Home Contoh Contoh Purchase Order PO Lengkap dengan Prosedur dan Pengertian

Contoh Purchase Order PO Lengkap dengan Prosedur dan Pengertian

SHARE

Purchase Order

Pengertian Purchasing serta Prosedur dalam Proses Purchasing – Kata “Purchasing” datang dari bhs Inggris serta kerap dipakai dalam Industri-industri luar negeri ataupun dalam negeri. Bila ditranslate langsung, Purchasing bisa disimpulkan sebagai “Pembelian” dalam bhs Indonesia. Jadi pada intinya, Purchasing yaitu sebuah proses pencarian sumber serta pemesanan barang atau layanan untuk aktivitas produksi. Departemen yang mengatasi proses purchasing itu umumnya disebut juga Purchasing Department.

Puchasing adalah satu diantara manfaat yang amat perlu dalam Manajemen Material, Tidak hanya dilibatkan dalam pembelian Material untuk manfaat Produksi, Purchasing juga bertugas dalam pencarian serta pembelian mesin-mesin produksi, perlengkapan serta peralatan produksi berserta bebrapa sarana yang lain yang mensupport kelancaran proses produksi.

Tujuan Paling utama Purchasing yaitu untuk melindungi ketersediaan serta kestabilan supply material serta kurangi bebrapa cost berkaitannya hingga biaya pembuatan barang jadi serta ditekan seminimal mungkin saja.

Prosedur dalam Proses Purchasing

Prosedur purchasing order berikut ini adalah urutan beberapa langkah dalam proses Purchasing (proses pembelian).

Mememahami Keperluan serta Terima Keinginan dari Pihak yang membutuhkan

Langkah pertama dalam proses Purchasing yaitu tahu serta mengerti keperluan dari pihak yang memerlukan barang serta layanan itu. Pihak atau sisi yang memerlukan itu bakal ajukan keinginan pemesanan atau pembelian dengan dokumen tercatat seperti Purchase Requisition Form (Formulir Keinginan Pembelian) yang sudah di setujui oleh kepala sisi maupun Manajer berkaitan. Formulir Keinginan Pembelian mesti tercantum terang tentang barang yang dikehendaki seperti spesifikasi material, jumlah yang dikehendaki, tanggal dibutuhkan serta penyuplai yang dianjurkan.

Penentuan Pemasok

Proses penentuan Penyuplai atau Supplier umumnya terbagi dalam dua segi mendasar, yakni lakukan pencarian pada seluruh penyuplai mungkin serta bikin daftar seluruh penyuplai yang sudah diidentifikasi. Beberapa informasi tentang Penyuplai biasanya dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti direktori perdagangan, iklan, e-mail referensi diri dari penyuplai tersebut, menghadiri pameran, partisipasi di konvensi industri maupun anjuran dari asosiasi serta komunitas usaha.

Makin beberapa sumber yang kita identifikasikan bisa bantu kita dalam memastikan penyuplai mana yang paling pas. Hal yang butuh di perhatikan dalam pilih penyuplai yaitu harga tidaklah hanya satu pertimbangan dalam mendapat Penyuplai yang pas. Lantaran tidak hanya harga, beberapa poin perlu yang perlu diperhitungkan seperti kekuatan dalam sediakan jumlah yang diperlukan, kwalitas product yang diperlukan, kekuatan finansial perusahaan penyuplai serta lain sebagainya. Bila seluruh poin yang dijelaskan sama, Hargalah sebagai penentu dalam penentuan Penyuplai.

Lakukan Pemesanan

Sesudah mengambil keputusan Penyuplai/Supplier mana yang diambil, langkah berikutnya yaitu lakukan pemesanan atau dalam industri umumnya disebut juga “Purchase Order” atau “PO”. Purchase Order pada intinya yaitu satu dokumen yang diantar ke Penyuplai untuk memasokan barang atau layanan yang diperlukan. Biasanya, dokumen atau surat Purchase Order (PO) terbagi dalam 6 salinan, masing-masing salinan itu dituju pada Penyuplai, pihak pemohon (requestor), Petugas Gudang, sisi akuntansi, sisi inspeksi serta satu salinan lagi untuk sisi Purchasing sendiri sebagai arsip.

Menindaklanjuti serta memonitor perubahan Pesanan

Sesudah lakukan Pemesanan serta Penyuplai sudah mengetahui apa yang diperlukan, prosedur Purchasing berikutnya yaitu lakukan pemantauan perubahan pesanan itu atau umumnya disebut juga “Follow-up” di Industri. Prosedur ini dibutuhkan supaya Penyuplai bisa sediakan dan kirim barang atau layanan yang diperlukan itu pas pada saat serta jumlah yang dijanjikan. Petugas Purchasing umumnya bakal bertanya ke Penyuplai tentang perubahan barang serta layanan yang diperlukan itu lewat E-mail, telephone atau kunjungan langsung ke kantor/pabrik penyuplai.

Penerimaan Barang serta Pemeriksaan

Sisi Penerimaan bakal terima barang yang dipasok oleh Penyuplai serta mencocokan jumlah dengan dokumen Purchase Order. Sisi Purchasing bakal diberitahukan mengenai ketibaan barang itu serta hasil dari pemeriksaannya.

loading...

Pembayaran Faktur

Sesudah barang yang dipesan itu di terima dengan keadaan yang memuaskan serta sesuai sama keinginan, Faktur tagihan bakal di check saat sebelum di setujui. Sesudah Faktur di check serta di setujui pembayaran juga dikerjakan sesuai sama kesepakatan yang diputuskan.

Pemiliharaan Dokumen Pembelian

Beberapa pembelian di perusahaan Industri adalah pembelian yang berulang atau Repeat Order. Oleh karenanya, dokumen-dokumen perlu pada pembelian di awal adalah tips untuk pembelian berikutnya. Dari Dokumen-dokumen itu, Petugas Purchasing maupun Manajemen bisa lebih terang tahu penyuplai mana yang baik serta pas untuk pemesanan atau pembelian pada masa-masa mendatang.

Pelihara serta Melindungi hubungan dengan Pemasok

Hubungan pada Perusahaan yang berkaitan dengan Penyuplai mesti dipelihara serta dijaga dengan baik. Hubungan ini mesti dijalin berbentuk sama-sama yakin serta niat baik untuk sama-sama bantu serta menghormati. Hubungan baik bakal berguna serta untungkan ke-2 pihak baik untuk konsumen ataupun penyuplai.

Contoh Purchase Order –

Contoh Purchase Order secara umum berisikan informasi pemesanan dari perusahaan pada vendor atau penyuplai seperti nomer PO, tanggal, nama vendor, alamat vendor, serta yang lain.

Contoh Purchase Order Standar

contoh-purchase-order-standar

Contoh Purchase Order Umum

contoh-purchase-order

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan