sekretaris-surat-dinas

Contoh Surat Dinas

Posted on

Dalam satu organisasi atau lembaga pemerintah atau swasta umumnya membutuhkan surat dinas untuk memberi perintah, undangan atau hal-hal lain yang terkait dengan aktivitas kelembagaan. Lantas bagaimana contoh surat dinas yang baik?

Sebelum lebih jauh mengulas mengenai surat dinas, pasti alangkah tambah baik apabila terlebih dulu tahu apakah itu surat dinas? Lantas apa manfaat dari dibuatnya surat dinas? Bagian-bagian apa sajakah yang perlu ada didalam surat dinas? Serta segudang pertanyaan yang lain. Anda bakal tahu jawabannya apabila membaca artikel ini hingga usai.

Maksud dibuatnya surat dinas yaitu untuk memberi satu info antar lembaga dengan media surat. Untuk yang pernah jadi anggota OSIS tentu sudah tak asing lagi dengan surat dinas, lantaran organisasi ini umumnya memakai media surat untuk mengemukakan info pada anggotanya.

Sangat banyak contoh-contoh surat dinas bertebaran di internet, namun begitu tidak sering yang mengulas beberapa sisi dari surat itu dan bagaimana caranya membuatnya. Nah pada artikel kesempatan ini kami bakal mengulas mengenai surat dinas.

Nah, sebelum lanjut coba simak video berikut ini dulu ya

 

A. Manfaat atau fungsi surat dinas

Fungsi-fungsi dari surat dinas, yang salah satunya sebagai berikut ini :

Sebagai dasar pekerjaan, seperti surat intruksi, surat pemberian izin maupun surat pengambilan ketentuan.
Sebagai alat pengingat, lantaran surat ini bisa jadikan arsip untuk lembaga.
Sebagai bukti perubahan satu lembaga atau instansi.
Sebagai alat bukti, terlebih surat kesepakatan.
Dan sebagainya.

B. Ciri-ciri surat dinas

Mengenai ciri dari surat dinas, yang salah satunya sebagai berikut ini :

Ada kop surat serta nama lembaga maupun instansi.
Ada nomor surat serta lampiran.
Ada salam pembuka ataupun salam penutup.
Memakai bhs resmi, lantaran surat dinas adalah surat resmi.
Ada stempel lembaga atau instansi pada surat.

C. Ketentuan untuk surat dinas

Sebagian persyaratan untuk bikin satu surat dinas, yang salah satunya sebagai berikut ini :

Format dari surat mesti teratur sesuai dengan format surat dinas.
Isi dari surat tidaklah terlalu panjang mesti langsung pada inti yang ingin di sampaikan.
Bhs yang dipakai mesti bhs resmi, sopan serta gampang untuk dipahami pembaca.
Serta surat mesti menggambarkan citra dari lembaga atau instansi yang membuatnya.

D. Bagian surat dinas

Surat dinas adalah surat resmi serta sudah pasti ada bagian-bagiannya, yang salah satunya seperti bawah ini :

1. Kop Surat atau kepala surat

Adalah sisi paling atas dari satu surat resmi, umumnya digunakan untuk membedakan surat resmi serta surat non resmi. Kop surat terdiri dari logo, nama serta alamat lembaga atau instansi. Yang di mana nama merujuk pada induk organisasi, dan pada kop surat ada karakteristik atau ciri khas organisasi itu.

2. Tanggal surat

Terdiri dari nama, tempat serta tanggal dibuatnya surat itu.

3. Nomor

Terdiri dari kode, nomer urut surat yang di keluarkan, identitas lembaga atau instansi serta th. dibuatnya surat itu.

4. Lampiran

Lampiran yakni lembaran penambahan yang bakal dilampirkan, bisa berbentuk lembaran kertas lain atau dokumen lain. Bila tak ada lampiran biasanaya berisi sinyal strip.

5. Perihal atau hal

Perihal adalah isi pokok dari surat dinas, misalnya diperuntukkan pada siapa atau untuk apa surat itu.

6. Alamat

Ada 2 (dua) jenis penulisan alamat pada surat dinas, ada untuk perseorangan serta ada untuk lembaga lain. Bila untuk surat rahasia kata “kepada” tidak butuh digunakan sebab telah ditulis pada amplop. Bila untuk surat dinas terbuka jadi menggunakan “kepada” lantas segera saja menggunakan nama instansinya. Walau demikian bila diperuntukkan untuk orang banyak mesti menggunakan kata “bapak”, “ibu” dsb serta kata “Yth” dipakai bila surat diperuntukkan pada orang maupun satu jabatan.

7. Salam pembuka

Salam pembuka digunakan untuk memberikan sopan santun ataupun rasa hormat.

8. Isi surat

Isi dari surat sebaiknya sesuai dengan perihal.

9. Salam penutup

Salam penutup digunakan untuk memberikan akhir dari isi surat.

10. Nama

Tulislah nama lengkap orang yang mengirim surat.

11. Tembusan

Tembusan digunakan bila surat itu memanglah memerlukan tembusan. Tembusan yakni pihak-pihak yang memperoleh tebusan maupun salinan surat terkecuali yang dialamatkan.

12. Inisial

Inisial diletakkan di bagian kiri di bawah tembusan surat (bila memanglah ada). Inisial dipakai sebagai sinyal inginal, yang ditulis lewat cara disingkat pada nama pengonsep surat serta pengetik surat. Inisial bisa pula memberikan kalau surat itu memanglah asli di buat oleh orang itu. Di bagian ini umumnya tidak bisa di baca, yang bisa membacanya cuma orang yang dituju atau orang yang berkaitan dengan si pembuat surat itu.

Contoh lain: Contoh Notulen

E. Contoh-contoh Surat Dinas

Contoh Surat Dinas Sekolah 1


 

SMA Negeri 2 Brebes
Jl. Jend. Dani Yanto No. 1 Brebes
No. Telp. (021) 6503333
_________________________________________________________________________________

Jakarta, 11 Oktober 2014

No : 002/SMAN 2 Brebes/09/2014
Lampiran : –
Perihal : Undangan

One thought on “Contoh Surat Dinas

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan