SHARE
membuat-latar-belakang-makalah

Pastinya sebagai pelajar, mahasiswa kita kerap diberikan pekerjaan seperti paper, makalah oleh guru atau dosen kita. Kadang-kadang karena sangat malasnya kita buatnya asal2an serta tak systematis, mengakibatkan nilai kerapian menyusut. Di bawah ini saya bakal menyinggung permasalahan pembuatan paper dengan cara benar serta systematis.

Systematika yang benar


A. Pendahuluan


Sebagian besar mata kuliah dalam ilmu filsafat mensyaratkan mahasiswa untuk menulis paper. Karenanya paham seperti apa paper akademik dalam pengetahuan filsafat yaitu begitu utama. Umumnya paper filsafat yaitu paper kepustakaan.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Ini artinya kalau paper yang ditulis mahasiswa mesti ikuti tata langkah pengutipan yang benar serta mempunyai daftar pustaka yang tersusun dengan baik. Bila satu paper, tehnik pengutipan serta susunan daftar pustaka tak ikuti ketentuan atau format yang ditetapkan maka akhirnya bakal dapat mengurangi nilai dari paper itu.

Jangan sampai beberapa sangsi untuk menghubungi dosen atau pembimbing akademik bila anda terasa tak tahu paper atau beberapa pekerjaan penulisan akademik yang lain yang disuruh dari anda oleh seseorang dosen.


B. Pilih Tema untuk Paper


Dalam beberapa kasus, dosen bakal memberi daftar tema yang bisa diambil untuk ditulis oleh mahasiswa. Dalam kasus yang lain, mahasiswa mungkin saja diperbolehkan pilih tema sesuai dengan pilihannya dalam ruang lingkup satu mata kuliah.

Dari semua kasus itu, tema yang ditulis oleh mahasiswa mesti dielaborasi serta dibatasi secara jelas. Tema tak bisa sangat luas, serta tak bisa sangat sempit. Tekuni kembali bagaimana caranya memilih serta memastikan tema seperti yang telah didiskusikan dalam bab terlebih dulu.

Langkah paling baik untuk memperoleh satu tema yaitu dengan pergi ke perpustakaan serta pelajari satu buku yang terkait dengan topik yang bakal ditulis (misanya mengenai ’Keadaan Alamiah’) serta selanjutnya simak apakah anda bisa temukan tema melalui cara membatasinya, umpamanya, berdasar pada fikiran tokoh dengan memperbandingkan kondisi alamiah (state of nature) menurut Thomas Hobbes serta John Locke.

Langkah lain untuk temukan tema yaitu dengan mencermati literatur dari satu mata kuliah atau bibliografi dari satu diantara buku atau artikel yang dipakai dalam satu mata kuliah.

Dosen mungkin saja meminta mahasiswa menghimpun usulan berbentuk outline yang memuat gagasan paper yang bakal ditulis serta pertanyaan yang bakal dijawab dalam paper. Coba untuk meyakinkan kalau usulan itu telah cukup khusus.

Bikin outline sebelumnya menulis paper yang sebenarnya terang adalah satu langkah yang baik. Makin baik serta makin elaboratif usulan berupa outline paper itu, jadi makin gampang juga sistem dalam menulis paper itu.


C. Rumusan Permasalahan atau Pertanyaan Riset


Bila anda telah pilih satu tema, maka anda mesti merumuskan pertanyaan penelitian yang bakal didiskusikan serta dijawab dalam paper (betapapun sempitnya ruangan lingkup dari tema yang anda tentukan).

Bila anda, umpamanya, mengambil keputusan untuk menulis satu paper mengenai ’perbandingan state of nature dalam filsafat politik Thomas Hobbes serta John Locke’, anda mungkin bisa merumuskan pertanyaan seperti berikut : ”apakah John Locke sungguh-sungguh mempunyai penalaran yang tidak sama dengan Thomas Hobbes dalam soal gerakan manusia dari state of nature ke penduduk sipil? ”

Langkah yang lain, anda bisa merumuskan satu hipotesis, umpamanya, ”meskipun John Locke sungguh-sungguh coba membedakan dianya dengan pengertian Hobbes mengenai ’manusia yang mementingkan diri sendiri’ dalam satu kondisi perang yang kekal, percobaan ini tidak berhasil dikerjakan serta bahkan juga bisa disebutkan dengan cara implisit (bukanlah eksplisit) Locke meningkatkan penalaran yang dipakai Hobbes dalam membela gerakan manusia dari state of nature ke orang-orang sipil” (saksikan, contoh paper mahasiswa, Michael P. Greeson, diambil dalam Graybosch et al., 1998, 283).

Jadi satu paper mesti mempunyai dengan jelas permasalahan atau pertanyaan yang ingin dijawab, apa alasannya, serta rangkuman atau jawaban apa yang didapatkan pada pembaca.

Baca ini juga: Contoh Latar Belakang Masalah dan Makalah


D. Paper seperti Apa yang Diinginkan?


Tulisan akademik kefilsafatan biasanya bakal meminta anda menulis paper argumentatif. Bentuk paper argumentatif dibedakan dari paper paparan (expository). Paper ekspositori yaitu paper yang menghidangkan atau menerangkan alasan atau sekumpulan ide tanpa ada evaluasi kritis.

Paper argumentatif mesti mempunyai alasan, yakni premis atau argumen yang disajikan guna mensupport atau memberi dasar dalam meyakini satu rangkuman. Mahasiswa bisa mengatakan satu atau lebih alasan dalam papernya. Alasan dalam satu paper yaitu klaim yang dikira benar, serta karenanya, mesti ada beberapa argumen yang baik untuk meyakini kebenarannya.


E. Pernyataan Tesis


Pernyataan tesis (thesis statement) dikembangkan dari satu ide pokok (controlling idea). Tesis yaitu bentuk spefisik dari ide pokok, yakni klaim paling utama atau klaim keseluruhnya untuk menyebutkan keyakinan yang menginginkan dipertahankan.
Saat mahasiswa membaca teks atau bahan bacaan, mahasiswa bakal senantiasa temukan satu atau sebagian ide pokok dari teks atau bahan bacaan (umpamanya, artikel jurnal, atau buku-buku teks) itu.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...