Home Contoh Contoh Laporan Perjalanan Singkat, Wisata, Dinas | Cara Membuatnya

Contoh Laporan Perjalanan Singkat, Wisata, Dinas | Cara Membuatnya

SHARE

Laporan Perjalanan

Pengertian Laporan Perjalanan

Laporan Perjalanan yaitu laporan yang diisi aktivitas seorang dalam lakukan perjalanan ke sebuah tempat yang didasarkan pada penilaian, pengalaman, serta observasi langsung pada tempat yang dikunjungi.

Laporan perjalanan bisa diisi persiapan saat sebelum perjalanan dikerjakan, aktivitas sepanjang perjalanan berjalan, dan maksud yang didapat sesudah perjalanan berjalan.

Menurut medianya laporan perjalanan bisa dibedakan jadi laporan lisan serta laporan tercatat. Laporan perjalanan bisa berbentuk surat, formulir, artikel, buku. Dan setidaknya, laporan perjalanan biasanya digunakan untuk perjalanan wisata, dinas, ataupun kegiatan singkat lainnya.

Langkah membuat laporan perjalanan

Oke, teorinya sudah dapet. Saat ini penulis terangkan praktik secara tehnis serta contohnya. Penulisan tehnis berikut ini yaitu yang berbentuk resmi terlebih dulu. Sedang seperti creative travel advisory serta artikel dapat sesuaikan selanjutnya. Satu laporan perjalanan study tur resmi umumnya memerlukan :

a. Latar Belakang Perjalanan

Tulislah mengapa anda atau instansimu mau pergi ke sebuah tempat. Contoh untuk kunjungan wisata saja, kunjungan (bersilahturahmi) tahunan, liburan atau mau tahu suatu hal yang tidak di ketahui di awal. Nah bila yang paling akhir ini umumnya dapat berbagai macam argumen. Namun janganlah rata-rata nge-les ya. Hahaha…

b. Maksud perjalanan

Tidak mungkin saja satu perjalanan tidak ada maksud yang sifatnya tentu. Asumsinya buat apa anda buang-buang duit cuma untuk pergi ke sebuah tempat? Nah di sinilah anda tuang agar perjalananmu sesuai sama kemauan awal perjalanan. Nah lho, tidak ada perjalanan tanpa kemauan kan? Terlebih bila perjalanannya perlu serta memerlukan gagasan yang masak serta lama.

c. Manfaat

Seperti yang udah penulis terangkan tadi, dapat jadi pelengkap pengetahuan, bahan pelajari, bahan sharing serta lain sebagainya. Namun tidak direferensikan sebagai bahan isu. CmiwW..

d. Jadwal serta Tempat Kegiatan

Bila yang ini tergantung pada awal rencana. Tetapi tidak tutup peluang prakteknya nyatanya tidak sesuai sama gagasan. Hingga anda butuh untuk menulis sesuai sama apa yang terjadi. Semakin lebih rapi bila anda bikin rundown acara yang udah dikerjakan.

e. Alur serta Objek Kegiatan

Nah di sinilah anda dapat menceritakan tentang bagaimana perjalanan serta tempat kegiatannya. Spesial untuk laporan resmi, anda dapat menerangkannya dengan detil sesuai sama rundown yang ditulis.

f. Biaya Dana (Pemasukan, Pengeluaran serta Saldo)

Ini nih pekerjaannya bendahara. Anda mesti menuliskan semua pemasukan, pembiayaan, pengeluaran hingga bila ada bekas duit anda mesti terangkan berapakah saldonya. Termasuk juga duit untuk transport, masuk ke objek serta umumnya yang paling vital yaitu permasalahan mengkonsumsi (Jadi laper guys… Huhu).

loading...

g. Penutup (Rangkuman Anjuran serta Kritik)

Rangkuman hasil perjalanan amat diperlukan supaya kita betul-betul dapat mengerti apa sebagai titik letak pengetahuan yang kita peroleh di tempat. Hingga dapat jadi referensi untuk seluruh pihak yang membaca laporan dan langkah nantinya.

Anjuran dibutuhkan supaya jadi input pelengkap supaya penyelenggaraan acara dapat berjalan tambah baik nantinya. Tidak tutup peluang supaya anjuran itu jadi bahan pertimbangan seluruh pihak. Begitu halnya kritik, tanpa kritik kita cuma bakal masuk didalam “lubang” yang sama. Lebih dianjurkan memakai bhs yang bangun, bukanlah men-judge pihak-pihak yang berkaitan.

i. Lampiran

Ini yang kerap terlupa. Bukti fisik amat perlu untuk jadi tanda bukti, eh tujuannya bukti perjalanan. Umumnya berbentuk photo, nota, hingga wawancara.

Untuk laporan resmi, seluruh hal itu mesti ada serta diikutkan. Itu udah termasuk juga keterangan per bab I (latar belakang, maksud, serta khasiat), bab II (jadwal aktivitas, alur perjalanan serta biaya dana), serta III (penutup, anjuran, kritik serta lampiran). Meskipun ada pula beberapa lembaga yang langsung menulis laporannya tidak memakai format per bab.

Sedang untuk creative travel advisory umumnya ditambahkan dengan desain laporan (contoh ada dibawah). Ukurannya juga bebas, tidak seperti laporan resmi yang mengharuskan pemakaian kertas A4 umpamanya. Dasarnya buat desain semenarik mungkin saja.

Oh ya, bila memakai format ini umumnya tidak butuh ditulis memakai format per bab. Namun langsung dari latar belakang hingga lampiran juga sesungguhnya tidak permasalahan untuk menyingkat kajian.

Untuk artikel, detil sejenis itu tidak dibutuhkan. Cukup katakan saja feel serta experience yang anda rasakan sepanjang perjalanan. Ini lebih perlu serta efektif, terlebih bila artikelmu dipasang di satu halaman situs atau situs (blog).

Sedang untuk koran atau majalah, itu tergantung pada konsentrasi yang dikehendaki. Contoh untuk mahasiswa, umum atau orangtua. Oh ya satu lagi, bila anda kirim di media sejenis itu, penulisan 5W+1H umumnya masihlah diutamakan. Jelas dengan bhs yang enjoy supaya pembaca tidak lalu buka halaman lain dengan kata lain menjemukan.

Contoh Laporan Perjalanan

laporan-perjalanan-wisata

Contoh Laporan Perjalanan Wisata

Bab 1. Pendahuluan

1. 1 Latar Belakang

Aktivitas study tur yang sudah dikerjakan ini adalah agenda tahunan yang diselenggarakan di Sekolah SMAN 1 Sukai Maju. Aktivitas ini dikerjakan untuk buka wawasan semua siswa – siswa sekolah. Tidak hanya itu, aktivitas ini dapat mempunyai tujuan untuk pelajari hal – hal baru, seperti tempat – tempat bersejarah, tempat perlu, serta sebagai studi banding di sekolah lain.

Aktivitas perjalanan th. ini dikerjakan sepanjang 4 hari, yakni pada tanggal 1 sampai 5 Mei 2015, dengan berkunjung ke Kota Yogyakarta serta Bandung.

Bersumber pada latar belakang itu, penulis membuat laporan aktivitas perjalanan wisata ini sebagai laporan mengenai hal – hal yang sudah didapat sepanjang ikuti aktivitas ini. Tidak hanya itu dengan laporan aktivitas wisata ini, penulis bisa membagikan pengalaman – pengalaman serta pengetahuan yang sudah diperoleh sepanjang ikuti aktivitas itu.

1. 2 Tujuan

Maksud pengaturan aktivitas laporan perjalanan ini yaitu :

1. Melaporkan serta mendeskripsikan tempat – obyek wisata yang sudah dikunjungi.
2. Melaporkan hal – hal yang sudah diperoleh sepanjang ikuti aktivitas ini.

Bab 2. Isi Laporan

2. 1 Laporan Perjalanan

Pada tanggal 1 Mei 2015, semua siswa – siswi ikuti pembekalan paling akhir saat sebelum keberangkatan yang dikerjakan pada jam 09. 00 wib. Pembekalan itu di isi oleh kepala sekolah yang mengemukakan hal – hal yang perlu dikerjakan serta pesan – pesan pada siswa – siswi yang bakal pergi.

Pada jam 15. 00 rombongan dipersilakan masuk bus masing – masing yang sudah ditetapkan. Ada kurang lebih 2 Bus besar yang menyimpan 80 siswa serta 4 orang guru sebagai pendamping. Sesudah, seluruh hal tehnis usai, bus pergi menuju pelabuhan merak pada jam 18. 00 wib.

Jam 20. 00 wib, bus menaiki kapal feri untuk menyeberang ke pulau Jawa. Didalam kapal feri, semua siswa masuk kelas 2 untuk beristirahat. Sesudah 3 jam perjalanan dari pelabuhan Bakauheni ke Merak, rombongan tiba di Banten pada jam 23. 00. Kemudian, bus meneruskan perjalanannya menuju Bandung sebagai maksud pertama. Perjalanan ini mengonsumsi saat kurang lebih 6 jam perjalanan, hingga rombongan tiba di Bandung pada jam 05. 00 wib. Rombongan menuju Islamic center untuk melakukan solat, bersihkan diri, serta sholat.

Kemudian, rombongan meneruskan perjalanan ke Kampus Padjajaran. Di Unpad, rombongan disambut dengan hangat oleh pihak universitas, lantas dilanjutkan ikuti acara yang sudah disiapkan oleh pihak Unpad. Sesudah merampungkan kunjungan pertamanya, rombongan menuju Trans Studio Bandung pada jam 13. 00. Disana rombongan diberikan saat sepanjang 3 jam untuk melingkari Trans Studio Bandung.

Pada jam 16. 00 rombongan dibawa menuju Cibaduyut untuk beli oleh – oleh khas Bandung. Sesudah usai, rombongan kembali meneruskan perjalanannya menuju kota Yogyakarta serta tiba disana pada jam 20. 00 wib. Lantaran hari sudah malam, rombongan menuju hotel untuk bermalam.

Esok harinya, rombongan bersiap untuk meneruskan perjalanan ke tempat – obyek wisata yang ada di Yogyakarta, seperti Taman Pandai, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, serta Jalan – jalan di Malioboro saat malam harinya. Kemudian, rombongan beristirahat di hotel yang sama.

Hari selanjutnya, rombongan meneruskan perjalanan menuju Kampus Ahmad Dahlan pada jam 09. 00 sampai jam 14. 00. Disana rombongan ikuti acara yang sudah disiapkan oleh pihak universitas. Kemudian, rombongan menuju Rumah Bakpia, yakni tempat beli bakpia sebagai oleh – oleh pulang.

Pada jam 16. 00 rombongan kembali pulang ke Bandar Lampung. Lantas, tiba di sekolah pada jam 07. 00 wib. Sepanjang perjalanan wisata ini, seluruh hal aman serta teratasi.

2. 2 Objek yang Dikunjungi

Objek – objek yang dikunjungi pada perjalanan wisata kesempatan ini beragam macam, baik adalah obyek wisata pendidikan, sejarah, ataupun hiburan. Berikut ini yaitu gambaran objek – tempat wisata yang dikunjungi sepanjang perjalanan wisata.

2. 2. 1 Kampus Padjajaran

Kampus Padjajaran yaitu satu perguruan tinggi yang cukup populer di Jawa Barat. Kampus ini terdapat di kota Bandung, Jawa Barat. Kampus ini didirikan pada tanggal 11 September 1957.

2. 2. 2 Trans Studio Bandung

Trans Studio Bandung yaitu satu diantara wahana permainan indoor yang paling besar di Indonesia. Didalam wahana ini sangat banyak permainan – permainan baik permainan yang menghibur ataupun permainan yang mendidik. Tidak hanya itu, didalam studio ini kerap diselenggarakan parade.

2. 2. 3 Cibaduyut

Cibaduyut yaitu sentra Industri sepatu paling besar yang ada di Bandung. Obyek wisata berbelanja ini tawarkan product – product buatan Indonesia. Tidak hanya itu, obyek wisata berbelanja ini populer dengan harga nya yang amat murah.

2. 2. 4 Taman Pintar

Taman Pandai yaitu taman umum yang ada di kota Jogjakarta. Disebut juga taman pandai lantaran di taman ini sangat banyak permainan – permainan yang mengedukasi orang-orang.

2. 2. 5 Candi Prambanan

Candi Prambanan yaitu kompleks candi Hindu paling besar yang ada di Indonesia. Candi ini di bangun pada th. 850 M. Komplek ini mempunyai beberapa bangunan candi yang masihlah utuh yang tingginya menjulang sampai 47 mtr..

2. 2. 6 Keraton Jogjakarta

Keraton Jogjakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu istana resmi kesultanan Jogjakarta yang didirikan pada tanggal 1756 oleh Sultan Hamengkubuwono I. Saat ini istana itu dihuni oleh Sultan Hamengkubuwono IX serta keluarganya.

2. 2. 7 Malioboro

Malioboro yaitu obyek wisata berbelanja yang populer di Indonesia. Tempat ini jual beragam jenis barang khas Jogja, seperti bati, serta lain – lain. Obyek wisata ini buka sehari sekali, namun bakal amat ramai saat malam hari lantaran banyak beberapa pemuda yang mengunjunginya.

2. 2. 8 Kampus Ahmad Dahlan

Kampus Ahmad Dahlan yaitu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, Indonesia. Kampus Ahmad Dahlan (UAD) meningkatkan bagian ketrampilan atau program studi-program studi dalam bagian tehnologi, sosial serta humaniora.

2. 2. 9 Rumah Bakpia

Rumah Bakpia yaitu pusat tempat pembuatan Bakpia, yakni makanan khas kota Jogjakarta. Tempat ini harus dikunjungi bila bertandang ke Jogjakarta lantaran adalah asli tempat produksinya serta harga nya amat murah.

Bab 3. Penutup

3. 1 Kesimpulan

Bersumber pada pengalaman yang didapat dari perjalanan wisata ini, bisa diambil kesimpulan Indonesia mempunyai banyak obyek wisata yang pantas dikunjungi, terutama kota Bandung serta Jogjakarta. Tidak hanya mempunyai obyek wisata sebagai hiburan, kota ini dapat mempunyai tempat – obyek wisata, pendidikan, serta bersejarah.

3. 2 Saran

Karya wisata ini amat baik untuk dikerjakan lantaran mempunyai khasiat yang cukup banyak. Oleh karenanya, aktivitas ini baiknya selalu diselenggarakan dengan berkunjung ke tempat – tempat lain yang ada di Indonesia.

Laporan Perjalanan Dinas

laporan-perjalanan-dinas

Ikuti SOI Asia Entrepreneurship Education Workshop 2012

in Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand, from Mar 26 to 28, 2012

Oleh : L. Setyobudi, PhD

AGENDA PERJALANAN

1. 26 Maret 2012 : Pergi dari Malang jam 07. 00 ke Surabaya 10 : 15 ke Jakarta dengan GA311, serta Jam 12 : 50 pergi dari Jakarta ke Bangkok dengan Pesawat GA868 serta tiba di Bangkok jam 16 : 30. Lantas dilanjutkan ke the Montien Hotel, Bangkok bermalam di kamar 1232.

2. 27 Maret 2012 : Ikuti Workshop season 1-4 di Fakultas Tehnik Chulalongkorn University, Bangkok dari mulai jam 8 : 00-16 : 00 lantas dilanjutkan dengan official dinner.
3. 28 Maret 2012 : Jam 07 : 00 Check out Hotel Montien serta dilanjutkan kunjungan ke IT Company CDG GROUP/G-ABLE yaitu perusahaan berbasiskan IT paling besar di Thailand. Perusahaan IT itu diketuai CEO Mr. Nart Liuchareon yang disebut generasi ke 2 keturunan Indonesia yang Migrasi ke Thailand pada awal th. 1970 an. Jam 12 : 00 saat setempat acara usai serta selalu ke Airpor Swarana Bhumi serta pesawat pergi ke Jakarta jam 17 : 30 dengan GA869 tiba di Jakarta Jam 21 : 00 lantas bermalam di Airport Hotel Jakarta.

4. 29 Maret 2012 : Jam 10. 30 pergi ke Surabaya dengan GA

HASIL

I. Workshop di hadiri oleh 9 negara anggota ASEAN, cuma Kamboja yang tidak kirim

wakilnya. Secara komplit acara workshop serta topic yang dibicarakan dihidangkan dalam lampiran SOI Asia Entrepreneurship Education Workshop 2012 @6th-28th March 2012. Demikian juga perihal dengan hasil serta materi presentasi di tiap Workshop dihidangkan dalam lampiran laporan ini.

II. Hasil kunjungan ke company berbasiskan IT paling besar di Thailand yakni CDG/G-Able yang pendirinya yaitu Imigran dari Indonesia yang datang ke Thailand pada awal 1970an dengan Printing Usaha. Sekarang company dikendalikan oleh turunan pertama imigran itu. CEO CDG/G-Able Grup yaitu Mr. Nart Leuchareon yang mulai th. 1986 meningkatkan jadi Printing Solution yang sekarang berkembang jadi CDG/G-Able Grup.

Pada th. 1993 mulai jadi besar dengan usahanya AFIS (Identification Single Print Record) serta ATM Campus. Berikutnya pada th. 2012-2015 company ini melakukan

rebranding bisnisnya dengan mantra “THEn POWE
bikin usaha yang besar tetapi memecah bisnisnya jadi kecil serta menengah, alas

an yang dikemukakan lantaran yangclumsybesardan bakal m malas. Hingga mesti adqa spin-off. Yakni bukanlah bikin usaha baru tetapi membuat

jalan keluar dari company yang ada. Meskipun spin-off dikerjakan tetapi untuk yang common usaha tetap jadi satu di induk perusahaannya. Umpamanya mengenai accounting, Human Resources Development, General Administration serta Finance. Diterangkan kalau kunci pembelahan yang besar yaitu berbasiskan pada segmen pasar yakni pada Government Market serta Private Sector Market.

Berbasiskan dari diskusi serta apa yang bisa diliat dalam kunjungan itu didapat dua catatan perlu untuk di perhatikan dalam usaha yakni mengerti :

1. ANCAMAN DAN PELUANG BISNIS

a. Global/Regional changes

b. Government policy concerning with the business

c. Advance technology and changes

d. Mergering and Acquisition

e. Consumer behavior changes

2. LESSON LEARNED

a. Focus and Concentrate on the Strength

b. Learn from mistake or failure

c. Spare contingency/Backup Rencana

d. Campaign or celebration will be popped

e. Maintain some level of paranoia/fear

f. Quick respond to changes

g. Manage generation of human capital

h. Commit to customers

i. Keep High business ethic.

BI. Secara lebih detil materi pembahasaan di dalam SOI workshop jadi lampiran dalam laporan ini.

REKOMENDASI DAN SARAN BAGI UB

I. Partisipasi UB dalam SOI jadi amat perlu lantaran saat ini hubungan kerja sudah masuk dalam materi atau substansi dari SOI yang pilihan yaitu focus pada Pendidikan Entrepreneurship (Entrepreneurship Education).

AI. UB mesti pro aktif dalam memakai hubungan kerja ini terlebih dalam memperluas wawasan mahasiswa terutama pada segi internasional trade startup UKM.

Laporan Perjalanan Penelitian

laporan-perjalanan-singkat

Peserta Eksplorasi

Pusat Penelitian Biologi LIPI

Ketua tim : Cahyo Rahmadi, S.Si. (Arachnida: Amblypygi dan Opiliones)

Anggota :
1.Dr. Daisy Wowor (Crustacea)
2.Drs. A. Suyanto, M.Sc. (Mamalia: Kelelawar dan Tikus)
3.Pungki Lupiyaningdyah, S.Si. (Serangga: Trichoptera)
4.drh. Anang S. Achmadi (Mamalia: Tikus)

5.Ir. Ristiyanti M. Marwoto (Moluska)
6.Isnaningsih (Moluska)
7.Darmawan (Teknisi Serangga)
8.Reina Prihandini (Teknisi Moluska)
9.Nanang Supriatna (Teknisi Mamalia)
10.Mulyadi (Teknisi Ikan)

Fakultas Biologi UGM

Dosen:
1.Drs. Trijoko, M.S. (Ikan dan Udang)
2.Hari Purwanto (Entomologi)
3.Dr. Purnomo (Taksonomi Tumbuhan)
4.Ratih Aryasari (Taksonomi Hewan: Moluska)

Mahasiswa Fakultas Biologi UGM:

1.Sidiq Harjanto (Matalabiogama – Fakultas Biologi UGM)
2.Guring Brigel Mandegani (Matalabiogama – Fakultas Biologi UGM)
3.Dwi Andi Listiawan (Matalabiogama – Fakultas Biologi UGM)
4.Anang Hendra Kurniawan (Matalabiogama – Fakultas Biologi UGM)
5.Kunto Wibowo (Matalabiogama – Fakultas Biologi UGM)
6.Giyarto (Matalabiogama – Fakultas Biologi UGM)
7.Nurul (Fakultas Biologi UGM)

PPA Gunung Kidul – Yogyakarta

1.Agus Fitriyanto Hidayat (Volunteer)

PENDAHULUAN

Mengapa Karst Jawa: Gunung Sewu?

Indonesia memiliki kawasan karst yang sangat luas dan tersebar di ribuan pulaunya. Kawasan karst dikenal sebagai tandon air bagi penduduk di wilayah ini, kantung air terdapat jauh di bawah permukaan tanah. Penelitian di kawasan ini telah dimulai sejak beberapa tahun lalu, namun penelitian tersebut jarang yang meneliti kehidupan fauna secara keseluruhan.

Kawasan karst Gunung Sewu mempunyai kepadatan populasi penduduk yang sangat tinggi sehingga sangat rentan terhadap gangguan keseimbangan ekosistem karst. Tekanan terhadap kawasan karst pun sangat tinggi seperti penambangan batu kapur (Bedoyo, Ponjong), pencemaran perairan sungai bawah tanah oleh limbah rumah tangga (Gua Sodong Mudal Gunung Sewu), perubahan hutan

menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang meningkatkan laju erosi tanah, dan aktivitas-aktivitas wisata yang kurang ramah terhadap lingkungan karst dan gua (Gua Gong, Pacitan).

Salah satu fauna gua yang menarik adalah satu jenis ikan air tawar endemik yaitu Puntius microps yang telah dikategorikan sebagai hewan yang terancam menurut IUCN 1990. Wader gua ini karena kelangkaannya telah masuk dalam daftar fauna yang dilindungi di Indonesia, yaitu oleh Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 716/Kpts/Um/10/1980 dan

Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999. Status sistematika dari jenis ini sendiri, akibat keterbatasan jumlah spesimen, masih diindikasikan merupakan sinonim dari P. binotatus. Oleh karena itu, studi eksploratif iktiofauna di kawasan karst dapat menyediakan informasi lebih mendalam tentang jenis ini.

Beberapa fauna gua juga sangat penting menjaga keseimbangan ekosistem di luar gua seperti keberadaan kelelawar di dalam gua. Kelelawar berperan sangat penting dalam mengendalikan hama serta sebagai penyerbuk tumbuhan-tumbuhan yang bernilai tinggi seperti durian dan hutan bakau.

Permasalahan yang dihadapi saat ini

Fauna karst dan gua merupakan fauna yang sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Mereka mempunyai sebaran yang terbatas dan mempunyai populasi yang kecil. Perubahan sedikit saja pada lingkungan gua akan mempengaruhi kehidupan fauna di dalamnya.

Penelitian mengenai keanekaragaman fauna karst dan gua di Jawa masih sangat minim (Deharveng and Bedos 2000, Deharveng 2003), dibandingkan dengan jumlah gua yang sudah terdata dan terpetakan. Dengan demikian penelitian inventarisasi dan keanekaragaman fauna di kawasan karst sangat perlu dilakukan, mengingat biodiversitas fauna belum terungkap, di

Laporan Perjalanan Gunung Sewu 2006

sisi lain laju tekanan terhadap ekosistem ini semakin meningkat, hingga dikhawatirkan apabila penelitian tidak segera dilakukan banyak jenis yang tidak bisa bertahan akan punah sebelum diketahui keberadaannya.

Tujuan Eksplorasi

1.Mengungkap keanekaragaman fauna karst dan gua di Jawa khususnya Gunung Sewu

2.Menemukan dan mendeskripsikan jenis-jenis baru fauna dari kawasan karst
3.Menyusun data dasar fauna karst dan gua di Jawa
4.Menambah koleksi fauna gua dari kawasan karst di Jawa yang masih sedikit di Museum Zoologi Bogor
5.Memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mengelola kawasan karst di Jawa berdasarkan tinjauan keanekaragaman fauna.
6.Mendukung kebijakan pemerintah dengan Kawasan EKO KARST di Gunung sewu dan Gombong Selatan dengan data keanekaragaman fauna.
7.Meningkatkan kesadaran pentingnya kawasan karst dan gua pada masyarakat dan pemerintah pusat dan daerah.
8.Menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan membantu dalam mengupayakan terwujudnya kelestarian kawasan karst di daerahnya
9.Memberikan masukan untuk pengelolan gua-gua wisata dengan pertimbangan-pertimbangan keseimbangan ekologi fauna gua

METODE PENELITIAN

Lokasi:

Gunung Sewu
1.Gua yang terganggu dan gua yang masih alami (Gua yang terganggu adalah gua yang digunakan sebagai gua wisata dan gua yang ditambang guano atau fosfatnya serta gua-gua disekitar kawasan penambangan kapur)
2.Di luar gua: adalah lokasi-lokasi yang terganggu oleh aktivitas manusia seperti penambangan kapur, lokasi tidak terganggu yaitu lokasi yang masih mempunyai gangguan rendah atau tidak ada gangguan sama sekali.

Koleksi :

1.Perangkap jaring kabut: kelelawar
2.Perangkap tikus: Tikus dan cerurut
3.Perangkap sumuran: Arthropoda gua dan di luar gua
4.Jaring dan electric fishing: Ikan
5.Perangkap lampu: Trichoptera

Contoh tanah dan serasah: Arthropoda dan moluska

1.Di dalam gua: membandingkan keanekaragaman dan kesamaan di setiap gua yang ditunjuk sebagai gua referensi. Dalam hal ini gua yang mempunyai kekayaan habitat dan fauna paling tinggi dan mempunyai ganggguan paling tinggi.
2.Di luar gua: menggunakan transek sepanjang 100 m, ditentukan dengan habitat yang khas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. TINJAUAN UMUM

Kawasan karst Gunung Sewu merupakan salah satu kawasan karst terbaik di kawasan karst tropis di Pulau Jawa pada khususnya dan dunia pada umumnya. Kondisi bentang alam dengan bentukan “conical hills” dan kekayaan potensi di bawah tanah menjadi faktor yang menarik dalam dunia ilmu pengetahuan. Bukit-bukit berbentuk ribuan kubah terbentang dari bagian utara-timur Gunung Sewu sampai bagian selatan dan memanjang dari barat berbatasan dengan Bantul sampai timur di daerah Pacitan.. Di bagian dalam terbentuk lorong-lorong bawah tanah hasil aktivitas air yang menggerus batuan gamping. Lorong-lorong panjang ini menjadi habitat bagi berbagai jenis fauna. Beberapa jenis terbawa ke dalam gua melalui banjir yang membawa serta bahan organik dari luar gua. Namun ada juga beberapa jenis yang memang hidup bertahun-tahun di lingkungan gua sehingga mengalami proses evolusi untuk beradaptasi di dalam lingkungan gua yang gelap total dan minim pakan.

Bentuk-bentuk adaptasi morfologi yang lazim ditemukan di dalam gua adalah mereduksinya organ penglihatan seperti organ mata yang kecil bahkan hilang atau buta sama sekali. Bentuk adaptasi lain adalah pemanjangan antena atau organ perasa lain sebagai bentuk kompensasi terhadap kondisi gua yang gelap total, hilangnya pigmen dalam tubuh sehingga berwarna putih dan bentuk-bentuk adaptasi lain.

Selama kegiatan eksplorasi telah disurvai sebanyak 16 gua terdiri dari gua horisontal dan vertikal serta dua luweng (Collapse doline). Sebanyak 8 sungai permukaan juga telah

disurvai keanekaragaman fauna akuatiknya. Dari hasil survai gua-gua dan sungai permukaan di Gunung Sewu diperoleh gambaran perlunya penelitian yang lebih lanjut mengingat pentingnya gua-gua dan sungai-sungai di Gunung Sewu bagai masyarakat setempat.

B.KEANEKARAGAMAN FAUNA

1.Mamalia dan Burung

Hasil koleksi mamalia diperoleh sekitar 106 spesimen dengan rincian kurang lebih 11 jenis kelelawar dan dua jenis tikus, masing-masing terdiri dari satu jenis untuk kelompok Rodentia dan Insectivora.

Jenis-jenis kelelawar yang menarik adalah Rhinolopus creaghi dan satu jenis yang diduga Hipposideros ater. Jenis-jenis ini sangat jarang ditemukan di Jawa namun beberapa ditemukan di gua-gua di Gunung Sewu. Luweng Ngeleng adalah salah satu luweng yang sebelumnya dihuni oleh ribuan kelelawar dari jenis Chaerephon plicata, namun pada saat disurvai pada perjalanan kali ini, hanya ditemukan sekitar 300

 

individu yang keluar dari dalam luweng. Pada saat koloni besar, kelelawar keluar dari gua selama lebih dari 30 menit. Perubahan besarnya populasi ini diduga dipengaruhi oleh musim, dimana saat musim penghujan mereka banyak menghuni Luweng Ngeleng. Namun pada saat musim kemarau mereka berpindah ke daerah tertentu untuk lebih dekat dengan sumber pakan.

Kelompok tikus ditemukan Rattus tiomanicus yang dikoleksi dari hutan di dasar Luweng Jomblang. Jenis ini sepertinya mempunyai jumlah yang cukup banyak mengingat dari 25 perangkap yang dipasang,

diperoleh 4 spesimen. Hasil perolehan tikus ini merupakan yang pertama kali tercatat di dasar Luweng Jomblang. Pemasangan perangkap tikus di dasar luweng merupakan koleksi yang pertama kali dilakukan di luweng-luweng di daerah Gunung Sewu. Rattus tiomanicus juga ditemukan di hutan di luar dasar luweng. Jenis lain yang ditemukan di beberapa rumah penduduk adalah Suncus murinus yang merupakan jenis yang lazim ditemukan di rumah.

Kelompok mamalia lain yang terlihat antara lain sekelompok Macaca fascicularis di tebing-tebing di Gua Gilap. Jenis ini juga ditemukan di Luweng Ngeleng meskipun hanya terlihat satu individu. Beberapa individu jenis tupai yang diduga dari jenis Tupaia javanica juga terlihat di hutan di dasar Luweng Jomblang. Satu jenis musang yang diduga Paradoxorus hermaphroditus juga terlihat dari salah satu gua di daerah Semanu.

Jenis- jenis burung yang terkoleksi antara lain Aerodramus sp. dan sejenis burung hantu yang diduga Otus sp.. Sejenis elang juga sempat terlihat menunggu kelelawar keluar dari Luweng Ngeleng. Elang ini diduga akan memangsa kelelawar yang keluar dari dalam luweng.

2.Ikan

Puluhan spesimen ikan dikoleksi dari perairan bawah tanah maupun perairan di luar gua di daerah Gunung Sewu. Ikan-ikan tersebut terdiri dari beberapa jenis yang diperkirakan lebih dari 11 jenis.

Perairan bawah tanah di gua-gua di Gunung Sewu didominasi oleh jenis-jenis Clarias sp. yang diduga masuk ke dalam gua karena terbawa banjir. Jenis lain yang ditemukan adalah Puntius sp., Rasbora sp., Cyprinus sp., Nemacheilus sp. dan jenis-jenis lain yang masih perlu identifikasi lebih lanjut.

Target untuk memperoleh jenis ikan gua dari Gunung Sewu yaitu Puntius microps belum tercapai mengingat tipe locality dari jenis ini tidak diketahui nama guanya. Namun dari spesimen yang diperoleh ada satu jenis yang menunjukkan karakter morfologi yang telah teradaptasi dalam lingkungan gua. Namun untuk mengetahui nama jenis ataupun kepastian mengenai Puntius microps masih diperlukan penelitian lebih lanjut di laboratorium. Jenis lain yang pernah dideskripsi dari gua di Gunung Sewu adalah Nemacheilus fasciatus. Jenis ini dikoleksi dari Gua Gremeng di daerah Ponjong. Berdasarkan hasil koleksi perjalanan kali ini diperoleh beberapa spesimen

 

jenis Nemacheilus sp. dari Gua Gremeng. Untuk kepastian jenis masih diperlukan penelitian lebih lanjut di laboratorium untuk mengetahui apakah jenis yang dikoleksi merupakan jenis yang sama dari yang pernah dideskripsi dari Gua Gremeng.

Secara umum keanekaragaman jenis ikan di perairan bawah tanah di Gunung Sewu cukup menarik, meskipun gua-gua yang mempunyai danau bawah tanah belum dieksplorasi. Seandainya ada kesempatan untuk mengeksplorasi danau bawah tanah yang letaknya puluhan meter dari permukaan tanah diharapkan akan diperoleh jenis yang telah beradaptasi atau bahkan mungkin berevolusi menjadi jenis yang khas gua. Penelitian secara lengkap untuk keanekaragaman ikan di Gunung Sewu masih sangat diperlukan mengingat besarnya potensi perairan bawah tanah di Gunung Sewu.

 

C. FAUNA ENDEMIK DAN MENARIK

Kawasan karst Gunung Sewu menyimpan potensi kekayaan fauna yang sangat tinggi namun sampai saat ini belum tergali secara mendalam. Fauna-fauna gua yang ada pun masih terbatas yang telah dideskripsi beberapa tahun lalu oleh peneliti asing.

Fauna gua yang pertama kali dideskripsi dari Gunung Sewu adalah ketam gua (Sesarmoides jacobsoni Ihle 1912) yang ditemukan pertama kali dari Gua Jomblang. Jenis ini diyakini sampai saat ini hanya ditemukan di perairan bawah tanah. Jenis yang masih berkerabat dengan jenis-jenis perairan laut ini ditemukan di beberapa gua di Gunung Sewu. Temuan di kawasan karst lain sampai saat ini belum diketahui.

Jenis yang lain adalah Macrobrachium poeti Holthuis 1984 yang ditemukan di perairan bawah tanah di gua-gua vertikal di Gunung Sewu. Jenis ini juga diyakini sebarannya terbatas di kawasan karst Gunung Sewu dan menjadi satu-satunya udang gua di pulau Jawa. Udang gua yang berwarna putih dan bermata kecil ini ditemukan di perairan-perairan bawah tanah yang jauh dari mulut gua.

Ikan gua adalah salah satu fauna yang pernah dideskripsi namun sayangnya tidak diketahui lokasi gua yang dikoleksi. Ikan dengan nama jenis Puntius microps ini telah dikategorikan sebagai salah satu jenis yang terancam populasinya. Hasil koleksi ikan yang diperoleh

ada beberapa individu yang dicurigai sebagai jenis ikan tersebut. Namun untuk mengetahui hasil yang lebih jelas masih diperlukan penelitian lebih lanjut di laboratorium.

Fauna-fauna yang telah dideskripsi dari Gunung Sewu menjadi hal yang paling menarik dari kegiatan eksplorasi kali ini. Hal ini disebabkan koleksi jenis-jenis tersebut di Museum Zoologi Bogor masih sangat minim bahkan belum ada di dalam koleksi museum. Sebagai contoh, ketam gua Gunung Sewu baru kali ini terkoleksi oleh staf museum secara langsung dan menjadi koleksi yang menarik serta jumlah koleksi yang cukup banyak dan terkoleksi dari gua-gua yang baru.

D. KEARIFAN LOKAL : ANTARA MITOS DAN PELESTARIAN GUA

Kesadaran terhadap kelestarian gua secara tidak disadari telah dilakukan oleh masyarakat di kawasan karst Gunung Sewu. Salah satu contoh yang menarik adalah pelestarian ekosistem gua yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar Gua Jomblang di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong.

F. KERJASAMA DAN PENELITIAN

Selama kegiatan penelitian dan ekpslorasi di Gunung Sewu telah terjalin kerjasama dengan Fakultas Biologi UGM. Kerjasama ini diwujudkan dengan bergabungnya beberapa mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam kegiatan ekplorasi sekaligus mendukung secara teknis untuk penelusuran gua. Beberapa dosen dari Fakultas Biologi pun sempat berkunjung ke lokasi untuk melihat kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tim sekaligus meninjau mahasiswa yang bergabung dengan tim.

Kegiatan eksplorasi di Gunung Sewu juga dijadikan topik penelitian oleh beberapa mahasiswa dari Fakultas Biologi UGM untuk mendukung kegiatan perkuliahan di kampus. Topik-topik penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa biologi adalah:

1.Keanekaragaman kelelawar di gua-gua Gunung Sewu
2.Jenis-jenis ikan di kawasan karst Gunung sewu
3.Jenis-jenis moluska di sungai-sungai permukaan Gunung Sewu.
4.Perbandingan morfometri Amblypygi di Gunung Sewu
5.Jenis-jenis udang di perairan permukaan dan bawah tanah Gunung Sewu
6.Keanekaragaman Ficus sp. di sekitar mulut gua
Penelitian tersebut dilakukan sebagai salah satu persyaratan mata kuliah Seminar yang menjadi mata kuliah wajib mahasiswa biologi. Di samping menunjang kegiatan perkuliahan, keikutsertaan mahasiswa dalam penelitian ini juga menjadi pengalaman penelitian sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

SHARE

1 COMMENT

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan