Gambar Via: kakakpintar.com

Pengertian dan Contoh Kalimat Ambigu, Lengkap!

Posted on

Pengertian dan Contoh Kalimat Ambigu – Ambigu atau ketaksaan yaitu sebuah bentuk konstruksi yang ditafsirkan mempunyai arti lebih dari satu. Oleh sebab itu, kalimat ambigu yaitu kalimat yang memilliki arti ganda.

Bersumber pada bentuknya, keambiguitasan di dalam kalimat terbagi jadi tiga kelompok, yakni:

Ambiguitas Fonetik

Gambar Via: gurupendidikan.com

Ambiguitas fonetik yaitu keambiguan yang terjadi akibat dari persamaan bunyi-bunyi yang disampaikan dan umumnya banyak terjadi dalam dialog atau pembicaraan sehari-hari.

Contoh:

  • Dia datang kemari memberi tahu.
  • Kalimat diatas menimbulkan keambiguan kareana memiliki banyak tafsir, yaitu:
  • Apakah dia datang memberi tahu yang terbuat dari kacang kedelai, atau
  • Apakah dia datang memberi suatu informasi.
  • Untuk mengetahui arti atau makna kalimat tersebut secara keseluruhan, maka harus mendengarkan pembicaraan secara utuh.

Ambiguitas Gramatikal

Gambar Via: samorazvitie.org

Ambiguitas gramatikal terjadi lantaran proses pembentukan sebuah ketatabahasaan baik pembentukan kata, prasa, ataupun kalimat. Kata-kata atau frasa yang mempunyai keambiguitasan jenis ini juga akan hilang bila dimasukkan ke dalam konteks kalimat.

Contoh:

  • Orang tua

Kata tersebut memiliki dua makna yaitu ibu dan bapak atau orang yang sudah tua. Oleh sebab itu untuk mengetahui makna yang sebenarnya perlu disatukan ke dalam satu kalimat.

  1. Orang tua Deni tidak bisa hadir hari ini.
  2. Aku bertemu dengan orang tua yang kemarin tersesat di jalanan.

Ambiguitas Leksikal

Gambar Via: kakakpintar.com

Keambiguan jenis ini terjadi karena faktor kata itu sendiri. Pada dasarnya setiap kata memiliki makna lebih dari satu tergantung dari kalimat yang menyertainya.

Contoh:

  • Kata “lari” memiliki makna yang berbeda yaitu mengerjar sesuatu atau menjauh dari sesuatu.
  • Dia berlari mengejar bus sekolahnya.
  • Aku lari dari kenyataan.

Faktor-Faktor penyebab keambiguan

Gambar Via: surabaya.tribunnews.com

Faktor Morfologi

Keambiguan yang terjadi akibat dari pembentukan kata itu sendiri.

Contoh:

  • Permen itu tertelan olehku.
  1. Permen itu sengaja tertelan, atau
  2. Permen itu akhirnya dapat ditelan.

Faktor Sintaksis

Faktor ini terjadi karena susunan kata di dalam kalimat yang kurang jelas.

Contoh:

  • Gigit jari
  1. Ani hanya bisa gigit jari melihat barang yang diinginkan tak bisa didapat.
  2. Ani menggigit jarinya hingga berdarah.

Kata gigit jari di atas memiliki dua makna yaitu putus asa atau benar-benar menggigit jarinya.

Faktor Struktural

Faktor struktural adalah faktor yang menyebabkan keambiguitasan akibat dari struktur kalimat itu sendiri.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan