SHARE
Gambar Via: bukalapak.com

Pengertian Diksi dan Contohnya Lengkap – Tidak semua orang bisa mengutarakan perasaan atau ide dengan bahasa yang tepat atau baik. Hal semacam ini sangat di pengaruhi oleh penguasaan pembendaharaan kata seseorang. Makin banyak kosa kata yang dipunyai seseorang maka penentuan kata dalam bahasa juga akan makin baik guna menyesuaikan bahasa yang juga akan dipakai dalam kehidupan.

Gambar Via: dalwoon.com

Ada begitu banyak kata dalam bahasa indonesia, beberapa kata mempunyai arti yang sama seperti aku, sama, gue, dan lain sebagainya. Kalimat itu mempunyai arti yang sama tetapi kesan yang dipunyai sangat berbeda-beda. Jelas penentuan kata ini dilakukan dengan memerhatikan keadaan di mana ia bicara atau sedang bicara pada siapa. Pemilihan kata ini di kenal dengan arti diksi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi yaitu penentuan kata yang tepat serta sesuai dalam pemakaianya hingga bisa memberi kesan/arti/dampak sesuai dengan harapan. Mengenai fungsi diksi adalah:

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
  • Mudah dipahami. Penentuan diksi yang tepat serta sesuai juga akan mempermudah pembaca atau pendengar lebih mudah dalam mengerti arti kata atau arti kalimat atau ide yang mau di sampaikan. Penentuan diksi dilakukan dengan memerhatikan kondisi yang sedang berjalan. Contoh dalam menulis buku narasi yang mempunyai tujuan anak-anak remaja sebagai sasaran pembaca, maka gunakanlah kalimat sederhana yang mudah dipahami dengan demikian pesan moral yang mau di sampaikan juga akan sampai pada hati pembaca. Begitupula contohnya ketika rapat yang mana suasananya resmi gunakan kalimat yang baku, sesuai ketentuan EYD. Dengan hal tersebut, beberapa hal yang tidak diinginkan bisa dihilangkan.
  • Mendapatkan tujuan. Dengan memakai diksi yang tepat, maka kesempatan untuk mendapatkan tujuan lebih besar. Hal semacam ini dikarenakan komunikasi yang berjalan sangat efisien, tidak hanya itu, penentuan kata yang sesuai dengan suasana resmi maupun tidak resmi juga akan menciptakan ekspresi tertentu yang bisa menyenangkan hati pendengar atau pembaca.
  • Kata yang dipakai memperlihatkan arti yang mau diutarakan. Akan tetapi, sering kali kata yang dipakai mempunyai arti yang berlainan dengan arti itu sendiri. Oleh sebab itu, saat sebelum menentukan untuk memakai diksi yang akan dipakai, maka mesti pembicara atau penulis harus mengerti makna serta relasi kata.

Menurut Chaer, makna kata bisa dibedakan jadi:

Makna denotasi serta Makna konotasi

Gambar Via: yes24.co.id

Denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sesuai dengan pengertian kamus besar bahasa Indonesia. Contoh: kata “miskin”, dalam artian denotasi artinya adalah kondisi seseorang yang kurang dalam soal finalsial. Sementara itu makna konotasi yakni makna lain atau makna yang bukan sesungguhnya yang mungkin saja hanya bisa dipahami oleh beberapa orang yang berkaitan saja.

Contoh: kata “alarm” dalam kalimat, “ kamu selalu datang tepat waktu, alarm jam kamu bagus”. Kata alarm dalam kalimat tersebut merupakan kata konotasi untuk menunjukkan makna kata “disiplin”. Kata konotasi yang bertujuan untuk memuji disebut knotasi positif sedangkan konotasi yang mengejek atau menyindir disebut konotasi negatif.

Makna leksikal serta makna gramatikal

Gambar Via: dalwoon.com

Yakni makna yang sesuai dengan hasil observasi atau yang memang nyata dalam kehidupan. Contoh: bakteri Salmonella sp. Mengakibatkan penyakit tipus. Sedangkan makna gramatikal yakni makna kata yang menyebutkan makna jamak, memperlihatkan suatu jumlah. Contoh: ada buku-buku baru di perpustakaan. Artinya adalah banyak buku baru yang datang di perpustakaan.

Makna referensial serta nonreferensial

Gambar Via: dalwoon.com

Yang disebut dengan makna referensial yakni kata yang merujuk atau memperlihatkan pada suatu hal. Contoh: buku biologi berada di Rak no. 7. Kata “rak no. 7” adalah frase yang memperlihatkan makna referensial. Sedangkan makna nonreferensial yaitu kebalikan dari kata referensial. Contoh: baru saja saya membaca buku itu, tetapi saya lupa meletakkannya. Kata “tetapi” adalah kata yang memperlihatkan makna nonreferensial.

Makna konseptual serta makna asosiatif

Gambar Via: bukalapak.com

Makna konseptual adalah makna sebuah kata yang memperlihatkan gambaran kata itu. Contoh: pangeran pergi menunggang unta. Kata “unta” memilki makna konseptual yakni binatang gurun berkaki empat yang bisa dijadikan sebagai alat transportasi. Sedangkan makna asosiasi adalah makna kata yang memperlihatkan hubungan yang berkaitan dengan kata itu. Contoh: kata merah mempunyai hubungan berani sedangkan kata merpati dikaitkan (asosiasi) dengan kesetiaan.

Makna kata serta makna istilah

Gambar Via: dalwoon.com

Makna kata juga akan tampak jelas saat kata itu dipakai dalam satu kalimat. contoh: kata “dingin” bisa memiliki arti tentang suhu atau cuaca, atau memperlihatkan sikap seseorang. Sementara itu makna istilah adalah makna yang punya sifat pasti atau mutlak. Hal semacam ini dikarenakan makna istilah hanya dipakai dalam sebagian bidang spesifik. Contoh: kata dingin di atas bila dipakai dalam bidang ilmu pengetahan alam maka memiiki makna tentu menunjukan tentang suhu.

Makna kias serta lugas

Gambar Via: peekmybook.com

Makna kias adalah kata atau frase yang umum dipakai untuk menyebutkan makna secara tidak langsung. Umum dipakai dalam majas atau peribahasa. Contoh: jangan sampai terjerat lintah darat. Frase lintah darat memperlihatkan makna kias yang memiliki arti yaitu rentenir. Sedangkan makna lugas yaitu kebalikan dari makna kias.

Berarti dalam makna lugas terang-terangan mengatakan makna yang sebenarnya. Contoh: sepertinya hampir semua petinggi negara merupakan koruptor. Dalam memilih diksi mesti memperhitungkan keselarasan serta ketepatan kata. Perhatikan kriteria berikut ini untuk memastikan keselarasan diksi:

  • Hindari pengggunaan bahasa substandar dalam kondisi formal. Bahasa standar adalah merupakan tutur bahasa yang umum dipakai oleh mereka kelompok menengah ke atas, atau yang mengenyam pendidikan tinggi. Sementara itu, bahasa nonstrandar kebalikannya, biasa dipakai dalam pembicaraan sehari-hari orang umum.
  • Memakai kata ilmiah dalam keadaan tertentu saja, selebihnya pakai kata popular. Kata ilmiah adalah kata yang umum dipakai dalam tulisan ilmiah atau kata yang jarang dipakai oleh orang-orang awam, cuma kelompok tertentu saja yang menggunakan. Contoh: dalam jurnal ilmiah memakai kata ilmiah. Sedangkan saat berbicara maka gunakanlah kata popular, hal ini dikarenakan agar makna yang di sampaikan dalam jurnal bisa dipahami oleh semua pendengar.
  • Hindari jargon yang bisa di baca oleh publik. Jargon adalah kalimat atau frase dalam bahasa tertentu yang hanya dipahami oleh beberapa orang. Oleh karena itu dalam memilih kata hindari jargon lantaran orang lain belum tentu memahaminya.
  • Hindari penggunaan kata-kata slang. Kata slang adalah kata non standar yang dipakai dalam pembicaraan dengan teman sebaya. Pengunaan kata slang di waktu yang formal jelas tidak baik.
  • Hindari ungkapan-ungkapan yang telah usang
  • Hindari bahasa atau kata artifisial yakni rangkaian kata yang disusun secara kreatif untuk menimbulkan rasa seni. Contoh: harum bunga mawar terberai terbawa angin sampai ke penciumanku.
  • Hindari pemakaian kata-kata atau kalimat percakapan dalam penulisan. Hal semacam ini lantaran kata-kata dalam percakapan adalah kata nonformal, sehingga tidak baik saat digunakan ketika menulis beberapa hal yang bernuansa ilmiah.

Berikut merupakan macam hubungan makna yang terbentuk antar kata:

Gambar Via: bukalapak.com
  • Sinonim. Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan makna. Contoh: Pintar dengan pandai, kurus dengan langsing. Meski memiliki kesamaan makna, kata-kata dalam sinonim memiliki kesan masing-masing seperti halu atau kasarnya.
  • Antonim. Sekelompok kata yang memiliki makan yang berlawanan dengan kata lain. Contoh: tinggi dengan pendek, pesek dengan mancung, dan ainnya.
  • Polisemi merupakan kata yang menunjukkan satuan bahasa yang dapat memiliki banyak makna. Contoh: anak asuh, anak tangga, anak durhaka, anak sholeh. Dan lain-lain.
  • Hiponim merupakan makna kata yang tercakup dalam kata lain. Contoh: melati merupakan hiponim dari bunga.
  • Hipernim merupakan kata yang mencakup kata lain. Kebalikan dari hiponim. Contoh: bunga merupakan hipernim dari melati, mawar, kenanga dan lain-lain.
  • Homonim merupakan sekelompok kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi tapi memiliki arti yang berbeda. Contoh: (1)Hak asuh anak jatuh kepda ibunya; dengan (2) wanita itu memakai sepatu berhak tinggi. Pada kalimat pertama hak berarti kepemilikian sedangkan pada kalimat kedua artinya bagian sepatu. Atau (1) ular ini mengeluarkan bisa yang sangat berbahaya; dengan (2) kamu pasti bisa menghadapinya. Bisa pada kalimat pertama artinya racun sedangkan bisa pada kalimat kedua artinya kemampuan.
  • Homofon merupakan sekelompok kata yang memilikikesamaan bunyi namun ejaan dan arti berbeda. Contoh: (1) bulan ini saya mendapat bunga bank sebesar 3%; dengan (2) bang, pesen somay satu piring.
  • Homograf yaitu kata yang memiliki tulisan sama namun bunyi dan arti berbeda. Contoh: (1) Saya sudah sampai di Serang, bu; (2) andi diserang kawanan begal.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Contoh Kata Diksi, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Contoh Kata Diksi di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari contoh-contoh Kata Diksi untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Kata Diksi. Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya. [ki]

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...