SHARE
Gambar Via: kampungbuku.com
Loading...

Contoh Kata Dasar – Dalam bahasa Indonesia kita mengetahui jenis jenis kata seperti kata dasar, kata majemuk, kata ulang, serta kata turunan. Sekarang, kita akan mempelajari mengenai kata dasar. Apakah itu kata dasar? Kata dasar yaitu kata yang belum mendapatkan imbuhan, baik itu berbentuk awalan atau prefiks, sisipan, konfiks ataupun akhiran atau sufiks. Jadi kata dasar adalah kata yang menjadi dasar pembentukan sebuah kata yang baru yang lebih luas serta mungkin menjadikan kata itu mempunyai arti yang tidak sama.

Pengertian Kata Dasar

Gambar Via: id.anawalls.com

Berikut ini adalah pengertian kata dasar bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang mana mengatakan:

  • Kata dasar yaitu unsur bahasa yang disampaikan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan serta pikiran yang bisa dipakai dalam berbahasa.
  • Kata dasar adalah gabungan morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan paling kecil yang bisa diujarkan sebagai bentuk yang bebas.
  • Kata dasar adalah satuan bahasa yang bisa berdiri dengan sendiri, terbagi dalam morfem tunggal atau morfem gabungan. Contoh:
  1. Minum: satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri
  2. Pergi: satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri
  3. Lari: satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri
  4. Mahakuasa: gabungan dari morfem maha dan kuasa
  5. Pancasila: gabungan dari morfem panca dan sila

Tidak hanya pengertian berdasarkan KBBI seperti di atas, kata dasar juga diartikan dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut ini:

  • Kata dasar adalah satuan paling kecil dalam bahasa yang memiliki arti.
  • Kata dasar bisa dibagi jadi kelompok dalam bentuk asal/tunggal atau bentuk dasar/kompleks. Contoh kata: pikir, buka, tutup, ambil.
  • Merupakan pembentukan kata berimbuhan atau kata turunan.
  • Kata dasar yang mendapatkan tambahan atau imbuhan menyebabkan terjadinya ketidaksamaan arti.
  • Gabungan kata dasar bisa membentuk kalimat tanpa memerlukan adanya imbuhan.

Contoh Kata Dasar dalam Kalimat

Gambar Via: id.aliexpress.com

Berikut ini contoh kata dasar dalam kalimat bahasa Indonesia. Dalam contoh berikut ini, kata dasar ditandakan dengan huruf tebal.

  1. Juli makan buah mangga.
  2. Roni lari lari kecil di sekitar lapangan.
  3. Ayah pulang sore hari ini.
  4. Ibu pergi ke pasar.
  5. Rina pulang ke Depok dengan naik kereta
  6. Kakek duduk di teras depan rumah.
  7. Sebagai warga Negara yang baik, kita harus menghargai pancasila.
  8. Berdoalah kepada Sang Mahakuasa untuk mendapatkan rejeki lebih.
  9. Jean buka toko dengan pamannya.
  10. Pola pikir orang itu tidak mudah dipahami.
  11. Dini minum kopi di kedai kopi kesukaannya.
  12. Ayam itu mati karena sakit.
  13. Aliran musik dari grup Band itu penuh warna.
  14. Situs jual beli barang online sekarang kian diminati.
  15. Paman jatuh dari pohon kelapa dengan ketinggian 3 meter.
  16. Ari tinggal bersama kakek dan neneknya.
  17. Ayah sampai rumah jam 7 malam karena macet di jalan.
  18. Toko roti itu tutup di hari minggu.
  19. Dian menaruh tasnya di meja.
  20. Nenek sakit kepala setiap hari.
  21. Kakak hutang satu buku cerita ke adiknya.
  22. Desi makan bekal makan siangnya di kelas.
  23. Dina beli baju di toko baru temannya.
  24. Sufi maju dua langkah untuk menyamakan barisan.
  25. Paman tidur di kamar depan.

Contoh Kata Dasar dengan Imbuhan dalam Kalimat

Gambar Via: pixabay.com

Kata dasar seperti disebutkan diatas pada salah satu cirinya adalah kata dasar dapat membentuk kata turunan atau kata berimbuhan dan memberikan makna yang berbeda. Berikut contohnya dalam kalimat:

Kata dasar ‘pukul’ menjadi me+pukul = memukul

Penjelasan:
Kata dasar ‘pukul’ mendapatkan imbuhan me- sehingga berubah menjadi kata ‘memukul’ yang memiliki arti subjek melakukan tindakan. Imbuhan lain juga bisa digunakan dan mungkin juga memberikan makna yang berbeda lagi.

Contoh kalimat:

  1. Rombongan geng itu main pukul seenaknya.
  2. Dio memukul kecoa yang ada di kamar mandi.
  3. Pencuri sepeda motor itu babak belur dipukuli warga.
  4. Para penjaga ronda sedang memukuli kentongan.
  5. Pemukulan seorang supir ojek di jalan itu menjadi berita besar.
  6. Bapak itu begitu terpukul mendengar kabar rumah kontrakannya hangus terbakar
  7. Smash terakhir merupakan pukulan telak bagi tim lawan
Kata dasar ‘guna’ menjadi me+guna+kan = menggunakan

Penjelasan:
Kata dasar ‘guna’ mendapat imbuhan me-kan sehingga terbentuk kata ‘menggunakan’ yang merupakan kata kerja aktif.

Contoh kalimat:

  1. Pemerintah merubah kebijakan guna mensejahterakan masyarakat.
  2. Keine menggunakan pakaian hitam putih di hari senin.
  3. Nunu menggunakan kacamata hitam saat ke pantai.
  4. Bayi menggunakan kaos kaki agar tidak kedinginan.
  5. Penggunaan helm yang benar akan melindungi pengendara.
  6. Semoga kelak ia menjadi anak yang berguna bagi Nusa dan Bangsa
  7. Rumah kosong diujung gang itu sering digunakan untuk berpesta miras
Kata dasar ‘kerja’ menjadi me+kerja+kan = mengerjakan

Penjelasan:
Kata dasar ‘kerja’ berubah menjadi ‘mengerjakan’ yang memiliki makna subjek melakukan sesuatu.

Contoh kalimat:

  1. Dodik kerja di Bank daerah.
  2. Adik mengerjakan PR matematikanya di meja belajar.
  3. Kerjakan tugas menulis puisi segera.
  4. Dito mengerjakan proposal bisnis untuk mendapatkan dana bantuan.
  5. Adi mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
  6. Setelah lama menganggur, akhirnya kini ia bekerja sebagai sopir bus transjakarta
  7. Beberapa lembar artikelitu sudah selesai dikerjakan adik
Kata dasar ‘warna’ menjadi me+warna+i = mewarnai

Penjelasan:
Kata dasar ‘warna’ merupakan bentuk kata keterangan yang kemudian berubah menjadi kata kerja aktif setelah mendapat imbuhan me-i.

Contoh kalimat:

  1. Lani memakai baju warna merah hari ini.
  2. Anak TK lomba mewarnai buku gambar.
  3. Kehadiran dirimu mewarnai hidupku.
  4. Bunga yang bermekaran itu mewarnai pemandangan indah di bukit.
  5. Pagar itu memerlukan pewarnaan ulang.
  6. Gadis yang menjinjing koper berwarna biru tua itu meninggalkan kartu indentitasnya di kamar hotel
  7. Dinding rumahnya terlihat rapi setelah diwarnai oleh Ayah
Kata dasar ‘jual’ menjadi me+jual = menjual

Penjelasan:
Kata dasar ‘jual’ memiliki perubahan makna setelah mendapat imbuhan me-.

Contoh kalimat:

  1. Aktivitas jual beli selalu ramai di pasar induk.
  2. Toni menjual buah buahan di supermarket.
  3. Hasil penjualan kalung buatan rumahan itu sangat menjanjikan.
  4. Debi menjual beberapa potong pakaian lamanya yang masih layak pakai.
  5. Tas branded itu sudah terjual.
  6. Setiap sore ibu Amirah berjalan keliling kampung berjualan aneka kue basah
  7. Harta warisan orang tuanya habis dijual kakaknya
Gambar Via: id.aliexpress.com

Dan itulah pembahasan kami mengenai Contoh Kata Dasar, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Contoh Kata Dasar di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari contoh-contoh Kata Dasar untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Kata Dasar. Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya. [db]