengertian dan Ciri-Ciri

Contoh Kalimat Fakta dan Opini: Pengertian dan Ciri-Ciri

SHARE

Kalimat Fakta dan Opini

Kalimat fakta serta opini yaitu 2 hal yang berlawanan. Ke-2 kalimat itu mempunyai ketidaksamaan yang cukup terang. Beirkut ini yaitu pengertian serta contoh-contoh kalimat fakta serta opini yang bakal diterangkan dengan ringkas serta terang.

Bila diliat dari pengertiannya, fakta yaitu satu momen atau kondisi yang betul-betul terjadi sesuai dengan sebenarnya sedang opini yaitu asumsi, fikiran atau inspirasi seorang yang belum jelas benar kepastiannya lantaran belum ada pembuktian secara ilmiah.

Bersumber pada Pengertian diatas, Kalimat fakta yaitu kalimat yang memiliki kandungan informasi tentang peristiwa atau momen yang bisa dibuktikan kebenarannya. Sedang kalimat opini yaitu kalimat yang memiliki kandungan pendapat, inspirasi, agasan, kritik, atau anjuran yang kebenarannya masihlah butuh dibuktikan.

Beberapa jenis kalimat fakta serta opini :

contoh opini dan fakta

Kalimat fakta

1. fakta Umum

Kalimat fakta umum yaitu kalimat yang kebenarannya berlaku selama jaman.

Contoh :

  • Matahari terbit dari timur serta terbenam di barat.
2. fakta Khusus

Kalimat fakta khusus yaitu kalimat yang kebenarannya berlaku lalu serta kurun waktu spesifik.

Contoh :

  • Budi bersekolah di SMAN 2 Bandar Lampung.

Kalimat Opini

1. Opini Perorangan

Kalimat opini perseorangan yaitu kalimat pendapat atau ide yang di keluarkan oleh orang spesifik.

Contoh :

loading...
  • Jalan sejauh 1km cukup melelahkan.
2. Opini Umum

Kalimat opini umum yaitu kalimat pendapat yang disadari oleh seluruh orang.

Contoh :

  • Mandi saat malam hari mengakibatkan penyakit rematik.

Ciri kalimat fakta serta opini :

contoh kalimat opini

Kalimat fakta :

  • Kebenaranya dapat dibuktikan
  • Mempunyai pendukung berbentuk data yang akurat.

Kalimat Opini :

  • Kebenarannya tidak dapat dibuktikan serta berbentuk subjektif
  • Tidak mempunyai pendukung berbentuk data yang akurat.

Contoh Kalimat fakta serta opini :

Contoh Kalimat fakta :

  • Indonesia adalah Negara yang mempunyai banyak pulau.
  • Soekarno yaitu presiden pertama Indonesia.
  • Jakarta yaitu Ibukota Negara Indonesia.
  • Letusan Gunung Krakatau yaitu letusan gunung berapi terdahsyat yang pernah terjadi di Indonesia.
  • Matahari tenggelam di barat serta terbit di timur.
  • 1 hari terbagi dalam 24 jam.
  • Ayahku yaitu seseorang polisi.
  • Indonesia mempunyai 3 zona saat yang tidak sama.
  • Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
  • Budi mengontrak rumah di Jalan Pegangsaan Barat, Jakata Pusat.
  • Buah durian amat menggangu indra penciuman Budi.
  • 17 Agustus 1945 yaitu hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
  • Agus sukai menyatukan perangko.
  • Bln. berputar melingkari bumi.
  • Kota Bogor ada di lokasi Jawa Barat.
  • Sapi perah membuahkan susu yang berguna untuk tubuh manusia.
  • Masyarakat Indonesia sebagian besar beragama islam
  • Ir. Soekarno yaitu presiden pertama Indonesia
  • Denpasar yaitu ibukota Bali
  • Gunung Merapi udah meletus melebihi dari satu kali
  • Matahari tenggelam di barat serta terbit di timur
  • 1 jam terbagi dalam 60 menit
  • Indonesia yaitu negara kepulauan
  • Air bakal senantiasa ikuti bentuk ruangan yang di tempatinya

Contoh Kalimat Opini :

  • Lari sejauh 1km mtr. amat melelahkan
  • Sayur itu bakal merasa lebih enak bila ditambah sedikit garam.
  • Ruangan kamar tidurku amat sempit.
  • Tidak makan sepanjang 12 jam bikin kita kelaparan.
  • Bandar Lampung yaitu kota paling ramah di Indonesia
  • Orang yang kurus hidupnya penuh dengan permasalahan.
  • Bila saya hidup di Eropa, tentu lebih menggembirakan.
  • Bila indonesia di pimpin oleh pemuda, tentu Indonesia semakin maju.
  • Harga bahan bakar minyak makin mahal.
  • Pengedar narkoba mesti dihukum dengan hukuman mati.
  • Bakso bakal merasa lebih nikmat bila dikonsumsi pada ketika hujan.
  • Semestinya pemerintah lebih tegas pada beberapa koruptor.
  • Mengonsumsi 2 buah apel sehari sekali bisa menghindari kita diserang penyakit membahayakan.
  • Durian itu rasa-rasanya enak sekali.
  • Tidur pada pagi hari dapat menghadirkan penyakit.
  • Nasi goreng yaitu makanan yang paling enak di Indonesia.
  • Gadis itu tampak cantik dengan gaun berwarna merah yang dipakainya.
  • Lari sejauh 100 mtr. udah melelahkan
  • Makanan itu bakal merasa lebih nikmat bila ditambah sedikit gula
  • Ruang kelas itu amat sempit
  • Tidak keramas sepanjang 1 hari mengakibatkan kepala gatal
  • Bogor yaitu kota paling indah di Indonesia
  • Orang yang gemuk itu berarti hidupnya tenang
  • Bila saya hidup di Amerika tentu lebih menyenangkan
  • Bila indonesia di pimpin pemuda tentu lebih baik

Contoh Artikel Opini

ANALISIS POLITIK AZYUMARDI AZRA

Menjaga Indonesia

Azyurmardi Azra

Tensi politik Indonesia setelah unjuk rasa pada 4 November 2016 terlihat belum selesai. Demonstrasi damai hingga saat Isya (kurang lebih jam 19. 00) pada akhirnya diwarnai kericuhan pada die-hard demonstran serta aparat keamanan. Harusnya beberapa pihak berupaya menurunkan situasi (cooling down). Tensi politik, sosial, serta agama bukanlah sekedar hanya bertahan, tetapi condong bertambah.

Peningkatan tensi dikarenakan beberapa aspek yang kait-berkait. Akumulasi beberapa aspek seperti dijelaskan berikut ini, bila selalu bertambah, bisa menyebabkan gejolak sosial politik yang dapat menyebabkan kekerasan serta anarki yang bisa berbuntut pada disintegrasi negara-bangsa Indonesia.

Aspek pertama, tindakan aparat kepolisian yang menangkap beberapa orang, seperti kelompok Himpunan Mahasiswa Islam yang dikira provokator kericuhan. Diliat dari mereka yang di tangkap polisi, nampaknya tidak melebihi dari aktor ”figuran”, ujung tombak yang bertemu langsung dengan aparat.

Lalu itu, otak (mastermind) yang dapat dikatakan Presiden Joko Widodo udah dia pahami belum tersentuh. Mengakibatkan, spekulasi serta isu mengedar semakin banyak di kelompok elite politik, pimpinan ormas keagamaan, serta warga. Kondisi ini ikut tingkatkan situasi sama-sama berprasangka buruk serta permusuhan diantara beberapa elemen bangsa.

Aspek ke-2, meningkatnya jumlah tuntutan pada profil politik yang dikira mencemarkan agama atau nama baik atau sebagai provokator. Mereka yang dilaporkan ke Polri tidak cuma Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sumber awal kekisruhan, tetapi juga bekas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pernyataannya dalam konferensi pers saat sebelum tindakan besar dikira sumber provokasi kericuhan. Bahkan juga, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan juga dilaporkan ke Propam Polri.

Dalam satu sisi, tindakan tuntutan atau pelaporan memiliki kandungan arti positif. Pihak pelapor lebih pilih jalan damai lewat jalur hukum dari pada tindakan lain, umpamanya kekerasan. Tetapi, pada sisi lain tetap saja ikut tingkatkan situasi politik yang kurang kondusif.

Aspek ketiga, meningkatnya masalah atau ketidaksamaan pendapat di kelompok intra serta antaragama. Ketidaksamaan intra-Islam bertambah mengenai tafsir, pandangan serta sikap pada penistaan Al Quran Surat Al-Maidah Ayat 51. Tindakan takfiri sesama Muslim juga bertambah. Pertikaian terbuka antarelite Muslim di media bikin serta elektronik tingkatkan tensi intra-Islam. Kemelut mengimbas ke akar rumput umat Islam.

Tensi antaragama juga tampak bertambah, terutama pada kelompok umat Muslim serta Kristiani. Semula tensi itu tersembunyi di arus bawah, namun saat ini semakin mencuat terbuka melalui sosial media atau kemunculan grup milisi sejenis laskar atau brigade yang menuntut supaya pimpinan tindakan 4 November di tangkap.

Aspek ke empat yaitu safari Presiden Jokowi yang mengesankan kondisi ”gawat”. Safari serta pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan NU, Muhammadiyah, ormas-ormas Islam lain, serta grup ulama yang diorganisasi parpol spesifik memberi peluang untuk Jokowi menerangkan beberapa hal, terutama perlakuan masalah Ahok serta kondisi politik, sosial serta umat beragama sesudah demo 4 November. Demikian sebaliknya, elite ulama serta pemimpin ormas Islam juga mengemukakan masukan.

Tetapi, safari Presiden Jokowi ke pasukan elite, seperti Kopassus, Marinir, serta Brimob, minggu lantas, menyebabkan kesan di kelompok umum mengenai ”situasi gawat” yang bikin aparat mesti siap dengan kesetiaan penuh pada negara.

Beragam aspek itu, tidak cuma tingkatkan tensi politik, sosial, serta agama, namun juga kekhawatiran mengenai masa-masa depan Indonesia yang menyatu. Tanpa mesti membesar-besarkan permasalahan, terang tantangan saat ini untuk melindungi kesatuan Indonesia tampak semakin tidak gampang.

Terang tidak cuma kesempatan ini Indonesia alami ujian yang bisa menghadap pada rusaknya kesatuan serta persatuan bangsa serta negara. JS Furnivall dalam Netherlands East Indies : A Study of Plural Economy (1944) memperkirakan, demikian Belanda tidak lagi berkuasa di East Indies (Indonesia), lokasi amat plural ini akan hancur berkeping-keping. Doomsday scenario ini, menurutnya, tidak lain lantaran absennya aspek pemersatu yang dapat mengintegrasikan lokasi ini jadi negara-bangsa tunggal.

Skenario kelabu mengenai Indonesia juga merebak saat transisi demokrasi terjadi mulai sejak 1998. Gelombang demokrasi bikin Uni Soviet serta Eropa Timur berkeping-keping. Disintegrasi yang juga disebut dengan balkanisasi dengan selekasnya diaplikasikan ahli asing spesifik pada Indonesia kalau negara ini dapat selekasnya alami balkanisasi dalam proses transisi demokrasi yang menimbulkan beberapa ekses disintegratif. Tetapi, Indonesia bertahan. Lantaran begitulah Indonesia sampai saat ini disebut dengan pakar asing sebagai ”mukjizat” atau ”keajaiban” (miracle).

Dalam perspektif orang dalam (from within), Indonesia sebagai keajaiban, berkaitan banyak dengan kebiasaan sosial-budaya serta keagamaan yang memberi ruangan untuk inklusivitas, akomodasi, kompromi, serta tole- ransi. Kenyataan berikut yang bikin Indonesia tetap menyatu di dalam gejolak politik, ekonomi, sosial-budaya, serta keagamaan.

Walau sekian, beberapa aspek disintegratif—terutama berkaitan kontestasi politik, kesenjangan ekonomi, serta gosip SARA— juga bertahan. Isu-isu ini laten ; bisa menyelusup ke bawah arus, namun dapat juga menyeruak ke permukaan, seperti tampak dalam beberapa minggu paling akhir.

Karenanya, yaitu pekerjaan suci (mission sacre) semua warga, terutama elite kepemimpinan—politik, sosial budaya, serta keagamaan—untuk selalu melindungi serta menjaga Indonesia. Satu diantara langkah terutama yaitu menguatkan kembali kebiasaan serta tingkah laku sama-sama menghormati, tepa salira atau tenggang rasa, akomodasi, kompromi, serta toleransi. Seluruh itu mutlak dalam soal eksistensial menyangkut keutuhan serta kesatuan negara-bangsa Indonesia.

Contoh Artikel Fakta

Hasil survei

Hasil survey Reuters Institute Digital News Report pada 2016 memperlihatkan separuh dari 50. 000 customer berita berbasiskan on-line yang disurvei di 26 negara menyebutkan memakai sosial media sebagai sumber kabar berita. Bahkan juga, sebesar 12 % salah satunya memakai sosial media sebagai sumber kabar berita yang paling utama.

Di Jakarta, tingkah laku mengkonsumsi berita melalui sosial media juga mulai bertambah. Sambil menengok status rekan-rekan daring, berita-berita yang diberikan account lain dapat juga di baca maupun dilihat bila dikemas berbentuk video. Komentar, baik bernada miring, sindiran, ataupun support atas sebuah berita, langsung terbaca dengan terang.

Dari survey tatap muka yang dikerjakan oleh Litbang Kompas awal bln. Juni 2016 lantas di lokasi DKI Jakarta, tersingkap semakin banyak warga Jakarta sekarang ikuti kabar berita melalui sosial media daripada mesti masuk ke laman penyedia berita daring. Persentase warga yang membaca berita melalui sosial media meraih 44, 4 %, lalu grup orang-orang yang memperoleh informasi dari laman berita daring cuma 31, 7 %.

Secara umum warga Ibu Kota yang konsumsi berita melalui sosial media biasanya masihlah muda. Mereka beberapa berumur dibawah 40 th.. Yang menarik, makin muda umur, frekwensi terhubung sosial media untuk mendapat informasi terbaru makin bertambah. Satu dari tiga warga umur muda mengakui mencari informasi melalui sosial media, paling tidak dua sampai enam hari sekali. Lalu warga umur lebih tua sekali satu minggu saja menengok berita-berita yang keluar di sosial media.

content

Bermacam informasi di sosial media biasanya di cari oleh warga Ibu Kota berpendidikan menengah. Sejumlah 32, 1 % warga metropolitan dengan pendidikan tinggi menyampaikan kerap membaca berita melalui sosial media. Cuma 19, 7 % warga yang miliki ijazah SMP atau SMA yang menyampaikan mencari informasi dari sosial media.

Lalu itu, dari sisi jender, pria seringkali terhubung berita melalui sosial media semakin banyak daripada wanita. Walau sekian, frekwensi akses ke-2 grup ini tidak banyak tidak sama. Baik lelaki ataupun wanita di Ibu Kota rajin mencari informasi terbaru melalui sosial media paling tidak sekali dalam dua sampai enam hari.

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan