Gambar Via: bukalapak.com

Pengertian Diksi dan Contohnya, Lengkap!

Posted on

Pengertian Diksi dan Contohnya Lengkap – Tidak semua orang bisa mengutarakan perasaan atau ide dengan bahasa yang tepat atau baik. Hal semacam ini sangat di pengaruhi oleh penguasaan pembendaharaan kata seseorang. Makin banyak kosa kata yang dipunyai seseorang maka penentuan kata dalam bahasa juga akan makin baik guna menyesuaikan bahasa yang juga akan dipakai dalam kehidupan.

Gambar Via: dalwoon.com

Ada begitu banyak kata dalam bahasa indonesia, beberapa kata mempunyai arti yang sama seperti aku, sama, gue, dan lain sebagainya. Kalimat itu mempunyai arti yang sama tetapi kesan yang dipunyai sangat berbeda-beda. Jelas penentuan kata ini dilakukan dengan memerhatikan keadaan di mana ia bicara atau sedang bicara pada siapa. Pemilihan kata ini di kenal dengan arti diksi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi yaitu penentuan kata yang tepat serta sesuai dalam pemakaianya hingga bisa memberi kesan/arti/dampak sesuai dengan harapan. Mengenai fungsi diksi adalah:

  • Mudah dipahami. Penentuan diksi yang tepat serta sesuai juga akan mempermudah pembaca atau pendengar lebih mudah dalam mengerti arti kata atau arti kalimat atau ide yang mau di sampaikan. Penentuan diksi dilakukan dengan memerhatikan kondisi yang sedang berjalan. Contoh dalam menulis buku narasi yang mempunyai tujuan anak-anak remaja sebagai sasaran pembaca, maka gunakanlah kalimat sederhana yang mudah dipahami dengan demikian pesan moral yang mau di sampaikan juga akan sampai pada hati pembaca. Begitupula contohnya ketika rapat yang mana suasananya resmi gunakan kalimat yang baku, sesuai ketentuan EYD. Dengan hal tersebut, beberapa hal yang tidak diinginkan bisa dihilangkan.
  • Mendapatkan tujuan. Dengan memakai diksi yang tepat, maka kesempatan untuk mendapatkan tujuan lebih besar. Hal semacam ini dikarenakan komunikasi yang berjalan sangat efisien, tidak hanya itu, penentuan kata yang sesuai dengan suasana resmi maupun tidak resmi juga akan menciptakan ekspresi tertentu yang bisa menyenangkan hati pendengar atau pembaca.
  • Kata yang dipakai memperlihatkan arti yang mau diutarakan. Akan tetapi, sering kali kata yang dipakai mempunyai arti yang berlainan dengan arti itu sendiri. Oleh sebab itu, saat sebelum menentukan untuk memakai diksi yang akan dipakai, maka mesti pembicara atau penulis harus mengerti makna serta relasi kata.

Menurut Chaer, makna kata bisa dibedakan jadi:

Makna denotasi serta Makna konotasi

Gambar Via: yes24.co.id

Denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sesuai dengan pengertian kamus besar bahasa Indonesia. Contoh: kata “miskin”, dalam artian denotasi artinya adalah kondisi seseorang yang kurang dalam soal finalsial. Sementara itu makna konotasi yakni makna lain atau makna yang bukan sesungguhnya yang mungkin saja hanya bisa dipahami oleh beberapa orang yang berkaitan saja.

Contoh: kata “alarm” dalam kalimat, “ kamu selalu datang tepat waktu, alarm jam kamu bagus”. Kata alarm dalam kalimat tersebut merupakan kata konotasi untuk menunjukkan makna kata “disiplin”. Kata konotasi yang bertujuan untuk memuji disebut knotasi positif sedangkan konotasi yang mengejek atau menyindir disebut konotasi negatif.

Makna leksikal serta makna gramatikal

Gambar Via: dalwoon.com

Yakni makna yang sesuai dengan hasil observasi atau yang memang nyata dalam kehidupan. Contoh: bakteri Salmonella sp. Mengakibatkan penyakit tipus. Sedangkan makna gramatikal yakni makna kata yang menyebutkan makna jamak, memperlihatkan suatu jumlah. Contoh: ada buku-buku baru di perpustakaan. Artinya adalah banyak buku baru yang datang di perpustakaan.

Makna referensial serta nonreferensial

Gambar Via: dalwoon.com

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan